-->

Latest Post

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menggelar bakti sosial dalam bentuk donor darah dan donor plasma konvalesen, Kamis (18/2) di ruang Jenderal Soekanto Mapolda Sumbar. 

Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik dan Kabiddokkes Kombes Pol drg. Lisda Cancer menyebut, donor darah ini dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tahun 2021.


"Ada sekitar 300 personel yang akan melaksanakan donor darah. Ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya. 


Kapolda menuturkan, selain donor darah, dalam kegiatan sosial tersebut juga dilakukan donor plasma konvalesen. 


"Diambil dari mereka (penyintas Covid-19) dengan alat yang ada di rumah sakit. Jadi merupakan kegiatan sosial yang rutin kita lakukan," ungkapnya. 


Donor plasma konvalesen merupakan metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19 yang dapat diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat.


Sementara, Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu menyebut, dari 300 personel yang direncanakan ini, sebanyak 232 yang bisa melakukan donor.


"Donor plasma 46, yang lulus screening 12 orang. Donor darah 138 orang," ujarnya. 


Dari 138 pendonor darah tersebut, terkumpul sebanyak 42 kantong golongan darah A, 32 kantong golongan darah B, 9 kantong golongan darah AB, dan 55 kantong golongan darah O.(bhps)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Keberhasilan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan dan memajukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang sejauh ini memang patut diacungi jempol. 

Hal itu pun ternyata menjadi alasan utama bagi Tim Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.


"Pada intinya kami dari Bapemperda DPRD Sumut ingin mendapatkan masukan sambil konsultasi secara langsung dengan Pemko Padang. Yaitunya sekaitan menindaklanjuti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Atas Perda Provinsi Sumut No.3 Tahun 2018 tentang PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut. Ranperda ini sedang tahap penyusunan untuk dijadikan Perda ke depan," ungkap Ketua Bapemperda DPRD Sumut Thomas Daci dalam pertemuan bersama Pemko Padang dan Perumda Air Minum Kota Padang di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (16/2/2021).


Mewakili rombongan Thomas pun mengutarakan niatan Bapemperda yang ia pimpin tengah mengupayakan perubahan nama PDAM Tirtanadi sebagai BUMD yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumut agar dapat berubah status menjadi Perumda atau Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) nantinya.


"Kita melihat pola manajemen Perumda Air Minum Kota Padang sangat bagus. Hal inilah yang diharapkan bisa ditiru oleh Pemprov Sumut ke depan. Alhamdulillah, dari pertemuan dan diskusi kali ini kita mendapatkan langkah dan upaya yang mesti dilakukan ke depan. Sehingga pembentukan Perda yang akan kita buat untuk perubahan status PDAM Tirtanadi jelas arahnya. Apakah menjadi Perseroda atau Perumda nantinya. Insya Allah setelah ini kita akan bahas dengan Pemprov Sumut," tukasnya.


Sementara itu, Wali Kota Padang diwakili Sekda Amasrul bersama Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal menyambut hangat kedatangan rombongan Tim Bapemperda DPRD Sumut. Dimana di dalam rombongan Bapemperda tersebut juga diikuti Biro Hukum, unsur perwakilan PDAM Tirtanadi Sumut dan Biro Bina Perekonomian Provinsi Sumut.


"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita sangat menyambut baik atas kunjungan kali ini. Semoga tercapai tujuan dan harapan yang kita inginkan. Kita juga mendoakan, mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan lancar," harap Sekda.


Di kesempatan itu juga hadir mendampingi Sekda Amasrul yakni Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar dan Kabag Hukum Yopi Krislova.


Pada kesempatan itu,  Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal memaparkan, sekaitan perubahan nama dan status Perumda Air Minum Kota Padang yang sebelumnya PDAM dilakukan tepatnya 3 Maret 2020 yang lalu.


"Sehingga dengan berubahnya status PDAM menjadi Perumda, maka akan sangat mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat yang akan dilakukan oleh Perumda Air Minum Kota Padang ke depan. Karena ada usaha lain yang dapat dikembangkan, salah satunya pengembangan produk air kemasan," ungkapnya.


Hendra melanjutkan, adapun perubahan badan hukum dari PDAM menjadi Perumda yaitunya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD.


Adapun 2 kriteria BUMD tersebut, kata dia, pertama Perumda, dan kedua Perseroda. Pilihan akhirnya jatuh pada label Perumda. Label ini berdasarkan Perda No.1 Tahun 2020 tanggal 15 Januari 2020.


"Karena kepemilikan PDAM Kota Padang ini hanya Pemko Padang, maka dipilih jadi Perumda Air Minum Kota Padang. Ini sudah disahkan Pemko Padang dan DPRD," imbuhnya.


Dengan adanya perubahan status menjadi Perumda ini, sambung Hendra lagi, maka pihaknya berkewajiban memberikan kontribusi kepada pemilik modal dalam hal ini Pemko Padang setiap tahunnya. Itu dilakukan jika pelayanan sudah mencapai 80 persen. Di sisi lain sebagai pemilik modal, Pemko Padang juga berkewajiban menyerahkan pernyataan modal kepada perusahaan. 


