-->

Latest Post

 

Dedy, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman - Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar (BPP Wil Sumbar) saat melakukan peninjauan kelapangan.

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Ada dua tingkat kesalahan dalam konstruksi bangunan yaitu cacat konstruksi dan gagal konstruksi. Vonis ini bisa diungkapkan setelah proses pelaksanaan pembangunan final.


Cacat konstruksi dalam dunia Teknik Sipil diartikan sebagai bentuk hasil yang tidak sempurna pada suatu pekerjaan konstruksi yang samasekali tidak melewati batas toleransi. Dalam artian tidak membahayakan bagian bangunan lainnya.


Cacat konstruksi biasanya dikarenakan kesalahan kecil pekerja, dan hal ini tidak membahayakan kontruksi lainnya, namun menyebabkan ketidak nyamanan saat dipandang mata karena terkesan tidak rapinya pengerjaan. Cacat konstruksi tidak ada payung hukum atau landasan hukum yang membahas tentang hal ini.


Sedangkan gagal konstruksi merupakan kondisi kesalahan atau penyimpangan pada suatu konstruksi sehingga dapat menyebabkan bangunan tersebut runtuh atau ambruk.


Dedy, PPK Pengembangan Kawasan Pemukiman Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar (BPP Wil Sumbar) menekankan jangan mengklaim dan memvonis sebuah kondisi konstruksi yang sedang dilakukan pengerjaan sebagai cacat konstruksi atau gagal konstruksi.


"Pembangunan yang sedang berjalan tidak dapat diklaim cacat konstruksi apalagi gagal konstruksi" tegas Dedy dikutip dari GoAsianews.com (15/06/2021).


Dedy menambahkan, hal ini disebabkan karena proses pelaksanaan pembangunan sedang berjalan"


"Dan dalam proses berjalannya pembangunan tentu semua kekurangan-kekurang akan diperbaiki dan semaksimal mungkin disempurnakan" jelasnya.


Lebih rinci Dedy memaparkan, ada dua faktor pemicu penyebab kekurangan-kekurangan pada fisik kontruksi, yakni faktor teknis dan nonteknis.


"Faktor teknis biasanya dipicu oleh kekeliruan pekerja dalam menyikapi dan mengabil tindakan penanganan konstruksi terhadap kondisi struktur alam, seperti perlakuan kontruksi pada lahan/tanah gambut atau rawa. 


"Dan faktor nonteknis sendiri kerusakan bisa disebabkan oleh faktor alam seperti cuaca dan lingkungan, seperti terjadi hujan setelah penghamparan ready mix atau usia beton pada jalan belum mencukupi namun sudah dilewati oleh masyarakat. Namun kedua hal ini masih dapat diperbaiki secara dini, karena proses pelaksanaan pembangunan masih berjalan"


Dedy juga menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur yang didanai oleh Pemerintah ada aturan yang jelas, mulai dari proses perencanaan, lelang hingga pelaksanaan kegiatan pembangunan.


"Pengawasan yang ketat dan berlapis dilakukan disini"


"Dan bermain ditengah pengawasan yang ketat serta berlapis adalah sebuah kebodohan" papar Dedy.


Dedy memastikan semua yang terlibat dalam kegiatan pembangunan ini merupakan orang-orang yang ahli, yang pastinya tidak awam didunia konstruksi.


Dedy juga tidak menampik adanya kerusakan kerusakan kecil pada konstruksi fisik bangunan yang tengah digawanginya.


Terkait hal ini Dedy memastikan akan menginteruksikan pada pihak rekanan untuk segera melakukan perbaikan.


Dedy juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyuarakan kelemahan-kelemahan yang terjadi dilapangan, dengan demikian kita bisa mengatasi dan memperbaiki kerusakan-kerusakan secara dini sebelum membesar" terangnya.

