-->

Latest Post

Photo Istimewa

MPA, PADANG – Tertangkap tangan, Tiga pelaku yang sedang melakukan kegiatan penambangan emas dialiran sungai Pamong Gadang, Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diamankan oleh jajaran Polda Sumbar.

Tiga pelaku yang diamankan tersebut berinisial WP (27), YH (20) dan I (37) waktu kejadian pada 05 mei 2020 lalu, ke tiga pelaku diamankan berdasarkan infromasi masyarakat yang menyatakan adanya kegiatan tambang tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP).

Barang Bukti :
1 (satu) unit alat berat jenis excavator merk Komatsu warna kuning beserta 1 (satu) kunci kontak, 1 (satu) unit monitor dan 1 (satu) unit kontroler;
2.        1 (satu) unit mesin dompeng;
3.        1 (satu) unit asbox(penyaring hasil tambang);
4.        1 (satu) lembar karpet rumput sintetis warna Hijau;
5.        1 (satu) bungkus emas urai (belum dilakukan penimbangan);
6.        1 (satu) buah jerigen berisikan BBM jenis Solar;
7.        1 (satu) unit hp merk Oppo A5.
8.        1 (satu) unit hp merk Samsung lipat.

Dirreskrimsus Polda Sumbar AKBP Arly Jembar Jumhana dalam kegiatan press release melalui video conference, Senin (18/5/2020) mengatakan, setelah mendapat informasi, kemudian Kapolda Sumbar memerintahkan untuk melakukan penindakan terhadap kegiatan penambangan emas tanpa izin tersebut.

Senin tanggal 04 Mei 2020 tim gabungan Dirreskrimsus Polda Sumbar menindak lanjuti informasi tersebut dengan cara melakukan penyelidikan.

Akhirnya, Pada Selasa tanggal 05 Mei 2020 sekira pukul 00.30 WIB tim gabungan menemukan secara langsung adanya kegiatan penambangan emas dengan menggunakan 1 (satu) unit alat berat jenis Excavator merk Komatsu warna kuning.

Selanjutnya terhadap Tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor Mapolda Sumbar guna proses hukum lebih lanjut, terang Arly.

Modus Operandi :            
Kegiatan Pertambangan Tanpa Izin Usaha Pertambangan dan pengolahan batuan dengan menggunakan mesin Stone Crusher.

Pelaku Utama :      
Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar bahwa untuk pelaku utama/pemodal dan pemilik alat berat jenis Excavator merk Komatsu warna Kuning tersebut berinisial “K” (masih dalam pengejaran/DPO).

Pasal Yang Disangkakan :          
Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara;

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).”

Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana:
“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan”. (ril)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar


Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna akan melantik Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, penerbang tempur pertama di TNI AU. Foto/Dok Dispenau

JAKARTA - Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, S.Tr. (Han), akhirnya dinobatkan menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara (AU).

Perempuan kelahiran Jakarta 25 September 1995 ini akan dilantik Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama 42 perwira TNI AU termasuk dua perwira wanita dan dua perwira TNI AD pada upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97 atau "Wingday" di Auditorium IG. Dewanto, Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna ini menjadi sejarah bagi TNI khususnya TNI AU. Karena pada Wingday Sekbang-97 inilah untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter yang akan menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Seusai dilantik, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini akan memulai pengabdiannya di Skadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Dalam wawancara jarak jauh yang dilakukan Kasubdispenum Dispenau dengan Letda Pnb Ajeng pada Minggu (17/5/2020) sore, terungkap bahwa putri pasangan Kolonel Sus Prayitno dan Wiwi Sundari ini memang memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter karena para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.

"Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud," ungkap Ajeng.

Ketika ditanya apakah pernah menonton film "Captain Marvel", salah satu seri dari "The Avengers" yang dibintangi aktris Brie Larson sebagai Carol Denver, seorang pilot tempur wanita angkatan udara yang menjelma menjadi superhero, perempuan berdarah Jawa ini mengaku belum pernah menontonnya. Namun kini, Ajeng akan menjadi pionir bagi juniornya bahwa kaum wanita juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur pria.

Upacara pelantikan dan penyematan wing penerbang secara simbolis rencananya berlangsung secara sederhana di dua tempat berbeda dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi virus Covid-19.

Di Mabesau, KSAU akan menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD. Sementara wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dengan terhubung melalui jaringan video jarak jauh.

Seluruh wisudawan yang dilantik KSAU akan segera bergabung dengan skadronnya masing-masing yang terdiri dari 34 penerbang pesawat fixed wing dan 10 penerbang rotary wing (helikopter). Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skadronnya masing-masing. Peraih trofi siswa terbaik kategori fixed wing diraih oleh Letda Pnb Ravi, S.Tr. (Han) dari Payakumbuh dan kategori rotary wing Letda Pnb Sandro, S.Tr. (Han) dari Pekanbaru.(*)

Sumber : sindonews.com

Photo Istimewa

MPA, PADANG -- Media online dan video livestreaming RITVone bersinergi dengan Forum Eksekutif Media (FEM) melaksanakan Pelatihan Da'i Berbasis Digital Angkatan ke-6 via zoom meeting dengan tema TANTANGAN dan PELUANG DAKWAH di Masa Covid-19, Minggu (17/05/20).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Ada yang dari Kota Padang, Dharmasraya, Kota Pariaman, Kabupaten Agam dan lainnya.

