-->

Latest Post

Sejumlah warga mendapatkan beras gratis yang di bagikan di gereja Katedral Saint Joseph saat pandemi virus corona baru (Covid-19) di Hanoi, Vietnam, 27 April 2020. Foto/REUTERS/Kham

HANOI - Vietnam menjadi sorotan dunia karena menjadi salah satu negara yang dianggap berhasil mengatasi pandemi Covid-19. Negara di Asia Tenggara ini tidak memiliki kasus baru dalam 33 hari terakhir dan masih nol kematian.

Komite Pengarah Nasional untuk Pencegahan dan Kontrol Covid-19 seperti dikutip Vietnam News Agency, Selasa (19/5/2020), mengonfirmasi bahwa negara itu tetap bersih dari transmisi komunitas Covid-19 selama 33 hari berturut-turut.

Padahal, negara itu berbatasan langsung dengan China. Seperti diketahui, virus corona baru; SARS-CoV-2 yang jadi penyebab penyakit Covid-19, terdeteksi pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019. Sejak itu, virus tersebut menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi global.

Komite tersebut melaporkan jumlah kasus Covid-19 secara nasional 324, termasuk 184 kasus impor. Dari total kasus itu, sebanyak 263 pasien atau 81 persen telah sembuh dan sisanya dirawat di delapan fasilitas medis sebuah provinsi dan pusat.

Di antara pasien aktif, dua di antaranya telah dites negatif untuk SARS-CoV-2 dan enam lainnya negatif setidaknya dua kali tes. 

Pria Inggris, dikenal sebagai Pasien 91, yang sedang dalam perawatan di Ho Chi Minh City Hospital for Tropical Diseases, belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Vietnam berusaha keras menyembuhkan pria Inggris tersebut untuk mempertahankan catatan nol kematian terkait pandemi Covid-19

Data dari Komite Pengarah Nasional untuk Pencegahan dan Kontrol Covid-19 menunjukkan sebanyak 11.326 orang berada di bawah pengawasan kesehatan atau karantina, 302 di antaranya di rumah sakit, 8.929 di fasilitas terkonsentrasi, dan sisanya di rumah atau tempat tinggal. (*)

Sumber : sindonews.com

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH memimpin upacara serah terima jabata (Sertijab) Wakapolda, Karoops dan 6 Kapolres dijajarannya, Selasa (19/5) di Mapolda.

Kali ini, dalam upacara tersebut terlihat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sertijab Karoops dan Kapolres. Untuk jabatan Karo Ops, dari Kombes Pol Firly Ruspang Samosir, digantikan Kombes Pol Heny Sulistiya Arianta. Kombes Pol Firly selanjutnya akan menjabat hal yang sama di Polda Jawa Tengah.

Kemudian, jabatan Kapolres Padang Pariaman, dari AKBP Zamroni Wibowo kepada AKBP Dian Nugraha Hyang Batara Wasida Putra Sakti.

Jabatan, Kapolres Pasaman Barat dari AKBP Ferry Herlambang digantikan oleh AKBP Sugeng Hariyadi yang sebelumnya sebagai Kapolres Padang Panjang, posisinya diisi oleh AKBP Apri Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumbar.

Jabatan Kapolres Sijunjung ,dari AKBP Driharto diserahkan kepada AKBP Andry Kurniawan yang sebelumnya menjabat Kapolres Pariaman, sedang penggantinya adalah AKBP Deny Rendra Lasmana.

Jabatan Kapolres Solok Selatan dari AKBP Imam Yulisdianto digantikan oleh AKBP Tedy Purnanto.

Usai sertijab Karoops dan Kapolres, dilanjutkan dengan sertijab Wakapolda Sumbar. Dimana, sebelumnya dari Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto, M.Si, kemudian diserahkan kepada Brigjen Pol Edi Mardianto.

Mutasi jabatan ini sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 1 Mei 2020, masing-masing bernomor ST/1378/V/KEP/2020, ST/1382/V/KEP/2020, dan ST/1383/V/KEP/2020 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pejabat yang lama atas segala dedikasi, pengabdian serta inovasi yang telah diberikan selama mengemban tugas pada jabatan lama.

Kepada pejabat yang baru, Kapolda juga menyampaikan ucapan selamat bertugas dengan jabatan yang barunya.

