-->

Latest Post

PASAMAN - MEDIAPORTALANDA - Aksi peduli serta beraksi jadi kekuatan kolaborasi seluruh elemen pada masa tanggap darurat maupun recovery gempa Pasaman yang telah menestapakan dua daerah di dua kabupaten, Pasaman dan Pasaman Barat.


Terlihat puluhan relawan PKS dengan satu unit eskavator bekerja sedang memberisihkan material berserakan akibat gempa yang merobohkan Masjid Raya Kajai nan hancur akibat Gempa 25 Februari 2022 lalu.

Sekretaris DPW PKS Sumbar Rahmat Saleh bersama Kepala Sekretariat PKS Sumbar Ust Mulyadi Muslim pimpin langsung aksi clearing puing Masjid Raya Kajai, Ust Mulyadi Muslim mengatakan kader PKS tak inginkan Masjid Raya Kajai jadi monemen kerasnya Gempa Pasbar. Kamis 3 Maret 2022.

“Masjid sebagai rumah ibadah harus diirikan kembali, jangan biarkan menjadi monumen keganasan gempa Pasbar, itu intruksi dari Ketua DPW PKS Buya Mahyeldi, dan pemebersihan puing gempa ini kolaborasi PKS dengan masyarakat Kajai Pasbar,”ujar  Ust Mulyadi Muslim.


DPW PKS Sumatera Barat mendatangkan 1 unit eskavator untuk memudahkan clearing puing-puing Mesjid Raya Kajai Kecamatan Talamau Pasaman Barat.


Sekretaris DPW PKS Sumatera Barat Rahmat Saleh mengungkapkan bahwa, pengerjaan clearing puing Mesjid terbesar di Nagari Kajai ini, berkat kolaborasi semua elemen masyarakat.


“Ada seeorang pengusaha di Pasaman meminjamkan alat beratnya, kemudian kader PKS membantu dalam merapikan puing dan membayar semua operasional mesin eskavator selama pembersihan. Semua berjalan atas kolaborasi masyarakat, kader PKS dan iuran anggota DPRD PKS se Sumatera Barat dalam aksi PKS peduli gempa Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.” ujar Rahmat Saleh di sela sela pembersihan Mesjid Raya Kajai pada Kamis siang ini. (Jp)


SURABAYA - MEDIAPORTALANDA - Didepan Pasar Tambahrejo, Kota Surabaya, Rabu (2/3) sejak pagi hari, sekelompok orang berkumpul membawa sebidang kanvas dilapis plastik mika.

Wajah Puan Maharani terlukis di sana. Di sudut kiri bawah kanvas tersebut, tertera tiga huruf: DST. “Ini inisial nama pelukisnya, Desemba Titaheluw,” kata beberapa orang dari kelompok yang tengah menunggu itu berbarengan. Mereka tengah menanti kedatangan Ketua DPR RI Puan Maharani yang pagi tadi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pasar Tambahrejo.    


Lalu seorang pria dari kelompok itu didaulat oleh teman-temannya untuk berbicara terkait karya tersebut. 


“Saya Nanang Supriyanto, dari Gema Puan,” katanya saat ditanya namanya.


Menurut Nanang, karya tersebut baru saja selesai dibuat. 


“Bikinnya sekitar tiga hari lebih. Desemba membuatnya dibantu seorang asisten,” katanya. 


Ditanya tentang Gema Puan, Nanang mengatakan organisasi Gema Puan di Surabaya dan di Jawa Timur berdiri sekitar tiga tahun yang lalu, pada 2019. Menurutnya, ada beberapa alasan yang mendorong mereka membuat Gema Puan. 


“Hal pertama, kami yang tergabung dalam Gema Puan ini pendukung keluarga Bung Karno. Saya, misalnya, sejak 1996 sudah mengawal Bu Mega dan saya ingin agar keberlangsungan untuk menjamin tegaknya NKRI. Sesungguhnya, hal ini yang paling penting, menjamin tegaknya NKRI. Bagaimana cara menggaransinya? Adalah keluarga dari Bung Karno yang sudah teruji bahwa mereka ini mengawal NKRI hingga sekarang,” kata Nanang. 


Hal lain yang menurutnya merupakan alasan digagasnya Gema Puan adalah mereka ingin perempuan kembali memimpin. “Bu Puan, menurut kami, bukan perempuan biasa. Beliau satu-satunya ketua DPR RI perempuan, dan pernah jadi menteri koordinator perempuan pertama juga."


Sambung Nanang, “satu lagi, Bu Puan ini juga sudah teruji. Teruji itu bagaimana? Ditaruh di dapilnya di Jawa Tengah, beliau mendapat suara terbanyak. Kemudian ditugaskan oleh penugasan-penugasan yang lain terbukti sukses. Kemudian kalau diragukan prestasinya, apa yang diragukan? Selama ini DPR RI itu terlihat kacau saat dipimpin oleh laki-laki. Sekarang ketika dipimpin oleh perempuan yang diragukan, justru keadaan tenang. Sekarang ini DPR RI paling tenang menurut pengamatan saya." 


Fktor lain yang menurut Nanang juga penting dipertimbangkan untuk mendukung Puan maju ke gelanggang pencalonan presiden pada 2024 mendatang adalah perannya yang mampu menjadikan DPR RI yang dipimpinnya menjadi mitra yang suportif bagi pemerintah. 