Musa Rasyidin, seorang aktivis angkatan'98 yang pernah melanglang buana dengan berbagai pergerakan di era reformasi, memaparkan tiga pointer penting yang selayaknya dilakukan para da'i di era digital saat ini.

Pertama, seorang dai harus selalu memiliki obsesi baru tentang peluang dakwah secara digital dalam setiap situasi

Kedua, seorang da'i harus melihat pandemi Covid 19 bukan sebagai hambatan tapi sebuah peluang yang terbuka lebar tanpa batas atau unlimited opportunity yang bisa dilakukan lewat media digital.

Ketiga, ada dua alasan alasan kenapa da'i harus memaksimalkan dakwah di dunia maya. Satu, karena jangkauan media digital lebih luas bahkan bisa menembus batas negara dan benua. Dua, karena secara demografis audiens di dunia maya lebih didominasi kalangan menengah ke atas yang memiliki tingkat intelektualitas berkelas, sehingga dakwah jauh lebih efektif dan tercerahkan.

Pada sesi lanjut, Ketua FEM, Ecevit Demirel, mengungkapkan rasa senang sekaligus bangga berkesempatan mengikuti zoom meeting bersama para da'i atau mubaligh kondang se-Sumbar.

"Selaku manusia konvesional, ini menjadi moment istimewa bagi saya, bisa berbincang sekaligus berdiskusi dengan teman-teman da'i yang tentunya adalah sosok-sosok dipanuti oleh para jemaah di daerah masing-masing," ungkap pemilik sapaan "ede" yang juga owner media online wwe.sumatrazone.co.id tersebut.

Menurut pria yang mengawali karir jurnalistik di koran harian jawapos group ini eksistensi sebuah media akan semakin lengkap jika di dalamnya juga ada unsur dakwah. Terutama bagi media-media yang tumbuh dan berkembang di alam Minangkabau yang sohor dengan filosofi "adaik basansi syarak, syarak basandi kitabullah". Selain berbudaya, alam Minangkabau juga identik dengan para cendekiawan dan masyarakatnya yang relijius. Bahkan, masyarakat di luar sana kerap menjuluki Sumbar sebagai provinsi berjuta da'i.

Selaku praktisi kemediaan, pihaknya menyambut baik semangat para da'i menyemaraki ruang digital dengan postingan-postingan bermuatan syiar Islam serta tuntutan-tuntunan ke arah positif lainnya. Baik melalui pengoptimalan media online maupun lewat pemanfaatan media sosial seperti facebook (FB), twitter, instagram (IG), blogger maupun YouTube.

"Semakin marak postingan bersifat positif di medsos, maka akan semakin terisi rohani para netizen, termasuk kami para jurnalis atau awak media," ungkapnya.

Di penghujung pemaparannya, Ketua FEM menyatakan bahwa pihaknya, baik selaku owner media maupun selaku penggerak wadah kemediaan, membuka diri selebar-lebarnya bagi para da'i atau mubaligh yang ingin menyumbangkan materi dakwah untuk dipublish di www.sumatrazone.co.id atau media-media online lainnya seperti RITVone, MediaPortalAnda, Tanamonews, Bijaknews, Kupasonline, MataSumbar, baik berupa tausiyah singkat, ceramah ramadan, maupun pesan-pesan berisi syiar Islam.

Sementara itu, Eri Gusnedi, owner RITVone yang juga bertindak selaku host dalam zoom meeting kali ini menekankan pentingnya menyaring setiap informasi sebelum dishare ke banyak orang.

"Pada era dijital, informasi sangat mudah diperoleh, sehingga perlu disaring keabsahan atau kebenarannya, sebelum kemudian membagikan pula informasi tersebut ke orang lain," paparnya.

Kemudian, mubaligh yang sangat menyenangi kegiatan jurnalistik serta terbilang aktif melaksanakan kegiatan pengkaderan jurnalistik ini juga mengingatkan bahwa selaku netizen jangan hanya terpaku pada kebiasaan menikmati postingan orang lain. Lebih dari itu, buatlah postingan atau konten yang akan dinikmati oleh orang lain.

Hingga akhir, kegiatan diskusi berlangsung hangat, dimana peserta sangat antusias akan mengambil saham dakwah di dunia maya.

Zumfiadi, salah seorang peserta, merasa termotivasi untuk aktif berdakwah dengan memanfaatkan berbagai pasilitas yang tersedia di era digital.

"Alhamdulillah saya merasa termotivasi dengan kegiatan ini. Banyak pengetahuan yang bisa saya serap dan insya Allah saya siap untuk mengaplikasikanya," ungkap Zumfiadi. (rel)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.