-->

Latest Post


PADANG - MEDIAPORTALANDA - SENIN 14 FEBRUARI 2022 - Bahas persoalan subsidi pupuk dan ketersediaan di Kota Padang, Wali Kota Padang Hendri Septa, mengundang  perwakilan distributor, pengecer pupuk sekaligus perwakilan dari kelompok tani yang ada di Kota Padang.


Pertemuan yang berlangsung di kediaman resminya, orang nomor satu Kota Padang tersebut bertujuan ingin mencarikan solusi terkait masalah kelangkaan pupuk sesuai informasi yang ia terima dari petani beberapa waktu lalu.


"Alhamdulillah, ternyata pupuknya tidak langka. Cuma dikarenakan keterlambatan bongkar muat kapal yang membawa pupuk di pelabuhan. Yang seharusnya tiba di awal Januari kenyataan sampai akhir Januari kapal tersebut baru bisa sandar di Pelabuhan Teluk Bayur," ungkapnya didampingi Kepala Dinas Pertanian Syahrial.


"Penyaluran pupuk subsidi ini memang seharusnya tidak boleh terlambat, sebab petani masa tanamnya sudah jelas kapannya dan di masa awal tanam pupuk pun harus tersedia," tambah Wako menekankan.


Senada dengan itu Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat menjelaskan adapun untuk kebutuhan pupuk subsidi di Kota Padang yaitu mencapai 3.600 Ton per tahun. Sedankan yang baru bisa dipenuhi hanya 1.675 Ton terdiri dari dua masa tanam. 


"Sementara sawah yang harus diberi pupuk di Kota Padang seluas 5.216 hektar dengan rata-rata dua kali masa tanam dalam setahun menggunakan pupuk sebanyak 2.500 Ton lebih. Inilah yang harus dipenuhi untuk petani kita di Kota Padang yang lebih kurang sesuai data yang dikumpulkan berjumlah lebih kurang 11.314 orang," jelasnya.


Agar tidak ketergantungan menggunakan pupuk kimia Syahrial pun juga menganjurkan petani juga beralih memakai pupuk organik. Diantara seperti memakai pupuk darah sapi cair salah satunya hasil karya ilmiyah siswa SMK-SMAK Padang yang sudah di patenkan. 


"Pupuk tersebut hasilnya sangat memuaskan dan telah disosialisikan kepada para petani khususnya di wilayah Kecamatan Pauh dan di daerah lainnya di Sumatera Barat (Sumbar). Apalagi bahan untuk membuat pupuk organik cair dari darah sapi ini mudah didapatkan di rumah potong hewan," cetusnya.


Sementara itu Ajis perwakilan distributor pupuk urea di Kota Padang dalam kesempatan itu mengaku senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Wali Kota Padang terkait masalah ketersediaan pupuk bagi petani di Kota Padang. Hal yang sama juga diutarakan Akmal Tanjung salah satu pemilik kios pupuk seraya diiyakan peserta pertemuan lainnya. (Zal/Dv/Jp)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - RABU 15 FEBRUARI 2022 _ Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar, DT Nan Sati bersama pengurus dan  LKAAM Sumbar mendatangi Polda Sumatera Barat.


Kedatangan Ketua LKAAM Sumbar ini untuk bersilaturahmi dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH, S.Ik. MH, di ruang kerja Kapolda Sumbar. 


Dalam silaturahmi tersebut, Kapolda Sumbar didampingi Karo SDM Polda Sumbar Kombes Pol Defrian Donimando, S.Ik, dan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik.


"Agendanya adalah silaturahmi dan membahas tentang perkembangan situasi kamtibmas dan juga terkait vaksinasi di Sumbar," kata Kombes Pol Satake Bayu. 


Untuk situasi kamtibmas, sebut Kabid Humas, Ketua LKAAM Sumbar bersama Kapolda Sumbar membahas mengenai restorative justice (keadilan restoratif) dalam penyelesaian perkara maupun permasalahan oleh petugas kepolisian di jajaran Polda Sumbar untuk memberi rasa keadilan.


"Nantinya kita akan menyiapkan MoU antara Polda Sumbar dengan LKAAM Sumbar, dimana LKAAM akan dilibatkan penanganan restorasi justice melalui MoU ini," sebutnya.


Lanjut Kabid Humas, pihak LKAAM Sumbar juga akan memberikan penghargaan kepada Irjen Pol Teddy Minahasa. "Pemberian penghargaan gelar adat kepada bapak Kapolda Sumbar," pungkasnya.(bhps)

Oleh Jhon Pratama


Yang dimaksud dengan Pers pembina masyarakat yaitu di kutip dari pernyataan dari pemikir dunia tempo dulu sekitar ( 220th) yang lalu tepatnya 1802, Presiden amerika yg (3) sangat tegas menyatakan "Jika PERS" Merdeka dan warga negara bisa membaca semua akan aman.


Oleh karna itu "Pers" pembina masyarakat itu seperti yang di utarakan oleh pemikir dunia antara lain.


Floyd G arpan, tugas hakiki Pers membina masyarakat global, Nasional, lokal dan menghormati prinsip prinsip Universal Hukum dan lain-lain.


Kemudian Media Pers merupakan aset publik menjaga keseimbangan, bangun peradapan.


Lalu Pers itu mendorong Demokrasi, transparan, Akuntanblitas. Antara lain dengan keterbukaan Informasi "The people's right to know"


Harus terbangun kesadaran publik oleh karna itu menutup Informasi adalah tindakan "Kriminal" lain pada itu Pers juga harus memberdayakan daerah.


Pers Berdayakan daerah.


Pers ( Media) terikat akan tanggung jawab sosial karna tanpa Pers  keterbukaan Informasi. Program daerah bisa mandeg dan sudah pasti tidak terealisasi dgn baik.

Juga tidak ter aktualisasikan, tidak terkontrol karena tanpa partisipasi Sosial.


Selanjutnya perlu juga 'inovasi" bangkitkan antusiasme kerja keras dan tentu disiplin.

 

Dengan demikian "Pers pembinaan masyarakat" dan memberdayakan masyarakat seperti didaerah utamanya adalah Aset masyarakat daerah. 


Artinya memperkuat aktif untuk kearifan lokal.


Bersambung jr

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.