-->

Latest Post

Jasman Rizal, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumbar

MPA, PADANG - Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Jasman Rizal selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumbar kembali mengabarkan data warga terinfeksi Covid.

Total sampai hari ini telah 607 orang Warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 13 orang lagi. Sembuh bertambah 21 orang, sehingga total sembuh 333 orang dan meninggal bertambah 2 orang lagi, sehingga total meninggal 27 orang.

Dengan demikian total yang telah dinyatakan positif terinfeksi covid-19 di Provinsi Sumatera Barat sampai hari ini Jum'at 5 Juni 2020 adalah 607 orang, dengan rincian:

Dirawat di berbagai rumah sakit 123 orang (20,26%)
Isolasi mandiri di rumah 47 orang (7,74%)
Isolasi daerah 1 orang (0,16%) 
Bapelkes 15 orang (2,47%)
BPSDM 27 orang (4,45%)
BPP Padang 7 orang (1,15%) 
BDK 27 orang (4,45%)
Balatkop 0 orang (0,00%)
Meninggal dunia 27 orang (4,45%)
Sembuh 333 orang (54,86%)

Pasien positif yang masih dirawat diberbagai rumah sakit, isolasi mandiri dirumah, yang masih menunggu kesembuhan dan lain-lain, total nya 263 orang (43,32%).

Hari ini Jumat, 05 Juni 2020 pada pukul 08.00 WIB, berdasarkan laporan dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, berdasarkan 708 spesimen diterima dan terperiksa, terkonfirmasi tambahan warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 sebanyak 13 (tiga belas) orang dan semuanya dari *Kota Padang*, dengan rincian sebagai berikut:

1. Batita (laki-laki) 2 th, warga Mato Aia, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

2. Wanita 36 th, warga Mato Aia, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

3. Pria 11 th, warga Mato Aia, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

4. Pria 36 th, warga Pagambiran, pekerjaan Polri, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

5. Pria 32 th, warga Parak Gadang Timur, pekerjaan Polri, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.

6. Pria 19 th, warga Sawahan Timur, status ex pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

7. Wanita 31 th, warga Kuranji, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

8. Bayi (laki-laki) 9 bulan, warga Kuranji, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

9. Wanita 77 th, warga Ulak Karang, status IRT, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, status meninggal dunia.

10. Wanita 32 th, warga Cupak Tangah, status IRT, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, penanganan isolasi mandiri sementara.

11. Pria 69 th, warga Rawang, pekerjaan buruh, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, penanganan dirawat di RST. Reksodiwiryo.

12. Wanita 46 th, warga Subarang Palinggam, status IRT, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, penanganan dirawat di RST. Reksodiwiryo.

13. Pria 55 th, warga Kuranji, pekerjaan ASN, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, penanganan dirawat di RS. BMC Padang.

Pasien sembuh sebanyak 21 orang dengan rincian:

1. Wanita 37 th, warga Pasa Ambacang Kota Padang, terinfeksi karena sebagai pedagang pasar raya, pasien Semen Padang Hospital.

2. Wanita 70 th, warga Ampalu Pagambiran, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

3. Wanita 26 th, warga Puruih Kabun, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

4. Pria 36 th, warga Padang Pasir, pekerjaan ASN Inspektorat Provinsi, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

5. Anak-anak (laki-laki) 10 th, warga Padang Pasir, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

6. Wanita 42 th, warga Banda Puruih, pekerjaan pegawai PKM Subarang Padang, diduga terpapar pada saat bekerja, pasien RSUD. Rasidin Padang.

7. Anak-anak (perempuan) 6 th, warga Padang Tangah Payobadar Kota Payakumbuh, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Adnan WD.

8. Anak-anak (perempuan) 9 th, warga Padang Tangah Payobadar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Adnan WD.

9. Pria 44 th, warga Siteba Kota Padang, pekerjaan Brankerman, diduga terpapar dari rumah sakit, pasien RSUD. Rasidin Padang.

10. Wanita 74 th, warga Ulak Karang, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Rasidin Padang.

11. Wanita 34 th, warga Cendana Mato Aia, pekerjaan pegawai Inkasi Raya, diduga terpapar dari tempat kerja, pasien Semen Padang Hospital.

12. Pria 67 th, warga Ampalu VII Kab. Padang Pariaman, pekerjaan buruh, terinfeksi karena bekerja di pasar raya, pasien RSUD Pariaman.

