-->

Latest Post

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Polda Sumatera Barat melaksanakan Gelar Operasi (GO) bulanan. GO ini dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan tugas dan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sumbar selama Januari 2021.


Kegiatan ini dibuka oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH, Rabu (10/2) di Payakumbuh. Dengan mengikut sertakan Pejabat Utama Polda Sumbar dan Kapolres sejajaran. 

Selain melakukan anev, Kapolda juga memberikan beberapa penekanan kepada seluruh Kapolres, diantaranya agar meningkatkan terus ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wataʿala dengan memelihara moralitas dan mentalitas


"Program 100 hari Kapolri segera dijabarkan dan diimplenetasikan. Serta kebijakan pimpinan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro segera direalisasikan dengan langkah-langkah yang implementatif dan mudah dikerjakan dan dibuatkan pelaporan," ucap Irjen Pol Toni Harmanto. 


Menghadapi libur panjang akhir pekan perayaan Imlek, kata Kapolda, agar tempat areal publik dan tempat wisata diperketat dengan menerapkan batasan waktu, pembatasan pengunjung dan dibuat perjam dengan penjagaan serta pengawasan yang ketat


"Terus lakukan langkah-langkah kepolisian untuk meminimalisir isu-isu Covid yang terus berlangsung," jelasnya. 


Irjen Pol Toni menyampaikan untuk mengadopsi aplikasi-aplikasi yang dimiliki  Polda untuk diterapkan di Satwil dalam

mempermudah pelaksanaan tugas.


"Ingatkan terus anggota yang masih coba melanggar dan  menyalahgunakan narkoba dengan ancaman pecat dan pidana," tegas Kapolda Sumbar. 


Selanjutnya, terkait program Kapolri untuk mendukung kepemilikan rumah, agar melaksanakan sosialisasi kepada seluruh anggota dan tingkatkan terus kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan anggota diluar jam dinas sebagai tambahan penghasilan.


Kemudian katanya, terkait kasus Solok Selatan agar mengingatkan anggota dalam hal penggunaan senpi.


"Sertifikasi lahan-lahan Polri dan lakukan langkah-langkah pemanfaatan lahan tidur untuk dapat bernilai ekonomis guna  meningkatkan kesejahteraan anggota," bebernya.


"Laksanakan terus kegiatan kegiatan kepolisian dengan stakeholder lain sehingga ada perubahan warna dalam penetapan status zona lebih baik lagi," pungkas Kapolda menambahkan. 

Selanjutnya, Kapolda juga memberikan penghargaan kepada Polres dan personel yang berprestasi dalam melaksanakan tugas. 


1. Piagam dan Pin dari Kemenpan RB tentang WBK yang diterima oleh Kapolres Payakumbuh


2. Pin Emas dari Kapolri yang diterima oleh Bripka Dewi Suryani, personel Polres Solok  tentang Satgas Unamid dalam hal  membangun Mesjid di Darfur, Sudan.


3. Pin Perak dari Kapolda Sumbar kepada 3 orang Polwan Bhabinkamtibmas. Penghargaan ini diwakili oleh Briptu Tari Likista, personel Bhabinkamtibmas Nagari Padang Laweh, Polsek Koto VII Polres Sijunjung.


Selanjutnya, Piagam dari Kapolda kepada 49 orang personel, yang terdiri dari 

1. Bidang Ops diwakili Iptu Endri Has (Kasat Narkoba Polres 50 kota)


2. Bidang Pembinaan, diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Solok Kota. 


3. Terbaik I penyelesaian perkara tingkat Polres tahun 2020, yang diterima oleh  Bripka Hidayatul Akbar.


5. Piagam penghargaan keberhasilan dalam pengurusan sertifikat tanah Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumbar di Padang Panjang. 


Kemudian, piala bergilir diterima oleh Polres Pariaman dalam hal kategori Polres terbaik penyelesaian perkara gangguan kamtibmas dan upaya pencegahan Covid-19. (bhps)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH memimpin Apel Pelepasan Bhabinkamtibmas sejajaran Polda Sumbar, sebagai tracer penyebaran virus corona (Covid-19), Kamis (11/2).


