-->

Latest Post


PADANG - MEDIAPORTALANDA - 11 Juni 2021 - Telah menjadi kegiatan rutin buat Walikota Padang, Hendri Septa melaksanakan kegiatan jumkel (jumat keliling) bersama unsur Pemerintah Kota di beberapa masjid yang ada di Kota Padang. Jumkel kali ini bertempat di Masjid Nurul Amin, Simpang Haru.


Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal dan beberapa kepala  SKPD ikut mendampingi Walikota dalam kegiatan JumKel ini. Dalam sambutannya, Wako mengatakan kegiatan ini dapat menguatkan hubugan pemerintah dengan masyarakat.

Tidak saja sekedar berhubungan melalui jajaran dibawah dan hanya melalui telp saja, namun sudah menjadi tanggungjawab langsung Pemerintah Kota kepada  masyarakat, selain itu hal ini juga merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat agar lebih dekat dengan Pemerintah Kota, tidak sekedar melalui surat, perintah, ataupun edaran saja.


Selain JumKel, saat ini Pemerintah Kota Padang juga menambah kegiatan keagamaan lainnya yaitu Subuh Sajadah. Subuh Sajadah ini guna mendengarkan langsung dari majlis taklim/pengurus atas keluhan, saran dan aspirasi yang ingin disampaikan langsung kepada Pemerintah Kota.


Mengunjungi masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi orang tua, namun lebih kepada generasi muda. Meski dalam masa pandemi tidak menjadi penghalang bagi Pemerintah Kota untuk melakukan kegiatan keagaaman. 


Walikota juga tidak  bosan mengingatkan untuk selalu melaksanakan prokes disemua kegiatan. Karena hingga saat ini, belum ada keterangan yang menjelaskan atas masa pandemi ini kapan akan berakhir.


Diakhir sambutannya, Wako juga membahas perihal kesiapan idul adha yang akan datang dalam beberapa minggu lagi. Beliau juga meminta agar semua masyarakat dapat menjaga kesehatan sehingga pelaksanaan kegiatan dalam Hari Raya Idul Adha tahun ini berjalan lancar.


Atas nama Pemerintah Kota Padang, Walikota juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) dan 20 buah Alquran. (**)


BANGKALAN MADURA - MEDIAPORTALANDA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan Covid-19 di daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021).


Selain bertemu Forkompinda setempat, Panglima dan Kapolri juga melakukan silahturahmi dengan para tokoh agama di Bangkalan, Madura. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuda agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus corona di wilauah tersebut. 


"Kerjasama tokoh agama dengan Forkopimda bisa kita maksimalkan untuk pencegahan Covid-19," kata Sigit dalam pertemuan tersebut. 


Menurut Sigit, peran dari tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu Pemerintah dan Forkompinda. Terutama, menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan. 

Terutama, kata Sigit adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran virus corona.


"Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal Covid-19 adalah masker berdasarkan penelitian. Penggunaan masker untuk bagi seluruh masyarakat baik yang sehat dan sakit harus menggunakan masker," ujar Sigit.


Tak hanya itu, Sigit juga mengajak tokoh agama untuk menyampaikan pentingnya proses 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Mengingat, masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak mau atau sulit untuk melakukan tes Swab Antigen ataupun RT-PCR. 


"Mohon bantuan disampaikan agar kami bisa mengobati dan memisahkan. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mau Swab. Padahal tujuannya agar kami bisa tahu siapa yang sehat dan sakit serta bisa dipisahkan," ucap mantan Kapolda Banten itu.


Senada, Panglima TNI menyatakan bahwa tokoh agama di Madura memiliki peran besar untuk menyampaikan kepada masyarakat atas pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.


"Mohon bantuan para Kiyai untuk sosialisasi kepada masyarakat karena menjadi tokoh sentral untuk jelaskan protokol kesehatan," kata Hadi dikesempatan yang sama.


Untuk menekan angka Covid-19 di Bangkalan, Madura, Hadi menekankan pentingnya soal pembatasan mobilitas dari masyarakat yang terkonfirmasi positif virus corona, melakukan pelaksanaan vaksinasi nasional dan proses pemeriksaan kontak erat.


"Tracing kontak erat bila pernah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif hasil RT-PCR. Isolasi mandiri harus dilakukan dan batasi pergerakan mereka dan kami akan dukung logistik," tutup Hadi. (bhps)


JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memberikan teguran kepada Kapolda dan Kapolres yang saat ini belum melakukan penindakan terhadap aksi premanisme di wilayahnya masing-masing. 


Kapolri mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya di wilayah untuk menindak aksi premanisme dan pelaku kejahatan konvensional lainnya yang meresahkan masyarakat. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur, ini juga bagian dari program Harkamtbmas di program Presisi yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (11/6).


Sigit menekankan, mengenai hal tersebut, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Kapolda harus segera bergerak cepat untuk melakukan tindakan-tindakan tegas kepada pelaku kejahatan. 


"Semua Polda dan Kabareskrim untuk merespon cepat dan ambil langkah-langkah apabila ada pengaduan dari masyarakat terkait gangguan kriminalitas yang dilakukan para preman, pelaku curas dan tukang palak dan peras dan para pelaku kejahatan konvensional lainnya utk segera diberantas habis," ujar eks Kapolda Banten itu. 


Sigit memastikan, dirinya yang bakal langsung melakukan pemantauan kepada seluruh jajarannya terkait pemberantasan pelaku kejahatan ataupun premanisme. 


"Saya akan ikuti perkembangan di lapangannya apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum," ucap Sigit.


Tak lupa, Sigit mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110 apabila menerima perlakuan meresahkan dari oknum-oknum masyarakat. 


"Untuk membuat rasa aman dan juga tenang bagi masyarakat, sudah ada aplikasi 110 dan Dumas Presisi, apabila ada masyarakat yang mengalami gangguan terkait Kamtibmas dan kriminalitas, bisa hubungi nomor tersebut untuk segera bisa direspon anggota di lapangan," tutur Sigit.


Disisi lain, Sigit menyebut, jajarannya juga harus merilis hasil penindakannya terhadap aksi premanisme. Tujuannya, untuk membuat efek jera dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (bhps)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.