-->

Latest Post


Penulis: Agib Noerman 


Kursi wakil walikota Padang saat ini menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat. Baik kalangan pejabat, kalangan intelektual, mahasiswa bahkan rakyat badarai sekalipun. Mereka bertanya-tanya siapa yang bakal mendampingi Walikota Hendri Septa melanjutkan periode 2019-2024.


Bagi rakyat badarai, siapapun yang akan menjadi wakil walikota tentu tidak akan diambil pusing. Jika pun ada pertanyaan dari mereka itu hanya sekadar “ota lapau” yang pembicaraan mereka hanya sebatas itu.

Nah, beda polanya dengan pembahasan di kalangan pejabat, intelektual bahkan para insan pers. Diskusi kalangan tersebut bahkan sudah menonjolkan nama-nama kandidat disertai analisa-analisa dan argumen yang logis.


Diketahui, secara ketentuannya yang berhak mengusung nama untuk dipilih menjadi wakil walikota yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS). Kebetulan kedua partai tersebut sudah mengumumkan nama kandidat tersebut ke publik. Ada nama Ekos Albar dan Amril Amin di PAN, kemudian di PKS ada nama Mulyadi Muslim serta Muharlion.


Tulisan ini tidak akan membedah satu per satu nama-nama yang diusulkan kedua partai tersebut. Namun, ada hal-hal yang dinilai berkaitan dengan konstelasi politik pada tahun 2024. Bagaimanapun nantinya Hendri Septa dipastikan akan kembali bertarung pada pemilihan walikota 2024.


Suka atau tidak suka, Hendri Septa tentu memanfaatkan jabatan walikota untuk mendongkrak popularitasnya dengan tujuan terpilih pada pilwako 2024. Disinilah masalahnya, untuk menentukan wakil walikota, tentu Hendri Septa akan mempunyai hitungan-hitungan politik agar nantinya wakil walikota nanti tidak punya tujuan yang sama yaitu ikut pilwako 2024.


Ada beberapa catatan yang perlu digaris bawahi Hendri Septa dalam menentukan wakilnya. Menurut penulis, Hendri Septa harus menentukan wakil yang tidak punya kepentingan pada 2024. Artinya, untuk posisi wakil walikota nantinya adalah orang yang betul-betul menyokong dan membantu kerja Hendri Septa.


Tentu dengan kriteria calon wakil walikota seperti ini tidak menjadi beban politik bagi Hendri Septa. Namun, sebaliknya jika cawawako yang dipilih nantinya punya kepentingan untuk 2024 maka Hendri Septa diyakini punya beban politik.


Realita politik saat ini PAN memiliki kendali penuh koalisi dengan PKS. Untuk mengajukan nama dari PKS bisa saja PAN mengajukan syarat-syarat tertentu misalnya, wakil walikota “harus patuh” pada walikota. Atau PAN mau bertarung untuk posisi itu.


Penulis menilai, sebaiknya PAN mencarikan wakil walikota yang bisa bekerjasama dan membantu Hendri Septa untuk kembali menjadi orang nomor satu di Kota Padang. Kalau pertimbangannya politik pragmatis maka dengan sendirinya PAN akan kesulitan pada pilwako 2024. (*)


Agib Noerman, Pengamat dan Pegiat Media.





JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Wali Kota Padang Hendri Septa merasa bersyukur karena dimudahkan Allah Subhana Wa Ta’ala bersilaturrahmi dengan Syahrul Ujud, Wali Kota Padang periode 1983-1993 di kediamannya di kawasan Bintaro Jaya Jakarta, Kamis (20/5/2021).


Sambutan hangat sosok kharismatik itu yang juga merupakan salah satu Wali Kota terbaik yang dimiliki Kota Padang, menjadikan suasana silaturrahmi semakin nyaman dan membuat Hendri Septa merasa tercerahkan untuk memimpin Kota Padang di masa mendatang. 

“Kita mengenang jasa dan perjuangan Bapak Syahrul Ujud memimpin Kota Padang. Bersama DPRD Kota Padang, Pak Syahrul menetapkan hari jadi Kota Padang pada tanggal 7 Agustus. Dan beliau juga menjadi perintis pembangunan jalan by pass”, ulas Hendri Septa.


Ia mengatakan, Syahrul Ujud juga dikenal sebagai Wali Kota yang peduli soal kebersihan, memiliki komunikasi yang akrab dengan warga kota serta dikenal merakyat.


“Alhamdulillah, di usia 78 tahun, beliau dalam keadaan sehat walafiat. Pertemuan ini menjadi semangat baru untuk kemajuan dan pembangunan Kota Padang”, imbuhnya bagi. 


“Warga Kota Padang Tercinta, mari bersama kita doakan, semoga para pemimpin Kota Padang terdahulu beserta keluarganya, selalu sehat dan senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhana Wa Ta’ala. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin”, tambah Hendri Septa. (**)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - Layanan polisi untuk panggilan 110 kembali aktif, termasuk di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. 


"Pointnya adalah untuk kecepatan dalam memberikan pelayanan," kata Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik dan Kabid TIK Kombes Pol Noorcahyo, Kamis (20/5) di Mapolda. 

Dikatakan, saat ini pihaknya telah mendirikan Command Center sebagai pusat layanan panggilan. Dengan aktifnya layanan 110, masyarakat semakin mudah mendapat pelayanan dan semakin maksimal. 


"Khususnya terkait masalah isu ganguan kamtibmas. Ini bentuk kemajuan teknologi yang dimiliki dan dikembangkan kepolisian untuk menjawab segala tantangan," ujarnya. 


Disebutkan Kapolda, bahwa di jajarannya juga telah menghadirkan berbagai layanan berbasis aplikasi. Tak hanya untuk masyarakat, namun layanan ini juga diterapkan bagi personel dalam pekerjaan. 


"Kami sudah sejak tahun lalu juga memberikan layanan masyarakat dengan menghadirkan aplikasi-aplikasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk jajaran kami tentang masalah pekerjaan," terang Irjen Pol Toni. 


"Sehingga ini untuk menjadi jawaban. Apalagi ditambah kombinasi dengan adanya layanan 110 yang dioperasikan serentak di seluruh Indonesia," ucap Kapolda menambahkan.(bhps)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.