Kapolda yang saat itu menyampaikan amanat dari Kapolri menuturkan, bahwa Polri menyebar lebih dari 40 ribu personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Indonesia, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Setidaknya daa 40.366 personel Bhabinkamtimbas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai 7 langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ucap Irjen Pol Toni Harmanto. 


Hal ini katanya, seiring dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 ini.


Saat ini, Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.


“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Kapolda membacakan amanat Kapolri. 


Dalam hal tersebut, Kapolri berharap kepada seluruh tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 yang telah diberikan pelatihan, akan menjadi tenaga Polri yang cakap dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.


Selanjutnya, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di masyarakat, Kapolri juga menekankan adanya sikap senantiasa bersinergi dengan seluruh Babinsa TNI dan juga petugas dinas kesehatan di wilayah masing-masing.


Kapolri juga menyebut, di luar tantangan dan kesulitan yang datang bersama pandemi Covid19, pihaknya juga harus senantiasa optimis bahwa selalu ada peluang untuk membuat lompatan kemajuan. 


Tidak hanya keluar dari situasi krisis pandemi Covid-19, tapi bahkan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi sejajar dengan negaranegara maju di dunia.


“Bapak Presiden RI telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi Covid- 19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen Bangsa harus bahu membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Optimisme masyarakat harus terus dijaga dengan keseriusan dan upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19,” ucapnya. 


Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik menyebut, apel kesiapan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia ini digelar bersama tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan Bhabinkamtibmas sebagai tracer.


"Ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 dan mendukung program vaksinasi nasional," pungkasnya.


Apel ini dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, Bhabinkamtibmas se Sumbar (diwakili Bhabinkamtibmas Polresta Padang), tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda Sumbar. (bhps)

BANDA ACEH - MEDIAPORTALANDA - Kepolisian Daerah Aceh, Kamis (11/02/2021) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 353 Kg jaringan internasional dan dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil di Aula Serba Guna Mapolda Aceh.

Konferensi pers tersebut ikut didampingi oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Raden Purwadi, S.H, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, S. I. K., M. H, Kakanwil Bea Cukai Safuadi, Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Pol. Ade Sapari, S.I.K., S.H beserta Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S. H., S. I. K., M. Si.


Kapolda Aceh dalam konferensi pers tersebut mengungkapkan, di satu sisi ini merupakan suatu keberhasilan polri dalam memberantas narkotika, namun di sisi lain Kapolda Aceh sangat prihatin melihat masih ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 353 Kg  di Aceh.


"Saya prihatin melihat sabu seberat itu masih ada di Aceh, ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh," ucap Kapolda.


Kapolda mengharapkan, dalam hal ini awak media agar ikut membantu kepolisian untuk mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkotika dan ikut membantu memberantasnya.


"Awak media harus ikut membantu kepolisian dan kita semua harus bersatu untuk memberantas narkotika. Kalau tidak, mereka akan memanfatkan setiap celah untuk mensuplay narkotika ke Aceh," ujarnya.


"Kita harus menyamakan visi untuk membebaskan aceh dari peredaran narkotika. Kita dari kepolisian juga siap menindak tegas dan terukur agar mereka tidak coba-coba memasok narkotika ke Aceh," tegasnya.


"Ini semua kita lakukan untuk menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyak 1.760.000 jiwa dari barang haram tersebut," tegasnya lagi.


Di samping itu, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, S. I. K., M. H juga menambahkan, sebenarnya informasi yang kami dapat sudah dari pertengahan Desember. Setelah itu langsung membentuk tim dan melibatkan pihak Bea Cukai karena modus mereka menggunakan jalur laut.


Ia menjelaskan, negara penghasil narkoba terbesar saat ini adalah Meksiko, Myanmar, dan Negara Timur Tengah yaitu Afganistan.


"Nantinya kami juga akan bekerja sama dengan kawan luar negeri dan agenci penegak hukum internasional," ucapnya.


Oleh karena itu Krisno mengharapkan, semua pihak harus bekerjasama dan pengungkapan ini merupakan hasil dari kerjasama tersebut.


"Kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba ini, karena kejahatan internasional khusus narkotika saat ini juga dilakukan dengan cara teroganisir, maka kita juga harus terorganisir untuk memberantasnya," pungkas Jenderal bintang satu dari Mabes Polri tersebut. (bhps)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.