13. Pria 61 th, warga Parupuak Tabiang Kota Padang, terinfeksi karena sebagai pedangang pasar raya, pasien karantina Bapelkes.

14. Pria 27 th, warga Bungo pasang, pekerjaan security pasar raya, terinfeksi karena kontak dengan pedagang pasar raya, pasien karantina Bapelkes.

15. Wanita 25 th, warga Kampuang Baru, pekerjaan petugas Dinas Perdagangan, terinfeksi karena kontsk dengsn pedagang pasar raya, pasien karantina Bapelkes.

16. Pria 25 th, warga Padang Tangah Payobadar Kota Payakumbuh, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

17. Wanita 31 th, warga Ikua Koto Dibalai, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

18. Pria 44 th, warga Kubuang Kab. Solok, pekerjaan salesman, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Karantina BPSDM.

19. Wanita 54 th, warga Lubeg Kota Padang, terinfeksi karena sebagai pedagang pasar raya, pasien karantina BPSDM.

20. Wanita 29 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan perawat, diduga terpapar dari rumah sakit, pasien RSUP. Dr. M. Djamil Padang.

21. Balita (perempuan) 3 th, warga Lubuak Lintah, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUP. Dr. M. Djamil Padang.

Meninggal 2 orang, dengan rincian:

1. Wanita 77 th, warga Ulak Karang, status IRT, tidak ada riwayat kontak dan tidak ada riwayat perjalanan, status meninggal dunia.

2. Pria 80 th, warga Kurao Pagang, terinfeksi karena sebagai pedagang pasar raya, status meninggal dunia.

Berikut perkembangan Covid-19 di Sumbar yang datanya kami himpun dari berbagai rumah sakit dan gugus tugas Kabupaten Kota se Sumatera Barat, Jum'at 5 Juni 2020 pukul 14.00 WIB.

Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9.245 orang.

Proses pemantauan 140 orang, dengan rincian karantina Pemda 6 orang dan 134 orang isolasi mandiri. Selesai pemantauan 9.105 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1110 orang.

Dari 1110 PDP tersebut, 55 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab. Dinyatakan negatif, pulang dan sehat sebanyak 1055 orang.

Berikut rincian pasien per Kabupaten Kota, kondisi Jum'at 5 Juni 2020:

1. Kota Padang
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 31 orang.
Selesai pemantauan 4854 orang.
Total ODP 4.885 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 11 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 412 orang.
Total PDP 422 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 105 orang.
Isolasi mandiri 33 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 12 orang.
Isolasi BPSDM 16 orang.
Isolasi BPP Padang 5 orang.
Isolasi BDK 24 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 21 orang.
Sembuh 201 orang.
Kasus Terkonfirmasi 417 orang.

2. Kota Padang Panjang
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian :
Proses pemantauan 2 orang.
Selesai pemantauan 138 orang.
Total ODP 140 Orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 19 orang.
Total PDP 21 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 25 pasien.
Kasus Terkonfirmasi 25 orang.

3. Kota Bukittinggi
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 0 orang.
Selesai pemantauan 220 orang.
Total ODP 220 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 0 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 30 orang.
Total PDP 30 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 2 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 1 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 1 orang.
Sembuh 11 orang.
Kasus Terkonfirmasi 15 orang.

4. Kota Payakumbuah
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian :
Proses pemantauan 0 orang.
Selesai pemantauan 222 orang.
Total ODP 222 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 21 orang.
Total PDP 23 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 2 orang. 
Isolasi mandiri 2 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 2 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 1 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 13 orang.
Kasus Terkonfirmasi 20 orang.

5. Kota Solok
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 2 orang.
Selesai pemantauan 138 orang.
Total ODP 140 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 0 pasien.
Pasien negatif, pulang dan sehat 9 orang.
Total PDP 9 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 1 orang.
Kasus Terkonfirmasi 1 orang.

6. Kota Sawahlunto
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 1 orang.
Selesai pemantauan 81 orang.
Total ODP 82 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 1 orang.
Pasien nagatif, pulang dan sehat 13 orang.
Total PDP 14 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 1 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 1 orang.
Kasus Terkonfirmasi 2 orang.