(**)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - 16 Juni 2021 - Perumda Air Minum Kota Padang terus menunjukan komitmennya untuk meningkatkan kontinuitas layanan air bersih kepada pelanggan. Dengan kerja keras dan semangat tim yang tinggi, Perumda Air Minum Kota Padang totalitas dalam memberikan layanan demi kepuasan pelanggan. 


Berdasarkan informasi dari bagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, hasil supply air dibeberapa lokasi yang sedari dulu memang tak mendapatkan layanan air bersih secara kontinyu, dalam 1 (satu) bulan belakangan ini, terus menunjukan peningkatan dan kemajuan.


Purus 2 dan sekitarnya, adalah satu kawasan yang memang sudah cukup lama pelanggan didaerah ini tidak dapat merasakan dan menikmati layanan air bersih secara berkelanjutan. 

Bahkan, dibeberapa rumah, sudah benar-benar tidak mengalir sama sekali. Seperti yang dirasakan oleh salah satu warga di Purus 2, Ari, yang memiliki usaha Air Galon. 

Dulu, untuk menikmati air bersih, ia harus menunggu hingga larut malam, baru bisa menikmati layanan air bersih. 


Namun, setelah dilakukannya penguatan jaringan ke area ini, kini pelanggan sudah dapat menikmati aliran air 24 jam, termasuk beberapa Hotel Berbintang yang ada dilokasi, yang saat ini sudah terlayani dengan baik.


Perumda Air Minum Kota Padang akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Kota Padang. Penguatan jaringan secara berkala akan terus dilakukan terutama untuk daerah-daerah ujung suply yang memang memiliki masalah terhadap kelancaran distribusi air. Suply air pada beberapa daerah dengan elevasi tinggi, juga merupakan target yang harus segera dituntaskan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, jalur pipa distribusi perlu mendapatkan penyesuaian dengan kondisi real saat ini.


Support dan bantu Kami agar selalu memberikan layanan dan kenyamanan bagi pelanggan dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih. Bijaklah dalam menggunakan air, gunakan air seperlunya. **



PADANG - MEDIAPORTALANDA - 17 Juni 2021 - Setelah sukses menyelenggarakan vaksinasi Covid19 tahap I, Perumda Air Minum Kota Padang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang kembali mengadakan penyuntikan vaksinasi ke II kepada seluruh karyawan/ti pagi ini, bertempat di Truntum Hotel Padang. Tercatat sebanyak kurang lebih +/- 500 orang yang terdiri dari seluruh elemen meliputi Direksi, Manajer, Asmen, SPV, Pegawai, Pegawai Kontrak, Satgas, dan  Outsourcing dilingkungan Perumda Air Minum Kota Padang yang mendapatkan vaksinasi ke 2.


Wali Kota Padang, Hendri Septa, berkesempatan hadir dan meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi ke 2 ini didampingi oleh jajaran direksi Perumda AM Kota Padang. Beliau juga memantau pelaksanaan protokol kesehatan yang diterapkan oleh seluruh peserta selama pelaksanaan acara vaksinasi. Harapannya, vaksinasi yang diberikan kepada karyawan/ti Perumda AM Kota Padang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Kota Padang dan membantu dalam mensukseskan program pemerintah terkait vaksinasi ini.

Pelaksanaan vaksinasi ke II ini didukung oleh 4 tim vaksinator yang berasal dari Puskesmas Pemancungan, Puskesmas Nanggalo, Puskesmas Padang Pasir dan Puskesmas Seberang Padang.


Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi dosis kedua ini, pencegahan dari penyebaran covid19 dapat teratasi, dimulai dari lingkungan kerja sehingga seluruh karyawan/ti dapat melaksanakan tugasnya sebagai pelayanan masyarakat dalam pendistribusian air bersih bisa berjalan maksimal.


Semoga dengan pelaksanaan vaksinasi ke 2 ini, mampu menanggulangi penyebaran Covid19 di Kota Padang dan dilingkungan Perumda Air Minum Kota Padang khususnya.


Jaga kesehatan, pakai masker dan rajinlah mencuci tangan dengan air mengalir.  **

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.