-->

Latest Post

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 sudah didepan mata. Pilkada serentak seluruh Indonesia yang akan digelar pada bulan 9 Desember 2020, tentu sangat berbeda dengan Pilkada-pilkada sebelumnya, karena berlangsung dalam suasana pandemi yang belum usai.

“Seperti kita ketahui bahwa Bapak Presiden sudah mengeluarkan Perpu No. 2 Tahun 2020 tentang Penundaan Pilkada, yang intinya akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020, kecuali jika ada permasalahan lain yang luar biasa dapat ditunda keperiode berikutnya,” kata Mendagri diawal sambutannya.

Berikutnya Mendagri sampaikan setelah disepakati bersama-sama melalui rapat-rapat dengan pihak-pihak terkait, dan rekomendasi dari Kepala Gugus Tugas Pusat Covid serta konsultasi dengan Kementerian Kesehatan, bahwa kita di era New Normal ini optimis gelar Pilkada. 

Melalui kegiatan rakor virtual, Rabu (24 Juni 2020) bersama seluruh Kepala Daerah seluruh Indonesia yang melaksanakan Pilkada serentak Rabu (24 Juni 2020), disampaikan Mendagri bahwa pelaksanaan Pilkada serentak sekarang harus mengikuti standar protokol kesehatan, seperti pakai masker, sarung tangan dan jaga jarak.

Tambah Tito, mulai hari ini 24 Juni 2020 akan dilakukan verifikasi faktual calon perorangan door to door dan pada tanggal 15 Juli 2020 nanti verifikasi dan pemutakhiran data pemilih juga sudah harus dilaksanakan.

Dari data KPU yang biasanya setiap TPS berjumlah 800 pemilih, namun ditengah situasi pandemi, jumlah tersebut dikurangi menjadi 500 pemilih per TPS. Dengan pengurangan pemilih disetiap TPS akan mengakibatkan bertambahnya jumlah TPS yang semula 276 ribu menjadi 304 ribu seluruh Indonesia. Hal ini tentu berimplikasi terhadap penambahan pembiayaan pelaksanaan Pilkada.

Semua pelaksanaan pilkada nanti mulai dari persiapan, penyelenggaraan semuanya dipastikan sesuai dengan standar kesehatan, mulai dari petugas keamanan maupun pemilih, seperti penggunaan masker, sarung tangan dan hand sanitizer.

Kepada KPU dan Bawaslu, Mendagri menghimbau agar melaksanakan Pilkada serentak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan, dan hasilnya nanti sesuai dengan yang harapan masyarakat.

Diakhir sambutannya, Mendagri berharap kepada KPU dan Bawaslu yang memiliki kewenangan, amanah dan tugas untuk melancarkan jalannya pilkada tanpa adanya konflik yg signifikan. (RYH/MMC DiskominfoSB)

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera 

Photo Istimewa 

MPA, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memperbolehkan kawasan pariwisata alam yang berada di zona hijau dan kuning dibuka untuk umum ditengah pandemi virus corona. Kebijakan itu bagian dari dimulainya aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko virus corona paling ringan.

Pariwisata alam yang diperbolehkan untuk dibuka secara bertahap antara lain, kawasan wisata bahari, kawasan konservasi air, kawasan wisata petualangan, kawasan taman nasional, kawasan taman wisata alam.

Kemudian kawasan hutan raya, suaka margasatwa, geopark, pariwisata alam non kawasan konservasi, kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata dan kawasan wisata alam yang dikelola masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan bahwa TNI-Polri siap untuk melakukan pengamanan dan pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata tersebut.

“Personel TNI-Polri akan ikut membantu pemerintah dalam hal ini gugus tugas dalam mengatur dan mengedukasi masyarakat agar menghabiskan waktu liburannya di tempat wisata tetap menerapkan standar protokol kesehatan,” kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan kehadiran TNI-Polri bukan semata-mata untuk penegakan hukum. Namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 itu.

Menurutnya, aparat keamanan akan membantu memberikan sosialisasi, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya melakukan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami, TNI-Polri akan mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat. Kami tetap dalam kerangka bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal standar protokol kesehatan,” papar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga sempat menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk membantu pemerintah di 1.800 titik dalam mendisiplinkan masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tujuannya, agar Indonesia bisa menerapkan tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal.

Argo menambahkan, dengan hadirnya TNI-Polri dalam mengedukasi masyarakat soal protokol kesehatan di masyarakat sudah sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk bisa menerapkan new normal.

“Dengan begitu, pola adaptasi kebiasan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 akan bisa terwujud,” ujar Argo.

Bahkan disisi lain, kata Argo, beberapa Polda sudah bergerak untuk membantu memulihkan sektor pariwisata seiring kebijakan pemerintah menjelang New Normal. Terutama pada wilayah yang terdapat potensi destinasi pariwisata.

Dia mengatakan sektor pariwisata memberikan kontribusi yang signifikan untuk penciptaan lapangan kerja, membawa devisa, investasi, dan merangsang hampir semua sektor lainnya. Itulah sebabnya, pihaknya bekerja keras dalam mempercepat pemulihan sektor pariwisata.

“Tugas kami bagaimana meyakinkan wisatawan baik domestik maupun internasional agar kembali melancong di Indonesia tanpa khawatir akan penularan Covid-19,” tutur Argo.

Sejumlah Polda lanjut dia sudah bergerak untuk mengawal fase pemulihan sektor pariwisata. Puluhan bahkan ratusan personil diterjunkan untuk pendisiplinan.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar 

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Padang menyerahkan 10 unit alat tempat untuk mencuci tangan (westafel) ke Polda Sumbar. Alat tersebut merupakan hasil karya dari personel Polda Sumbar yang telah mengikuti pelatihan di BLK.

Penyerahan ke 10 tempat cuci tangan ini diserahkan oleh Kepala BLK Padang, Syamsi Hari kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, Selasa (23/6) di Mapolda Sumbar, dengan dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si dan Pejabat Utama Polda Sumbar.

Usai menerima alat tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menyampaikan terimakasihnya kepada BLK Padang yang telah memberikan pelatihan pembuatan alat untuk mencuci tangan kepada personel Polda Sumbar.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, S.Ik menyebutkan, dari 10 unit alat tempat cuci tangan ini nantinya 4 unit akan digunakan di seputaran Polda Sumbar.

“Untuk mempermudah personil dan masyarakat yang berkunjung untuk melakukan cuci tangan saat berada di Mapolda Sumbar. Jadi saat datang, disini kami telah sediakan tempatnya,” katanya.

Lanjut Kombes Pol Satake, sedangkan 6 unitnya lagi akan diserahkan untuk masyarakat sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 74 tahun 2020.

“Ini sebagai upaya kami (Polda Sumbar) dalam mencegah penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya.(**) 

Sumber bidhumas polda sumbar


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.