-->

Latest Post


DENPASAR - Puluhan penerbangan baik ke Bali maupun keluar pulau Dewata itu batal terbang menyusul erupsi Gunung Agung. 


Berdasarkan data Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat ada 45 penerbangan batal terbang, Badung, Minggu (26/11/2017). 

Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan mengatakan, sejauh ini bandara masih normal. Namun ada 45 penerbangan yang batal terbang akibat adanya erupsi Gunung Agung. 

"Jumlah penerbangan yang batal terbang terus bertambah. Tercatat ada 45 penerbangan yang batal terbang," ujarnya.

Akibat pembatalan 45 penerbangan itu, tercatat 5.545 penumpang tertahan di Pulau Dewata. Dia menjelaskan, dari 45 penerbangan itu tidak hanya penerbangan internasional, namun juga ada domestik. 

Seperti halnya penerbangan domestik Air Asia dari Denpasar menuju Cengkareng, sementara penerbangan dari luar negeri ada maskapai Jet Star. 

"Secara umum Bandara Ngurah Rai masih normal belum ada penutupan," pungkasnya.(*)














Sumber : SindoNews


MPA,PADANG - Kerjasama antara Pemerintah Kota Padang dengan Kerajaan Arab Saudi semakin terlihat nyata. Salahsatu kerjasama yang tengah dijalin itu yakni rencana membuka kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Padang.
Padang akan menjadi tempat berdirinya cabang kelima. Ditargetkan kampus ini mulai beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2018.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo bertemu Direktur LIPIA Indonesia di salah satu rumah makan terkenal di Padang, kemarin ini. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana mempercepat pembangunan kampus LIPIA di Padang. Nampak hadir segenap pimpinan dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan lainnya.
Dalam pertemuan itu tercapai kesepakatan kerjasama antara Pemko Padang dengan UNP. Nantinya, perkuliahan LIPIA menggunakan gedung milik UNP untuk sementara waktu. Direncanakan perkuliahan LIPIA dimulai pada Tahun Ajaran Baru 2018.
"Secara prinsip Pemko Padang dan UNP sudah siap, tinggal menunggu kesiapan tim LIPIA / Saudi Arabia," jelas Walikota Padang.
Mahyeldi sangat berharap LIPIA segera terealisasi. Karena menurutnya, ini menjadi harapan masyarakat di Sumatera Barat. Termasuk mempercepat terjalinnya komunikasi yang baik antara Sumatera Barat dengan Timur Tengah.

"Sekaligus memudahkan generasi muda untuk belajar bahasa Arab dan agama," tutur Walikota.(Charlie)

MPA,PADANG - Kisah Perjalanan Hidup Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo Akhirnya Dituangkan Ke Dalam Sebuah Buku. Buku Itu Ditulis Ikhwan Wahyudi Dan Kawan-Kawan. Sebuah Karya Yang Menceritakan Tentang Perjalanan Panjang Mahyeldi Hingga Kini Menjadi Seorang Walikota.
Buku Yang Diterbitkan Al Mawardi Prima (AMP) Press Ini Diberi Judul "H. Mahyeldi Ansharullah, Sepenggal Kisah Perjuangan Sang Da'i". Buku Dengan Tebal 110 Halaman Ini Dilaunching Di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Minggu (26/11).
Dalam Launching Buku Itu,
Ikhwan Wahyudi Menyebut Bahwa Butuh Waktu Yang Cukup Panjang Dalam Menyiapkan Dan Menyempurnakan Buku Tersebut. Buku Itu Ditulisnya Pada Tahun 2008 Dan Selesai Pada Tahun Itu Juga.
"Namun Dalam Perjalanannya Ada Tambahan Muatan Untuk Memperkuat Isi Buku Ini, Sehingga Akhirnya Bisa Terbit Tahun Ini," Ujar Penulis Yang Juga Seorang Jurnalis Itu.
Buku Yang Ditulis Ikhwan Wahyudi Mengisahkan Tentang Perjuangan Orangtua Mahyeldi Dalam Mendidik Anak. Orangtua Mahyeldi Yang Sehari-Hari Bekerja Sebagai Kuli Angkut Bisa Mendidik Anaknya Hingga Mampu Menjadi Pemimpin Di Kota Padang.
"Dalam Buku Ini Juga Diceritakan Bagaimana Seorang Mahyeldi Memotivasi Dirinya Untuk Selalu Memberikan Yang Terbaik," Jelas Ikhwan.
Sementara Itu, Owner AMP Press, Al Mawardi Prima Menuturkan Buku Ini Terbilang Istimewa. Karena Disiapkan Cukup Lama, Sehingga Kandungan Buku Sangat Detail.
"Selama 25 Tahun Perjalanan Penerbit Kami, Buku Ini Begitu Istimewa. Buku Ini Disiapkan Selama 9 Tahun Oleh Tim Penulis. Dari Ribuan Buku Yang Telah Kami Terbitkan, Hanya Buku Ini Yang Begitu Detail Dipersiapkan," Akunya.
Walikota Padang Dengan Rendah Hati Menuturkan, Sebenarnya Dirinya Tidak Ada Apa-Apanya. Hanya Seorang Garin Masjid Yang Mencoba Menjadi Ustadz, Belajar Dan Bekerja Lebih Giat Agar Menjadi Sukses. Namun Kawan-Kawan Melihat Semua Itu Istimewa.
"Padahal Sebenarnya Hanya Ingin Memberikan Contoh Bagi Anak-Anak Ke Depan, Bahwa Bila Kita Bersungguh-Sungguh, Kita Pasti Bisa," Terang Mahyeldi.
Mahyeldi Menceritakan, Apa Yang Diraihnya Saat Ini Tak Terlepas Dari Peran Besar Orangtua. Tidak Itu Saja. Peran Istri Juga Sangat Berpengaruh Besar.
"Selain Peran Besar Orangtua Saya Yang Luar Biasa, Istri Juga Berperan Besar Menjadikan Saya Seperti Ini. Istri Saya, Yang Kami Menikah Ketika Akan Masuk Tahun Ketiga Perkuliahan, Selalu Memberikan Dorongan. Saya Rasa, Tanpa Dukungan Dan Dorongan Dari Istri, Sulit Saya Untuk Bisa Menjadi Seperti Sekarang," Pungkas Mahyeldi Dengan Mata Yang Berkaca-Kaca.(Charlie)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.