-->

Latest Post

Photo Istimewa

MPA, PADANG – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 032 PD I/Bukit Barisan Ny. Anggia Meutia Arief bersama rombongan didampingi Kasdim 0312/Padang Letkol Arh Prio Iswahyudi, Danramil 07 Bungus Teluk Kabung beserta Babinsa jajaran Kodim 0312/Padang melaksanakan kegiatan Jum’at Berkah dengan berbagi kepada warga kurang mampu ditengah Covid 19.

Kegiatan bakti sosial berbagi sembako yang digelar dalam acara Jum'at berkah pada Bulan Ramadhan kali ini adalah merupakan  tindaklanjut dari perintah Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa kepada sebagian warga Kota Padang yang kurang mampu.


Berbagi kepada warga kurang mampu ini dilaksanakan di Kampung Nelayan Kelurahan teluk Kabung Selatan Kec. Bungus Teluk Kabung Padang Sumatera Barat, 8 Mei 2020.

Kegiatan berbagi ini diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako kepada warga masyarakat, satu persatu masyarakat didatangi oleh para prajurit TNI dari Kodim 0312 Padang dan juga Ibu ibu Persit yang dipimpin langsung oleh Ibu Meutia selaku Ketua Persit Koocabrem 032.

Disela sela pelaksanaan berbagi Ibu Anggia menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan Persit KCK Koorcabrem 032 ini mewakili Ketua Umum Persit KCK Ibu Hetty Andika bahwa kegiatan ini   sebagai bentuk wujud kepedulian sosial anggota Persit terhadap kesulitan masyarakat ditengah situasi Covid 19 saat ini, dan semoga dengan bantuan ini dapat lebih meringankan beban warga masyarakat.

“ kegiatan ini adalah merupakan wujud kepedulian sosial ibu ibu Persit ditengah situasi saat ini dan semoga melalui kegiatan berbagi sembako yang kita lakukan ini dapat membantu  meringankan beban hidup masyarakat saat ini", jelas Ibu Meutia sambil berharap.

Sementara itu bapak Afrizal salah satu warga penerima bantuan sembako  menyampaikan ucapan rasa terimakasihnya kepada bapak bapak TNI dan ibu ibu  khususnya Korem Padang yang telah memberikan bantuan kepada kami dan bantuan ini sangat  bermanfaat dalam kelangsungan hidup kami  ditengah Corona ini, ujar pak Afrizal dengan senang.

Kegiatan Bakti Sosial Jum'at Berkah berjalan dengan lancar dan turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Persit KCK Koorcabrem 032 Ibu Anggia Meutia Arief beserta pengurus Persit, Kasdim 0312/Padang Letkol Arh Prio Iswahyudi, Danramil 07 Bungus Kapten Inf Azwar, Lurah Kampung Nelayan Zulfahmi beserta masyarakat setempat. (Penrem 032)

Foto/SINDOnews

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkapkan bakal mengusut kasus yang menimpa Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang diduga mendapat perlakuan tak layak di kapal penangkap ikan berbendera China.

“Satuan Tugas Tindak Pidana Orang (TPPO) Bareskrim akan mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ferdy Sambo, saat dikonfirmasi SINDOnews, Jumat (8/5/2020).

Dia mengatakan, pemeriksaan nantinya dilakukan terhadap para ABK asal Indonesia. Rencananya, pada ABK tersebut bakal tiba di Tanah Air sore ini. Hanya saja, agenda pemeriksaan itu baru bisa dilakukan setelah mereka selesai menjalani karantina selama 14 hari karena mengikuti prosedur protokol kesehatan penanganan COVID-19. “Sesuai prosedur atau SOP, baru kemudian akan direncanakan pemeriksaan lanjutan secara virtual,” terang dia.

Sebelum memutuskan melakukan penyelidikan, Ferdy menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan pemangku kepentingan terkait. Sejauh ini (Kemlu) sudah meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul berkoordinasi dengan penjaga pantai Korea untuk menginvestigasi dua kapal Cina yakni Longxin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan. Kedua kapal tersebut diduga telah melakukan perbudakan terhadap para ABK Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, berdasarkan penelusuran KBRI Seoul ke berbagai pihak pada 23 April 2020, bahwa kapal Longxin 605 dan Tian Yu 8 yang membawa 46 ABK WNI sempat berlabuh di Busan. Menurut informasi yang diperoleh, saat ini kedua kapal tersebut sudah berlayar kembali ke China.

Sebelumnya, kedua kapal itu sempat tertahan karena ada 35 ABK berkewarganegaraan Indonesia yang tidak terdaftar. Sebanyak 15 orang terdaftar di kapal Longxin 629 dan 20 awak lainnya lainnya terdaftar di kapal Longxin 606.
(*)


Sumber : sindonews.com

Logo FIFA. Foto: Dok SINDOnews

JAKARTA - Pesatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) hari ini menggelar pertemuan virtual dengan Federasi Sepak bola Internasional (FIFA). Keduanya membahas persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Adanya pertemuan tersebut baru diketahui setelah rapat exco di internal PSSI yang seharusnya berlangsung hari ini, Jumat (8/5/2020) dibatalkan. Rapat exco PSSI digeser menjadi Selasa (12/5) mendatang.

“Seharusnya rapat (esxo) hari ini pukul 14.00 tapi batal. Ada teleconference dengan FIFA terkait Piala Dunia,” kata salah satu anggota exco PSSI, Ahmad Riyadh kepada wartawan.

Rapat exco sendiri diagendakan membahas nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang terhenti di tengah jalan akibat pandemi virus corona. Sedangkan rapat bersama FIFA kemungkinan membahas tentang penentuan venue pertandingan Piala Dunia U-20 2021.

Sejauh ini PSSI sudah menyodorkan 11 stadion sebagai kandidat venue Piala Dunia U-20 2021. FIFA tinggal menunjuk enam di antaranya. (*)

Sumber : sindonews.com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.