-->

Latest Post

Photo Istimewa

MPA, PADANG – Dimasa sidang ke 2 tahun 2020 Komisi I DPRD Prov. Sumbar, adakan Rapat Kerja (Raker) dengan OPD/mitra kerja dalam rangka pembahasan pendahuluan terhadap Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019 di Istana Bung Hatta Bukittinggi (Kamis, 10 Juni 2020).

OPD/Mitra kerja Komisi I (Bidang Pemerintahan dan Hukum) adalah Asisten Pemerintahan, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Inspektur Daerah, Dinas Satpol PP dan Damkar, Badan Kepegawaian Daerah, BPSDM, Dinas PMD, Badan Kesbang Pol, Biro Hukum, Dinas Pengendalian Penduduk dan Pencatatan Sipil,  Diskominfo, Badan Penghubung, Biro Organisasi,  Biro Pemerintahan,  Biro Humas, Biro Umum, Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau dan Sekretariat DPRD. 

Masing-masing OPD menyampaikan terkait laporan capaian pelaksanaan kegiatan dan kendala-kendala yang dihadapi yang mengakibatkan masih banyak OPD realisasi anggarannya tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dengan Gubernur.

Dari  Raker tersebut terungkap permasalahan-permasalahan yang berulang setiap tahunnya, sehingga dapat mengganggu capaian kinerja. Walau secara umum telah berlangsung baik, namun tentu ada beberapa hal yang perlu dikoreksi sehingga menjadi semakin baik lagi di masa datang.

Nurnas Sekretaris Komisi 1 mengingatkan seluruh OPD terkait dengan proses perencanaan program dan kegiatan menyatakan "Ini harus menjadi perhatian bagi seluruh OPD. Karena capaian realisasi serapan anggaran tergantung dari proses perencanaan yang dilakukan oleh masing-masing OPD". 

Nurnas juga sampaikan 4 OPD terbaik yang telah mampu merencanakan dan merealisasikan kegiatan dengan sangat baik, yaitu ; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (99,99 %), Sekwan (99,81), Inspektorat (99,12 %) dan Bakeuda (99,12 %).

Asisten Pemerintahan Setda Prov Sumbar Devi Kurnia  berharap kepada seluruh SKPD dibawah koordinasinya di Komisi I agar mencermati dan menindaklanjuti apa saja yang telah direkomendasikan oleh Komisi DPRD.

"Dengan telah disampakannya beberapa koreksi, masukan dan evaluasi dari Komisi I DPRD ini, saya minta kepada seluruh SKPD dibawah komisi I untuk mencermati dan menindaklanjutinya. Hal ini penting untuk kita sikapi demi terlaksananya tata pemerintahan yang lebih baik lagi ke depan" tutup Devi Kurnia. (IS/MMC Diskominfo SB)

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumatera Barat

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno secara resmi melaunching program penempatan anggota Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Tanggap Covid-19 di Provinsi Sumbar, Kamis (11/06/2020).

Dalam arahannya Gubernur Irwan menyampaikan apresiasi kepada pengurus PDKI khususnya Cabang Sumbar atas penempatan 51 dokter keluarga di sembilan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Menurut Gubernur kehadiran dokter keluarga di era Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) atau New Normal sangat dibutuhkan khususnya sekaitan dengan percepatan penanggulangan Covid-19.

“Peran dokter keluarga sangat penting, memberikan motivasi, semangat dan edukasi sebagai salah satu obat,” ujar Gubernur pada Launching yang digelar secara virtual dari ruang kerjanya.

Selain itu Gubernur juga menuturkan bahwa  setelah penerapan TNBPAC, Pemerintah Provinsi Sumatera terus berupaya agar sejumlah persyaratan yang telah dikeluarkan WHO dan Kementerian Kesehatan dapat dijalankan secara optimal.

“Epidemologi kita sudah terkendali, rt dibawah satu, dari segi sistem kesehatan InsyaAllah mencukupi dengan penambahan fasilitas kesehatan, tinggal kesiapan masyarakat yang masih rendah, disini kita butuhkan peran dokter keluarga,” jelasnya.

Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina menyatakan keprihatinannya atas tingginya paparan Covid-19 yang menjangkiti kelompok rentan seperti kaum ibu, anak dan lansia.

Untuk itu ia berharap agar kelompok rentan sebisa mungkin mengurangi aktivitas diluar rumah agar tidak terpapar Covid-19.