7. Kabupaten Pasaman
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 1 orang.
Selesai pemantauan 205 orang.
Total ODP 206 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 1 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 27 orang.
Total PDP 28 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 2 orang.
Kasus Terkonfirmasi 2 orang.

8. Kabupaten Padang Pariaman
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 7 orang.
Selesai pemantauan 103 orang.
Total ODP 110 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 4 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 60 orang.
Total PDP 64 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 3 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 1 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 1 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 1 orang.
Sembuh 6 orang.
Kasus Terkonfirmasi 12 orang.

9. Kabupaten Agam
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 10 orang.
Selesai pemantauan 721 orang.
Total ODP 731 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 4 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 67 orang.
Total PDP 71 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 2 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 1 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 15 orang.
Kasus Terkonfirmasi 18 orang.

10. Kabupaten Limopuluh Kota
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 9 orang.
Selesai pemantauan 312 orang.
Total ODP 321 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 8 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 46 orang.
Total PDP 54 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 1 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 1 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 9 orang.
Kasus Terkonfirmasi 11 orang.

11. Kabupaten Solok
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 2 orang.
Selesai pemantauan 303 orang.
Total ODP 305 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 4 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 67 orang.
Total PDP 71 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 1 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Meninggal 2 orang.
Sembuh 5 orang.
Kasus Terkonfirmasi 8 orang.

12. Kabupaten Tanah Datar
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 16 orang.
Selesai pemantauan 408 orang.
Total ODP 424 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 3 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 46 orang.
Total PDP 49 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 4 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 1 orang.
Sembuh 6 orang.
Kasus Terkonfirmasi 11 orang.

13. Kabupaten Sijunjung
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 16 orang.
Selesai pemantauan 208 orang.
Total ODP 224 Orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP) total:
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 24 orang.
Total PDP 26 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 2 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 5 orang.
Isolasi BPP Padang 2 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 0 orang.
Kasus Terkonfirmasi 9 orang.

14. Kab.Pesisir Selatan
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 12 orang.
Selesai pemantauan 325 orang.
Total ODP 337 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (menunggu hasil) 4 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 81 orang.
Total PDP 85 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 2 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 1 orang.
Sembuh 15 orang.
Kasus Terkonfirmasi 18 orang.

15. Kab. Kep. Mentawai
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 0 orang.
Selesai pemantauan 29 orang.
Total ODP 29 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 5 orang.
Total PDP 7 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 1 orang.
Isolasi mandiri 1 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 5 orang.
Kasus Terkonfirmasi 7 orang.

16. Kota Pariaman
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 3 orang.
Selesai pemantauan 141 orang.
Total ODP 144 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 0 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 16 orang.
Total PDP 16 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang. 
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 1 orang.
Kasus Terkonfirmasi 1 orang.

17. Kabupaten Pasaman Barat
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 7 orang.
Selesai pemantauan 262 orang.
Total ODP 268 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 24 orang.
Total PDP 26 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif)
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 0 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh  2 orang.
Kasus Terkonfirmasi 2 orang.

18. Kabupaten Dharmasraya
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 14 orang.
Selesai pemantauan 300 orang.
Total ODP 314 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 2 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 25 orang.
Total PDP 27 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 0 orang.
Isolasi mandiri 10 orang.
Isolasi daerah 0 orang
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 0 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 12 orang.
Kasus Terkonfirmasi 22 orang.

19. Kabupaten Solok Selatan
Orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian:
Proses pemantauan 7 orang.
Selesai pemantauan 135 orang.
Total ODP 142 orang.

Pasien dalam pemeriksaan (PDP):
Rawat (Menunggu hasil) 1 orang.
Pasien negatif, pulang dan sehat 32 orang.
Total PDP 33 orang.

Kasus Terkonfirmasi (kumulatif):
Dirawat 1 orang.
Isolasi mandiri 1 orang.
Isolasi daerah 0 orang.
Isolasi Bapelkes 0 orang.
Isolasi BPSDM 1 orang.
Isolasi BPP Padang 0 orang.
Isolasi BDK 0 orang.
Isolasi Balatkop 0 orang.
Meninggal 0 orang.
Sembuh 3 orang.
Kasus Terkonfirmasi 6 orang.

