-->

Latest Post

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Puluhan personel Polisi Wanita (Polwan) dari Polda Sumbar melakukan kunjungan ke tenda pengungsian korban gempa bumi di Malampah, Kabupaten Pasaman, Rabu (23/3).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pakorpolwan Polda Sumbar AKBP Widya Aziz, bersama perwakilan Polwan Polda Sumbar. 


Dalam kunjungannya, terlihat para Polwan membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat setempat. Bantuan tersebut seperti sembako, pakaian, dan alat tulis belajar. 


Selain itu, para Polwan juga memberikan trauma healing kepada korban gempa, dengan menghibur orang tua dan juga anak-anak.


Dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh para Polwan itu, terlihat rasa kebersamaan dan keceriaan dari anak-anak setempat. Hal tersebut untuk menumbuhkan semangat dan menghilangkan perasaan trauma dari musibah bencana yang dialami sebelumnya.


AKBP Widya Aziz mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh para Polwan saat ini sebagai bentuk kepedulian Polri, khususnya para Polwan di jajaran Polda Sumbar kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana alam. 


"Untuk meringankan beban masyarakat yang ditimpa bencana, serta membantu menghilangkan beban mental anak-anak yang mengalami musibah bencana alam," katanya. 


Dalam kegiatan ini, Kapolres Pasaman yang diwakili oleh Kabag Ops menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polwan jajaran Polda Sumbar atas bantuan dan kegiatan yang dilaksanakan di tenda pengungsi Bencana Kampung Aur Jorong Siparayo.


"Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi saudara kita yg ditimpa bencana," ujar Kabag Ops Polres Pasaman AKP Budi Hendra. 


Pada kesempatan itu, terlihat hadir Sekda Kabupaten Pasaman, Kapolsek Tigo Nagari, dan personel Polres Pasaman yang bertugas di Posko Bencana Alam Kampung Siparayo.(bhps)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap seorang pria lantaran terlibat kasus Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang melanggar kesusilaan. 

Tersangka adalah berinisial VV (31), sedangkan korban adalah ESR (25) keduanya sama-sama warga Kabupaten Agam, Sumbar. 


Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar Kompol Arie Sulistyo Nugroho, S.Ik mengatakan, kasus tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa dirinya merasa di cemarkan melalui akun Instagram yang mengatasnamakan dirinya (fake akun) dan melapor ke Polda Sumbar pada tanggal 10 Maret 2022.


"Dari laporan tersebut, kami lakukan penyelidikan melalui jejak digital pada akun tersebut. Pada tanggal 23 Maret 2022 sekira pukul 03.00 WIB dini hari menemukan pelaku di rumahnya, daerah Agam," katanya, Rabu (23/3) di Mapolda Sumbar. 


Terhadap terlapor dikenakan Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 27 Ayat (4) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik 


"Dengan ancaman 6 tahun penjara," sebut Kompol Arie Sulistyo Nugroho didampingi PS. Paur Penmas Bidhumas Polda Sumbar Ipda Dewi Suryani. 


Barang bukti yang diamankan yakni 1 unit laptop, 1 unit handphone iphone, 1 unit harddisk, 1 nomor handphone, 1 akun instagram yang digunakan untuk postingan bermuatan asusila, 1 akun gmail yang digunakan untuk login instagram dan 1 akun gmail milik korban.


Untuk modus operandi, pelaku membuat akun fake Instagram dengan membuat nama korban dan selanjutnya pelaku memposting pada akun Instagram tersebut berupa hasil screenshot korban yang disensor. 


"Lalu pelaku juga mengirimkan melalui aplikasi tiktok, namun setelah di cek akun tersebut telah tidak ditemukan atau sudah di banned," jelasnya. 


Awalnya, korban dan pelaku tersebut sebelumnya pacaran dan sering melakukan video call. Dan pada saat video call itu ada rasa gatal di bawah bagian ketiaknya dan selanjutnya yang bersangkutan (korban) tidak sengaja membuka bajunya sehingga kelihatan bagian dadanya.


Lanjut Kompol Arie, setelah hubungan pacaran mereka berakhir pelaku merasa sakit hati dan membuat akun instagram (akun fake) dengan nama pelapor dan memposting hasil screenshot pada saat bagian baju terbuka tersebut. 


"Motifnya pada saat kami lakukan berita acara yang bersangkutan (terlapor) sakit hati karena di putusin oleh pacarnya dan dijelek-jelekkan keluarganya," ungkapnya. 


Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam hal komunikasi, baik melalui video call maupun dalam bentuk hal lain-lainnya.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya berhati-hati dalam bermedia sosial," imbaunya.(bhps)

NUSA DUA - MEDIAPORTALANDA -  23 MARET 2022 – Seruan perdamaian Rusia-Ukraina menggema dari Bali sejak penyelenggaraan Sidang Umum Inter Parliamentary Union (IPU) ke-144 dibuka di Bali International Convention Center pada Minggu (20/3) lalu. 


Seruan itu, terus menerus disuarakan oleh para peserta sidang yang dihadiri oleh delegasi dari 133 negara. Kendati tema Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change, membuat isu perubahan iklim mengambil porsi terbesar dalam berbagai diskusi dan debat yang diadakan, isu keamanan dan perdamaian dunia juga mendapat bagian signifikan dalam forum ini. 

Ketua DPR RI Puan Maharani, telah membahas perihal ini sejak menghadiri rapat Executive Committee (Excom) yang diadakan dua hari sebelum pembukaan sidang umum IPU ke-144 ini. Excom sendiri merupakan badan di IPU yang membahas implementasi keputusan majelis IPU. “Promosi perdamaian dan keamanan penting untuk menjadi perhatian Bersama dan bagaimana parlemen berkontribusi dalam membangun kepercayaan di antara pihak-pihak yang berkonflik,” katanya. 


Sikap mendukung perdamaian ini bahkan telah dinyatakan Puan sejak awal konflik Rusia-Ukraina pecah. Bersama DPR RI, ketua perempuan pertama di parlemen Indonesia ini menyatakan dukungannya pada Resolusi Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyesalkan agresi Rusia ke Ukraina.


Presiden IPU, Duarte Pachecho juga mengatakan hal yang sama dalam sambutan pembukaannya. Ia mengatakan tak mungkin IPU melakukan sidang umum untuk membicarakan berbagai hal yang terjadi di dunia tanpa membahas perihal konflik Rusia dan Ukraina yang membuat perwakilan kedua negara tersebut absen dalam pertemuan yang hampir selalu mereka ikuti. 


“Tidak mungkin kami membicarakan berbagai isu lain di dunia, tapi mengabaikan peristiwa yang tidak hanya memengaruhi dua negara tapi juga seluruh dunia,” ujarnya. Lelaki anggota parlemen dari Portugal ini juga berharap Rusia dan Ukraina dapat secepatnya melaksanakan gencatan senjata dan mengadakan dialog untuk menyelesaikan masalah agar tidak jatuh lebih banyak korban. Disebutkan oleh Pachecho, IPU akan mengambil bagian dalam semua proses untuk mengembalikan kedamaian di Ukraina.


Dalam forum General Debate 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU), proposal usulan Selandia Baru mengenai Resolusi konflik Rusia-Ukraina mendapat suara terbanyak sebagai emergency item. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut usulan dari Selandia Baru pada prinsipnya sama seperti semangat perdamaian yang diusung Indonesia.


Emergency item sendiri merupakan usulan agenda baru yang dianggap mendesak dan sangat penting untuk dibahas di sidang IPU, namun tidak tercantum dalam agenda yang ditetapkan sebelumnya. 


Sementara Sidang Umum IPU berlangsung di Nusa Dua, seorang seniman asal Rusia, Pokras Lampas membuat karya kaligrafi di lahan seluas 960 meter persegi yang merupakan atap sembilan villa di kompleks villa milik Alex Shtefan asal Ukraina. Mereka berkolaborasi untuk mempromosikan perdamaian dan persatuan melalui kaligrafi bertuliskan “Dunia Bersatu” dalam enam bahasa yakni Rusia, Inggris, Cina, Perancis dan Indonesia. Seniman yang membuat Gerakan seni calligrafuturism ini, melalui akun instagramnya memaerkan atap villa berwarna dasar hitam yang ia Lukis dengan kaligrafi putih dengan sedikit percikan warna kuning. 


Love support unite atau cinta mendukung persatuan ia serukan pula. Menurut Lampas, seperti yang ia sampaikan pada VOA Indonesia, karyanya bukan merupakan pernyataan politik, melainkan pernyataan budaya tentang manusia dan bagaimana cara bersatu menciptakan masa depan yang harmonis untuk budaya serta dunia baru yang damai dan penuh kasih. Aksi seni ini seperti menjadi amplifikasi dari suara-suara para delegasi parlemen yang menggema di ruang sidang IPU ke-144 di Bali International Convention Center (BICC). Suara penuh harap agar perang segera berhenti dan berganti menjadi dialog yang dapat menemukan titik tengah untuk perdamaian dan kemanusiaan. (*)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.