-->

Latest Post

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Tokoh Sumatera Barat dan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, MP jadi Nara Sumber di "Quest Start" dalam acara Program Silek Lidah Nagari TV dengan tema Refleksi satu tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy, Kamis (24/2/2022) malam, di  salah satu Hotel yang ada di Kota Padang.

Dalam siaran live streamingnya, Irfendi Arbi mengatakan, sejauh ini apa yang dilakukan oleh pasangan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy, sudah bagus bahkan cukup baik. Namun, ada dalam catatan kami dan ini sangat perlu dilakukan di tahun 2022-2023 kepemimpinannya, rangkul dan dekati rekan-rekan kita di media atau  "wartawan"  pintanya.

" Jika Gubernur dan Wagub bisa menjalin komunikasi dan mampu merangkul rekan-rekan media itu sangat bagus. Akan tetapi jika tidak, besar kemungkinan yang lain berpeluang atau saya siap melaju di 2024 nanti," ujar Irfendi yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Padang ini.


Eks Ketua KNPI Padang ini melanjutkan, bukan tak beralasan, sebab rekan-rekan medialah sebagai corong dan jembatan penyambung informasi ke masyarakat luas apa-apa yang telah dilakukan oleh kepala daerah sesuai dengan visi-misinya dalam aplikasinya.


Lebih jauh disampaikan Irfendi yang juga Alumni Pertanian UNAND ini , dalam catatan kami pada program unggulan di sektor Pertanian belum terlihat progresnya. Padahal, mereka berdua alumni pertanian. 


" Jika pertanian maju berkembang, tentunya perekonomianpun tumbuh berkembang. Sebab, central ekonomi bersumber dari pertanian. Apalagi Sumbar daerah agraris. Nah, andaikan ini maju kami yakin cita-cita beliau berdua menjadi Sumbar Madani akan terwujud," pungkas politisi senior ini.


Di closing statementnya, Irfendi kembali mewanti-wanti agar Gubernur dan Wakil Gubernur merangkul rekan-rekan media dan milenial kreatif Minang. Karena, kemajuan suatu Nagari tidak terlepas dari peran serta generasi muda, apalagi sekarang era digitalisasi. Dan kita harus siap untuk itu, pinta Irfendi yang juga digadang-gadangkan Cagub 2024 ini.


" Jika tidak dilakukan, yang dirugikan bukannya Mahyeldi ataupun PKS. Akan tetapi kerugian bagi masyarakat Sumbar secara umumnya," tegas Irfendi mengakhiri live streaminnya.


Maka dari itu, momen refleksi satu tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy saat semuanya bisa bangkit, mari robah system dan pola kerja, yang kurang bagus perbaiki dan yang belum terealisasikan masih ada waktu dua tahun untuk itu, ajak Irfendi. (Hr/Jp)


Oleh : Jhon Pratama


Gula batu dilemari  bakul

Di ambil anak kureaiy taji

Manga baitu , mentri yaqul

Lai stabil sanak carocaiy tadi

     Cubo batanyo kalau ndak tau

     Bulieah urang ndak ka berang

     Ambo kiniko galau sanak mau

     Sadieah berang ndak tabilang

Bajalan paliharo lah kaki

Maambieak jaan sembarangan

Heran ambo ko lah mentri

 Ndak bijak lisan omongan

    Kito ko dalam ibu pertiwi

    Samo manjago pitueah adat 

     Ambo ko diam  maunyo mentri

     Sakiro paliharo lidah manfaat

Urang pandai sangaeak paralu

Supayo bisa maaja yang lain

Berang Denai dunsanak tau

Sakiro ajaiii snekkk lisan

     MulutMu harimauMu

     Iko kiasan urang minang

     Jikalau ndak tauu kamu

     Manjago lisan urang sanang

Baa coiko denai bakato

Sampaian lisan ndak mendidik

Baa ambo takanai jo kato

Lisan pasan sanak manyakik.

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Terkait dengan rencana awal dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar untuk memberikan penghargaan berupa Gelar Adat Sangsako (gelar kehormatan Minangkabau) kepada Kapolda Sumbar, tadi siang digelar jumpa pers tindak lanjut pemberian gelar itu. 

Fauzi Bahar DT Nan Sati, selaku Ketua LKAAM Sumbar menyebut bahwa pemberian penghargaan berupa gelar adat kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH karena dilatar belakangi oleh beberapa hal, seperti atas berhasilnya menyelamatkan anak kemenakan di Sumatera Barat dengan vaksinasi.

"Saya sampaikan kepada masyarakat, kami dari LKAAM sebagai ninik mamak, kami menjaga anak kemenakan kami. Dan itulah yang dilakukan oleh Kapolda," sebut Fauzi Bahar, Kamis (24/2) di ruang rapat LKAAM Sumbar.


Menindak tegas pembeking prostitusi (pekat), dengan berani menghukum anak buahnya. "Kalau bisa hal ini ditiru oleh Satuan lainnya," ujarnya. 


Kemudian kata Ketua LKAAM Sumbar, Kapolda Sumbar mau melaksanakan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2021 tentang restorasi justice, dimana perkara tipiring (tindak pidana ringan) dan apa saja yang permasalahan antara pelaku dengan korban bisa berdamai diserahkan kepada ninik mamak untuk menjembatani perkaranya.


"Mudah-mudahan ini menjadi pilot project secara nasional, dimulai dari Minangkabau ini. Perkara ini tidak harus sampai ke pengadilan dan cukup sampai di tingkat bawah (Ninik Mamak)," katanya.


"Dari hal tersebutlah, maka dari LKAAM Sumbar akan memberi gelar adat kepada Kapolda, rencananya akan dilewakan (kukuhkan) di Istana Pagaruyung," ungkapnya menambahkan. 


Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, S.Ik mewakili Kapolda Sumbar yang ikut hadir menyampaikan terimakasih kepada pihak LKAAM Sumbar dengan pemberian gelar tersebut.


"Sangat mendukung dan berterima kasih dari bapak Kapolda Sumbar dengan adanya apresiasi tersebut. Kami berharap apa yang menjadi rencana itu bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan koridor yang telah ditentukan," ujarnya.(bhps)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.