-->

Latest Post


JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan serangkaian kegiatan dalam kunjungannya ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (4/3/2021). 


Selain meresmikan Kampung Tangguh Mang Pedeka di Komplek Pakri Palembang, Kapolri juga melaunching aplikasi Polisi Dulur Kito (Dedikasi, Unggul, Legal, Jujur, Kerjasama, Inovatif, Tegas dan Obyektif). 


Kemudian meresmikan rehabilitasi masjid Assa'adah Polda Sumsel dan groundbreaking pembangunan masjid Al-Aman di Kamplek Pakri Palembang. 


Kapolri mengapresiasi aplikasi yang dibangun oleh Polda Sumsel yang sejalan dan senafas dengan programnya yakni transformasi menunu Polri yang Presisi. 


"Adanya aplikasi Polda Sumsel dalam pelayanan publik diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mendapat pelayanan Kepolisian," kata Kapolri Listyo Sigit dalam keterangan tertulis. 


Terkait Kampung Tangguh Mang Pedeka, lokasinya memanfaatkan lahan kosong berupa tempat pembuangan sampah yang berada di kompolek perumahan Pakri. 


Dari situ, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kolam-kolam ikan yang diprakarsai dengan pembuatan kolam balam untuk ikan dan juga dibuatkan kebun sayur mayur yang berada diantara kolam-kolam ikan tersebut.


Tidak hanya itu, Kampung Tangguh Mang Pedeka juga dilengkapi dengan pembuatan Posyandu dan posko penanggulan Covid yang beranggotakan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perangkat kesehatan yang dilengkapi dengan APD dan lainnya untuk pendukung posko Covid-19. 


Kapolri berharap dengan adanya Kampung Tangguh Mang Pedeka ini bisa menekan laju penularan Covid-19 sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo. 


"Yakni menghilangkan wilayah yang zona merah menjadi kuning atau oranye, serta melakukan penerapan 3 M dan 3 T," tandas Listyo.  


Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memberikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi personel Polda Sumsel Bripka Chandra berupa tiket sekolah Perwira atau SIP.  


Anggota dari Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Sumsel itu dinilai telah bekerja melampaui tugas yakni menjadi pengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kepayang, Kabupaten Musi Banyuasin.(bhps)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - Memasuki bulan akhir triwulan pertama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Hendri selaku Kuasa Pengguna Anggaran menggelar rapat dinas bersama seluruh unsur pengelola Keuangan pada Kanwil Kemenag Sumbar di ruang kerja Kakanwil, Selasa (2/03).


Kakanwil didampingi Kabag TU, H. Irwan dan Kabid PHU, H. Joben memberikan pengarahan dan bimbingan terkait pengelolaan Keuangan TA 2021 dengan tujuan mengatur strategi bagaimana agar target dalam percepatan serapan anggaran terwujud. Rapat ini dilaksanakan 4 sesi, untuk sesi pertama Sekretariat dan Bidang PHU, Sesi kedua Bimas Islam, Sesi ketiga Pendidikan Islam dan sesi keempat Pembimas.


Dalam arahannya, Kakanwil menyatakan akan sangat kecewa jika ada anggaran yang kembali kepada negara karena itu menandakan bahwa ketidak seriusan dalam mengelola keuangan negara. 


"Kita sudah diberikan kepercayaan oleh Negara untuk mempergunakan anggaran tersebut sesuai dengan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan namun karena ketidak seriusan kita menjadikan anggaran tersebut tidak terserap maksimal dan kembali kepada Negara. Hal ini bisa menjadikan tolok ukur bagi pemerintah dalam mengucurkan dana kepada kita sebagai instansi yang mengelola bidang keagamaan, jelas saja ini akan merugikan kita,” terang Kakanwil lagi.


“Karena hal itulah hari ini kita seriuskan sehingga target-target yang telah kita sepakati dalam penyerapan anggaran bisa tercapai. Saya akan memberikan reward kepada bidang atau subbag yang bisa mencapai target penyerapan anggarannya,” tambahnya.  


Adapun target pencapaian serapan anggaran yang disepakati adalah, triwulan I sebanyak 20% dari total anggaran, triwulan II sebanyak 55% dari total anggaran, triwulan III sebanyak 85% dari total anggaran, triwulan IV sebanyak 99% dari total anggaran.


“Penguasaan, pengendalian dan pengembangan tusi perlu ditingkatkan sehingga bisa mendukung dalam pencapaian target-target,” ujar Kakanwil lagi.


“Terkait PMK 113, jika ada kendala langkah terbaik adalah surati irjen perihal kendala tersebut dan petunjuk dari irjen tersebut jadikan pegangan dalam proses penyerapan anggaran,” ulasnya.


“Saya berharap sangat bantuan bapak ibu semua baik sebagai PPK, sebagai BP, sebagai BPP dan pengelola keuangan bisa menguasai tusi dengan baik melaksanakan secara maksimal dan mengevaluasi kinerja secara berkala sehingga kita mengetahui kelebihan dan kelemahan untuk perbaikan, dan kepada semua pihak pengelola keuangan baik BP, ataupun BPP diharapkan saling koordinasi dengan KPA dan PPK, buat pertemuan terjadwal setiap bulan untuk membicarakan segala hal yang terkait dengan penyerapan anggaran ini,” jelas Kakanwil.