"Pada 2019, PDAM mendapat pernyataan modal sebesar Rp21 miliar dari Pemko Padang. Dengan perubahan nama itu kewajiban kita kepada Pemko Padang tentang pembagian laba yaitu sebanyak 55 persen dari laba  yang disetorkan ke Pemko. Alhamdulillah lima tahun kedepan kita dapat penyertaan modal Rp150 miliar, jika dibagi lima sekitar Rp30 miliar pertahun," tukasnya.(David)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Pemerintah Kota Padang menyambut baik bakal hadirnya sebuah wahana wisata baru di kawasan Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan.

Objek wisata yang dinamai 'The Marawa' Restaurant dan Beach Resort itu bersiap menyajikan wahana hiburan dan arena bermain bagi masyarakat atau pun wisatawan dengan nuansa alam dan keindahan Pantai Air Manis yang begitu mempesona.


Meski masih dalam tahap pembangunan, resort tersebut terlihat pembuatannya didominasi material kayu bambu dan batu alam, serta sentuhan arsitektur lokal Minangkabau.


Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, dengan akan hadirnya The Marawa Restaurant dan Beach Resort yang dimiliki oleh PT. Marawa Resort Pantai tersebut, semoga dapat mendukung peningkatan aktifitas pariwisata di Kota Padang. Hal itu pun tentu juga diharapkan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga bermuara pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang.


"Kenapa karena memang, di sini nanti selain menikmati keindahan pantai pengunjung juga akan disajikan berbagai macam arena hiburan keluarga, sajian kuliner, penginapan, wisata pulau serta tampilan seni budaya tradisional Minangkabau. Maka dari itu, atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat menyambut baik akan hadirnya The Marawa Resort ini," ungkap wako saat meninjau lokasi objek wisata baru yang sedang tahap pembangunan tersebut.


Dalam kesempatan itu juga hadir mendampingi wali kota diantaranya Sekda Kota Padang Amasrul, Kepala Bappeda Medi Iswandi, Kepala DPMPTSP Corri Saidan, Kepala Dinas PUPR Yenni Yuliza, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal serta Camat Padang Selatan Teddy Antonius dan pihak terkait lainnya.


Lebih lanjut Mahyeldi pun mengapresiasi pihak PT. Marawa Resort Pantai yang ikut memberdayakan masyarakat sekitar. Baik dalam pengelolaan parkir, jasa perahu wisata ke pulau-pulau maupun menyajikan kuliner dan lain sebagainya.


"Maka dari itu, ini sesuatu yang sangat ideal sekali tentunya. Ketika ada investasi masuk dan kemudian masyarakat sekitar mendapat manfaat yang positif daripada investasi tersebut. Jadi itu yang kuta harapkan, karena jangan sampai masyarakat sekitar tidak mendapatkan apa-apa. Insya Allah semoga pembangunan The Marawa Resort ini akan berjalan lancar ke depan, sehingga menjelang bulan Ramadan atau Lebaran nanti bisa diselesaikan," tukas wako mengakhiri.


Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PT. Marawa Resort Pantai Zuhrizul Chaniago mengungkapkan objek wisata The Marawa ini memiliki konsep bagaimana pengunjung atau wisatawan menikmati keindahan pantai dengan begitu nyaman. Sebagaimana ownernya adalah Doni Oscaria dan Ricky Donal selaku perantau Minang yang sukses dan berkeinginan memajukan pariwisata di Kota Padang.


"Kita pun juga menyuguhkan beragam menu kuliner, pertunjukan seni tradisional Minangkabau serta beragama wahana bermain dan hiburan, sarana olahraga dan 'ball room'. Lebih kurang kita mencoba menyamai seperti yang ada di Bali. Karena memang kita melihat di Padang ini belum ada objek wisata yang wisatawan kelas premium itu bisa menikmati kuliner sambil menikmati pantai," ungkapnya.


Zuhrizul melanjutkan, untuk pembuatan The Marawa Resort tersebut pihaknya juga mengedapankan fungsi masyarakat sekitar. Termasuk untuk urusan perparkiran, sentra UMKM serta berbagai jasa yang dibutuhkan pengunjung atau wisatawan.


"Termasuk kita akan berencana membina dan melibatkan anak nagari yang ada di kawasan Air Manis ini untuk terus latihan beragam  seni budaya tradisional Minangkabau. Baik itu silat, randai, tari-tarian dan lainnya. Mereka pun akan kita tampilkan nanti di depan pengunjung," sebutnya.


Lebih jauh Zuhrizul pun berharap pembangunan The Marawa Resort bisa berjalan dengan lancar. Karena masih dalam suasana wabah Covid-19 pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap.


"Tahap pertama pembangunan restaurant dulu, tahap kedua kolam renang dan selanjutnya penyediaan atraksi wisata seperti permainan banana boat, paracyling dan lain sebagainya. Insya Allah awal 2022 semua pembangunannya kita perkirakan sudah selesai," jelasnya bersemangat.(David)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.