Mari kita semua berdoa, semoga wabah pandemi covid-19 segera berakhir. Aamiin, ujar Jasman. (Ar)

Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Saat pemerintah pusat membuka kesempatan kepada daerah-daerah untuk melakukan relaksasi terhadap pembatasan dalam PSBB, banyak daerah yang kemudian memilih penerapan new normal  seraya menyatakan daerahnya sudah menunjukkan kelandaian kurva Covid-19. 

Alasan utama yang dikedepankan adalah adanya kekhawatiran dampak ekonomi yang lebih luas jika pengetatan atau pembatasan pergerakan masyarakat terlalu panjang masanya. Maka muncullah istilah-istilah atau celetukan nakal di tengah masyarakat: "pado mati kelaparan, bialah mati dek korona". 

Dari sepintas-kilas dilihat, ungkapan di atas bukanlah sebuah ungkapan yang lahir dari pemikiran yang dihitung secara masak. Lebih banyak hanya dipengaruhi rasa putus asa akibat ketidaksabaran. Tidak sabar menahan diri selama 14 hari saja sampai masa inkubasi virus itu berakhir. 

Maka ketika ada yang mengajukan pertanyaan: apakah mau sehat tanpa diserang virus tapi mati kelaparan atau tidak lapar tapi mati karena serangan virus,  jawabnya adalah ‘jangan pilih keduanya’. Itu hanya pertanyaan putus asa. 
Sehat tanpa diserang virus, belum ada bukti bahwa kemudian orang meninggal karena kelaparan lantaran mematuhi protokol Covid-19 dengan cara berdiam di rumah. Tetapi nekat keluar dari protokol Covid-19 dan bertebaran kemana suka, telah memperlihatkan fakta-fakta kepada kita betapa tak kunjung landainya angka-angka Covid-19.

Di Padang, Pasar Raya menjadi sebuah kluster terbesar Covid-19. Ia menjadi episentrum penyebaran kemana-mana. Saya berkali-kali mengimbau warga baik yang berkunjung ke Pasar Raya maupun yang berdagang di Pasar Raya untuk ekstra hati-hati. Sebagai sebuah episentrum Covid-19, kawasan ini mesti diperlakukan dengan standar ketat protokol Covid-19. Cuci tangan, bermasker dan menjaga jarak.

Pemerintah Kota dibantu juga oleh sejumlah lembaga seperti PMI, Bank Nagari, PT Kunango Jantan, PT Semen Padang dan sebagainya telah menyediakan tempat cuci tangan di banyak tempat di areal Pasar Raya. Sayangnya, tidak banyak yang ‘singgah’ ke wastafel yang sudah dilengkapi dengan sabun dan disinfektan itu.

Pembatasan orang keluar masuk Padang memang dilakukan, tetapi jika di dalam kota tidak disiplin terutama di pasar, maka jadilah Pasar Raya sebagai areal berlangsungnya transmisi lokal virus Corona ini.
Seperti pernah dikemukakan Kepala Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand, Dr. Andani Eka Putra, untuk klaster Pasar Raya, fase infeksi covid-19 sangat panjang.

Pemeriksaan tes swab secara massal yang kita lakukan tentu belum bisa menjamin Pasar Raya dinyatakan sudah aman. Ini lantaran ada sekitar 2.000an unit toko dengan empat karyawan, lalu ada pedagang yang di lapak-lapak di tambah anggota keluarga para pedagang maka jumlahnya jadi puluhan ribu. Tentu test swab menyeluruh harus dilakukan berikut tracking kepada semua yang berhubungan dengan nmasing-masing pedagang sepetti para pengunjung.

Jadi itulah argumentasinya kenapa Dr. Andani menyatakan masa infeksi di kluster Pasar Raya akan panjang. Bisa saja jadi singkat kalau semua pedagang dan warga yang pernah ke Pasar Raya untuk sukarela melakukan test swab atau paling tidak melaporkan diri kepada Satgas Covid-19.

Kembali kepada kesempatan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah-daerah termasuk Kota Padang untuk mulai memasuki era new normal tadi. Ada daerah yang serta merta menerima ada yang bertahan dengan PSBB. Tentu saja tiap daerah sudah menghitung sendiri segala resiko merelaksasi PSBB menjadi new normal.

Padang tidak mau "ondong aia ondong dadak". Bukan berarti saya tidak ingin kota ini jadi fresh kembali dari stress akibat PSBB. Semua Walikota pastilah menginginkan kotanya menjadi sebuah kota yang nyaman bagi warganya. Tetapi sekali lagi, kondisi di Padang terutama adanya kluster Pasar Raya yang besar itu membuat kita harus berhitung berkali-kali.