“Terakhir saya berharap pada tahun 2021 bisa mencapai target yang kita sepakati di awal,” tutup Kakanwil.  


Rapat ini ditutup dengan Penandatanganan Surat Pernyataan Pencapaian Target penyerapan anggaran TA 2021 oleh Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri selaku KPA, dilanjutkan oleh Kabag TU selaku PPK Sekretariat, H. Irwan, diikuti PPSPM, BP, BPP, PPABP, terakhir oleh Staf Pengelola Keuangan. [DW]


JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Di Microsoft Developer Conference 2021 bertajuk “Accelerating Indonesia’s Digital Economy”, Presiden RI Joko Widodo mengatakan transformasi digital adalah pintu masuk agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa masuk dalam marketplace digital. Karenanya dia menekankan transformasi digital harus menyentuh jutaan UMKM di Indonesia.


Selain memperbanyak program pelatihan penggunaan teknologi digital, seperti pelatihan daring yang dilakukan pemerintah melalui program Kartu Prakerja. Jokowi juga mengajak peran aktif komunitas digital dalam mempercepat transformasi digital.


Seperti membangun investasi pembangunan pusat data, percepatan program literasi digital, dan pengembangan talenta digital secara masif. Sebab transformasi digital, kata Jokowi, juga merupakan kunci untuk bertahan di masa pandemi Covid-19.


Transformasi digital yang disampaikan Jokowi tersebut sejalan dengan program UMKM Aku Cinta Memiles (ACM). Di mana UMKM tidak hanya mendapatkan bantuan promosi, tapi juga bantuan penjualan, pendampingan usaha, dan bantuan modal usaha.


Executive Board UMKM Memiles Alisya Fianne Janne Sanger mengatakan, transformasi digital berarti membuka lapangan pekerjaan, memberikan tambahan penghasilan, serta membawa perubahan secara sosial dan ekonomi.

"Program ini sebagai bentuk komitmen ACM dalam mendukung program pemerintah dan Presiden Jokowi, yang sangat konsen terhadap perkembangan UMKM. Bagaimana UMKM ini bisa up to digital atau transformasi digital," kata Alisya yang juga Pembina JMSI Bengkulu.


Salah satu terobosan yang dilakukan ACM adalah bekerja sama dengan Indihome dan Telkomsel untuk memberikan kuota internet sebesar 50 GB selama tiga bulan, khususnya pelaku UMKM yang baru mengenal dunia digital atau pelaku UMKM di wilayah pedesaan atau pedalaman.


Pelaku UMKM tersebut akan mendapatkan program pendampingan untuk melakukan transaksi dan berkreasi terhadap produk yang dikeluarkannya di marketplace Memiles. Pelaku UMKM akan dibuat mengerti dan memahami bagaimana melakukan transaksi penjualan dan pembelian di aplikasi Memiles yang menawarkan kemudahan dan anti ribet, tidak seperti virtual assistant marketplace lainnya ataupun "kata orang-orang".


Selain itu, ACM menyadari betul bahwa banyak para pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19 dan dalam menjalankan bisnisnya terkendala masalah keuangan.


"Maka dari itu ACM melalui mitra usahanya bekerja sama untuk membantu meminjamkan dan mensupport para pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dalam transformasi digital,” lanjut Alisya.


Gandeng BPI, Targetkan Satu Juta UMKM


Sejauh ini, ACM sudah memiliki 300 ribu UMKM yang mengikuti program pelatihan atau pembinaan. Ke depan ACM menargetkan satu juta UMKM dengan melakukan kerja sama dan menggandeng komunitas atau organisasi lain. 


"Transformasi digital UMKM adalah salah satu peluang bagi ACM Memiles untuk memasarkan, mengenalkan, dan mensosialisasikan digital aplikasi Memiles dengan menggandeng pihak lain, salah satunya adalah BPI KPNPA RI," ungkap Alisya.


Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya mentransformasi digital UMKM-UMKM secara massif. Ke depan ACM akan melakukan follow up dan memberikan pelatihan terhadap masing-masing 100 UMKM yang ada di lima daerah Korwil BPI.


"Lima korwil daerah BPI yang terpilih dari ACM akan merekrut UMKM di daerahnya masing-masing. Lalu ACM akan memfollow up dan memberikan pelatihan untuk membantu UMKM bisa reformasi di digital maupun marketplace atau digital ACM tersebut. Cara ini lebih terstruktur, mereka juga bisa sharing digital ke wilayah-wilayah tersebut," jelas Alisya.


Lebih lanjut ditegaskan Alisya, menjadi harapan bersama ke depan dunia UMKM betul-betul melakukan transformasi digital. Kerja sama BPI dan ACM merupakan upaya implementasi dan menjalankan program Jokowi terkait transformasi digital UMKM.


"Program Presiden Jokowi bisa dijalankan lewat kerja sama BPI dengan ACM, karena UMKM ini adalah salah satu sumber ekonomi Indonesia dan membuat sukses UMKM ini naik kelas secara ekonomi dan finansial. ACM bukan sekadar menyiapkan marketplace, tapi kita juga mengedepankan pendampingan produk pasti terjual. Ini upaya Memiles sebagai aplikasi anak bangsa yang turut mensupport program digitalisasi UMKM pemerintah," demikian Alisya.*[-]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.