Lebih lanjut ia menyoroti prilaku masyarakat yang masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Ia mencontohkan banyak sekali masyarakat yang belum menggunakan masker.

“Padahal udah puluhan ribu masker disebar, ternyata maskernya dikantongi saja,” sebutnya.

Sementara Ketua Kolegium Kedokteran Keluarga Dr. dr. Isti Ilmiati Fujiati, M.Sc, CM-FM, M.Pd.Ked menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Sumbar atas kesediaannya memfasilitasi peluncuran program PDKI Tanggap Covid-19 di Sumatera Barat.

Menurutnya sebagai organisasi profesi dokter penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat primer, PDKI akan berperan sebagai pelengkap kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Akademisi dari Fakultas Kedokteran Univesitas Sumatera Utara ini menerangkan, disamping untuk menurunkan resiko prilaku pada pasien yang terinfeksi Covid-19, tujuan program yang digagas PDKI adalah guna menurunkan resiko klinis pada pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta.

“Fokus kepada pasien yang menderita komorbid, seperti diabetes, hipertensi dan penyakit menular tuberkulosis dan kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak dan lansia,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.

Ia berharap dokter keluarga harus mampu berperan sebagai konsultan medis bagi pasien
Covid-19.

“Pasien itu stres, depresi tertekan, kita butuh orang yang dapat mengeluarkan pasien dari tekanan ini,” harap Andani. (ISC/ MMC DiskominfoSB)


Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat


MPA, SUKARAMI -  Meski berada pada ruang yang terpisah dan terentang jarak dari lokasi masing-masing, Peserta Bimtek online tetap semangat, bersatu dan kompak. Bimtek dengan Tema "Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Tanaman Padi dan Cabai" diikuti oleh 395 peserta diantaranya beberapa Kepala UPT lingkup Kementan, Kadis Pertanian, dan hampir seluruh Penyuluh Pertanian Sumatera Barat, POPT, Peneliti Penyuluh LO BPTP Sumbar, mahasiswa dan swasta, tak hanya dari Sumatera Barat tetapi juga dari berbagai Provinsi lain yang berminat mengikuti Bimtek ini, Rabu (10/6).

Dalam sambutannya kepala BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra, M.Si menyatakan Bimtek ini di gelar guna mendukung peran penyuluh dan pendamping petani di lapangan dalam mensukseskan program Kostratani di Sumatera Barat, ia berpesan agar penyuluh Sumatera Barat bisa terus meningkatkan kapasitas diri. "Kami akan terus mendukung pendampingan petani, untuk itu kami menggelar Bimtek yang diutamakan untuk pelaksana Kostratani Sumbar, semoga Bimtek online ini bermanfaat bagi para peserta sekalian" pungkasnya.

Kepala Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) yang turut hadir dalam Bimtek Online memberi Apresiasi terhadap BPTP Sumbar yang telah menyelenggarakan Bimtek dan melibatkan peneliti Balitsa sehingga bisa berinternet dengan penyuluh Sumatera Barat dan seluruh peserta Bimtek yang hadir.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan perkebunan Sumbar yang di wakili oleh Suardi, SP menyampaikan bahwa materi Bimtek ini sangat cocok dengan kondisi lapangan, dimana masih banyak serangan  OPT sehingga sangat penting peningkatan pengetahuan mengenai Pengendalian HPT.

Narasumber Bimtek online dihadirkan peneliti Balitbangtan yang Ahli pada bidangnya masing-masing. Dr. Agus Anggara Wahyana, S.Si, M.Si Peneliti Puslitbangtan yang membahas mengenai Pengendalian Hama Tikus, Dr. Rahmini, S.Si, M.Si Peneliti Puslitbangtan membahas mengenai Pengendalian Hama Wereng dan Dr. Bagus Kukuh Udiarto, MP Peneliti Balitsa yang membahas mengenai Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe, dimoderatori oleh Peneliti BPTP Sumbar Ir. Ismon, L. M.Si. Puluhan pertanyaan yang diajukan peserta baik secara langsung maupun melalui chat, di jawab dengan baik dan interaktif oleh Narasumber.

Bimtek Online yang berlangsung dari pukul 9.00 hingga 12.30 itu diikuti dengan Antusias oleh peserta, beberapa orang peserta melalui Chat group menyatakan bahwa sangat tertarik dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dan berharap BPTP Sumbar kembali menggelar Bimtek Online dengan tema lain yang menarik dan sesuai kebutuhan peserta.  (W)

Sumber : BPTP

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.