“Pak Jokowi presiden kita sudah sangat hebat. Namun beliau tetap harus didampingi oleh lembaga mitra yang bisa mendukung kerja-kerja pemerintah.


“Presiden harus ditemani lembaga mitra, yaitu DPR RI karena fungsi budgeting, pengawasan, pembuatan undang-undang. Ini kan sangat penting untuk merealisasikan program-program yang sudah ada. Contohnya, IKN itu kan bukan program sembarangan. Baru kali ini bisa direalisasikan, itu karena Presiden didampingi mitra strategis yang sangat cocok,” kata Nanang. 


Menurutnya, Puan adalah sosok yang cerdas dan pekerja keras. 


“Bu Puan itu tidak banyak ngomong. Negara ini butuh orang-orang pekerja keras yang tidak banyak omong. Itu yang kami lihat dari sosok Ibu Puan. Bukan kita menafikkan yang lain, kita lihat kerja-kerja yang nyata yang dirasakan oleh rakyat," katanya.


Dalam kunjungan Puan ke Jawa Timur selama tiga hari ini, ia kerap disambut pekik “Puan Presiden” di beberapa titik kunjungannya. Pekikan itu juga diserukan mayarakat yang datang dan ikut berdialog ketika Puan meninjau dampak banjir berkepanjangan yang terjadi di Desa Soko, Kecamatan Glagah, Lamongan. Puan yang datang didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah dan  Aria Bima, Ketua Komisi VI DPR RI mendapat apresiasi tinggi dari warga enam kecamatan terdampak banjir yang selama berbulan-bulan setiap tahunnya harus berjibaku dengan air yang menggenangi desa dan tak jarang juga huniannya. 


“Ini pertama kalinya Ketua DPR RI datang ke desa kami dan berkenan berdialog. Semoga kedatangan Ibu bisa membantu kami mengatasi persoalan yang berlarut-larut ini,” kata Imam Fuad, Kepala Desa Soko. (**)

PARIAMAN – MEDIAPORTALANDA - Dalam upaya meningkatkan peran anggota dan penerapan budaya Minangkabau dilingkungan rumah tangga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Padang Pariaman menggelar Sosialisasi Budaya Minangkabau bertempat di Aula IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, (2/3/2022).

Kegiatan yang merupakan pertemuan bulanan anggota DWP Kabupaten Padang Pariaman itu, dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis, SSTP MM, dengan mengusung tema Peran bundo kanduang dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau di lingkungan rumah tangga.

Terlihat hadir dalam acara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Padang Pariaman Ny. Yusneli Erza Rahmang selaku Penasehat DWP, Ketua DWP Kabupaten Padang Pariaman Ny. Yanti Rudy Rilis, Ketua Unit DWP. BPKD Ny. Ergis Taslim, serta Narasumber Prof. DR. Ir. Puti Raudah Thaib, MS, Ketua Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris DWP. Ny. Yusnelly Roza Suhatman, peserta Sosialisasi ini terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kabupaten, pengurus DWP unit dan Kecamatan se Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam sambutannya selaku Pembina DWP Kabupaten Padang Pariaman, Sekda Rudy Rilis mengatakan. Bahwa peran ibu selaku bundo kanduang dan anggota Dharma Wanita, sangat penting dalam pembinaan keluarga yang sesuai tuntunan agama dan budaya di Minangkabau.


“Mereka tidak hanya sebagai pengayom bagi anak-anak dan pendamping suami dalam menjalankan tugas sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi anggota Dharma Wanita juga sebagai wadah untuk mengenalkan adat budaya Minangkabau yang dimulai dari pembinaan dalam kehidupan berumahtangga. Karena, Bundo kanduanglah yang nantinya akan mewariskan nilai-nilai budaya tersebut. Dia akan menjadi tempat bertanya, suri tauladan bagi lingkungannya, serta memiliki keindahan dalam bersikap dan bertingkah laku”, ungkap Sekda.


Sekda Rudy juga mengapresiasi DWP yang menggelar kegiatan sosialisasi itu. Karena DWP Kabupaten Padang Pariaman sudah ikut mendukung Visi Pembangunan Padang Pariaman Berjaya yang diusung Bupati dan Wakil Bupati. Dimana dalam visi tersebut terkandung empat sasaran utama yaitu Unggul Berkelanjutan Religius, Sejahtera dan Berbudaya.

Sementara itu, Narasumber Raudah Thaib memaparkan tentang Sistem kekerabatan Matrilinial di Minangkabau. Dimana Minangkabau memakai sistem kekerabatan yang berbeda dengan suku suku lainnya di Indonesia yang memakai sistim kekarabatan patrilinial atau garis keturunan ayah.

“Sistim kekerabatan matrilinial atau garis keturunan ibu tersebut, akan memberikan peran ibu yang lebih besar dalam mengelola rumah tangganya. Sehingga akan menjadikan keluarga sebagai tempat belajar pertama dan ibu akan mengenalkan adat dan budaya Minangkabau bagi anak-anaknya” ujar Bundo Raudah.


Bundo Raudah Thaib juga mengatakan, peran bundo kanduang dalam rumah tangga sangat penting. Dia bukan hanya sebagai seorang ibu, tapi juga sebagai pelindung seluruh anak dan sebagai limpapeh rumah nan gadang, ambun puruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan ikan serta sebagai tali hiasan di dalam kampuang dan sumarak dalam Nagari. (Rilis)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.