Jika kita merujuk pada pertanyaan nakal yang saya kutip di atas tadi apakah mau sehat tanpa diserang virus tapi mati kelaparan atau tidak lapar tapi mati karena serangan virus,  maka yang kita perlukan adalah memilih jalan tengah. Artinya kita perlu sehat tanpa diserang virus tetapi kita juga perlu makan agar tidak kelaparan. Soal upaya sehat tanpa virus sudah jelas jalannya (di rumah saja, hindari kerumunan dan cuci tangan) soal menghindari kelaparan tentu kita bekerja dan berusaha. 
“Bagaimana kami berusaha kalau dibatasi Pak Wali?”

Karena itulah WHO membuat protokol penaganan Covid-19 ini yang diberlakukan untuk seluruh dunia. Silahkan bekerja, tetapi tetap dengan protokol Covid-19. Pakai masker, mencuci tangan, menghindari perentuhan dengan orang lain, sepulang bekerja langsung cuci pakaian dan mandi, jaga kesehatan. 

Itu artinya, warga kota mulai mendisiplinkan diri. Saya kira ini cara Allah Swt memberi kita petunjuk bagaimana memulai hidup baru yang berdisiplin. Disiplin, dari rumah ke pasar atau ke tempat kerja setelah membersihkan tubuh dan pakaian, tidak lupa menggunakan masker. Disiplin di perjalanan tanpa bersentuhan dengan orang di angkutan umum. Disiplin di tempat kerja dengan tetap menggunakan masker dan terlebih dulu mencuci tangan dan sesudahnya juga mencuci tangan kembali.

Disiplin menyemprotkan disinfektan ke kunci pintu, pegangan pintu (rumah, kantor dan toilet). Disiplin apabila harus sarapan dan makan di café dengan duruk berjauhan. Disiplin menghindari rapat-rapat yang berkerumun dan mengubahnya menjadi rapat online menggunakan berbagai aplikasi virtual meeting. Disiplin menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga teratur menjaga pola makan dan memilih asupan nutrisi sehat agar antibody tetap terjaga.

Jika belanja dimungkinkan dengan belanja online, maka pilihlah belanja online itu, sesungguhnya itu adalah cara yang efektif dan efisien. Sebaliknya jika bisa menjual online, pilihlah cara berdagang online karena itu juga lebih baik bagi penjual.

Jika semua itu kita lakukan dengan ikhlas selama masa PSBB ini, maka sesungguhnya tanpa kita sadari, sebenarnya kita sudah mulai menerapkan apa yang disebut new normal itu. Jadi tanpa memproklamasikan kota ini sebagai kota yang memasuki new normal, secara alami semua warga sudah menjalankan kehidupan new normal  itu.

New normal pada mulanya dicetuskan oleh para pebisnis. Tatkala muncul krisis ekonomi dunia tahun 2007-2008 lalu,  Rich Miller dan Matthew Benjamin berjudul "Post-Subprime Economy Means Subpar Growth as New Normal in U.S." (www.bloomberg.com/ 18 Mei 2008) Keduanya mengingatkan bahwa tata ekonomi dunia terbaru akan muncul setelah krisis itu. New normal kembali dicuatkan Paul Glover di koran Philadelphia Citypaper pada 29 Januari 2009, tapi ia mengingatkan bahwa semua tata ekonomi di dunia akan berubah dan akan mengacu pada isu lingkungan, yang mengabaikan isu lingkungan akan tenggelam.

Dalam hal pandemi Covid-19, istilah ini mencuat lagi ketika awal tahun ini satu tim dokter di University of Kansas Health System menyatakan Covid-19 akan mengubah tatanan hidup keseharian manusia yang disebut new normal. 

New Normal adalah cara hidup baru sebagaimana saya sebutkan di atas. Saya ingin menyebut dengan istilah Tata Kehidupan Baru.  Rela atau tak rela, kita harus memasuki tahap itu. Tentu saja kelak berbagai sisi kehidupan akan menyesuaikan dengan protokol Covid-19, dan selanjutnya akan menjadi kebiasaan sehari-hari kita. Satu hikmah Covid-19: kita jadi disiplin dan hidup bersih.(*)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.