"Besar harapan saya kepada pejabat yang baru untuk dapat meneruskan dan meningkatkan hal-hal positif yang telah dicapai oleh pejabat yang lama," ucap Irjen Pol Toni.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar

Photo Istimewa

MPA, PAYAKUMBUH - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memerintahkan enam travel yang ingin masuk ke wilayah Sumbar di Posko Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa dini hari (19/5/2020).

"Travel tidak ada yang boleh lewat sini, harus memutar balik. Kita tidak izinkan travel masuk ke Sumbar, putar balik saja lebih aman. Sopir dan penumpang harus tahu itu, Sumbar masih berlakukan PSBB hingga 29 Mei," tegas Nasrul Abit.

Kehadiran Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mendadak mengunjungi Posko Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau. Karena banyaknya laporan dari masyarakat terkait masih ada travel Padang-Pekanbaru mondar mandir masuk wilayah Sumbar.

"Sangat kita sayangkan walau PSBB sudah berlaku, masih saja ada belasan travel tetap beroperasi," kata Wagub Sumbar.

Kedatangan Wagub Sumbar tersebut mengagetkan para petugas di Posko perbatasan tersebut. Pasalnya Nasrul Abit langsung menyetop enam kendaraan travel pelat kuning dan disuruh putar balik. Bahkan tidak itu saja ada lima kendaraan pribadi juga disuruh putar balik karena tidak sesuai Permenhub 25 tahun 2020, karena ingin mudik dengan alasan tidak jelas.

"Kita juga perintahkan kendaraan pribadi untuk putar balik, karena setiap penumpang dan sopir memiliki KTP yang berbeda alamatnya. Jadi tetap tidak boleh masuk Sumbar," jelasnya.

Larangan keras Nasrul Abit menyetop mobilitas orang masuk dan ke luar Sumbar, ternyata belum sepenuhnya membuat pengemudi keder. Buktinya, pengemudi kendaraan masih banyak yang berhenti di salah satu warung menunggu kalau ada kesempatan untuk bisa lewat.

Terbukti belasan kendaraan mini bus yang ditenggarai travel tersebut parkir dengan alasan istirahat dan berbelanja. Untuk menunggu kesempatan. Tentu saja hal ini membuat Wagub Sumbar kembali bertegas - tegas.

"Tidak ada yang tipu-tipu saya, tidak ada satupun kendaraan disini bisa masuk Sumbar. Saya akan catat semua plat nomor yang ada disini. Berani masuk Sumbar, kendaraan ini kita tahan sesuai aturan," tuturnya.

Reaksi Nasrul Abit itu membuat sopir travel langsung memutar balik kendaraannya dan kembali ke daerah asalnya, yaitu Riau. Karena kendaraan tersebut bernomor polisi BM (Provinsi Riau).

Selanjutnya Wagub Sumbar menyampaikan, bahwa masih banyaknya mobil yang lewat dengan bermacam modus, contoh mereka hanya membawa barang saja untuk di bawa ke Bukittinggi.

"Masak semua travel itu isinya barang semua, itu tidak mungkin. Kita curiga penumpang lewat melalui sungai atau menumpang mobil truck dan menunggu di suatu tempat, dan nantinya dijemput oleh travel," sebut Wagub Sumbar.

Wagub Sumbar minta pada dinas terkait Satpol PP dan Dishub untuk mempersiapkan blangko untuk diisi oleh orang yang memiliki keperluan yang telah diatur Permenhub 25 tahun 2020 dan aturan PSBB.

"Setelah diizinkan, dia tidak boleh kembali ke Riau dan sebaliknya dia juga tidak boleh lagi kembali ke Sumbar sampai masa PSBB berakhir. Itu akan tercatat dan jelas," ujarnya.

Pemprov Sumbar tidak main-main dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Kita akan tidak tegas, siapa saja yang menyalahi PSBB ini," imbuhnya.

Selain itu Wagub Sumbar mengucapkan terima kasih pada petugas yang ada di perbatasan Sumbar - Riau yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dan dedikasinya pada pemerintah Sumbar.

Hadir dalam kunjungan tersebut Asisten II Setda Sumbar Benni Warlis, Kepala Satpol PP Sumbar Dedy Diantaulani dan dinas terkait lainnya. (**)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.