-->

Latest Post

PADANG – MEDIAPORTALANDA – Kemacetan adalah situasi keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaran hingga melebihi kapasitas jalan. Oleh sebab itu Dinas Perhubungan (Dishub) menyuarakan supaya warga kota Padang bisa beralih ke angkutan umum.


Ketika mobilitas diangkut oleh angkutan umum (Angkot) jalan menjadi longgar, karena kendaraan pribadi juga akan berkurang, makanya ada kebijakan menggairahkan masyarakat untuk naik angkutan umum, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudy Indra Syani, pada awak media Senin (10/10/2022). 

Mengenai banyaknya angkutan umum yang belum memenuhi standarisasi, Yudy mengatakan, Pemerintah kota Padang telah mempunyai program transportasi Trans Padang yang telah dimulai sejak 2014. Sedangkan untuk koridor Satu, Empat dan Lima, kemudian menuju Indarung juga telah di Launching.


Dan, kedepanya akan ada Tiga koridor Trans Padang lagi yang akan dibangun. Yaitu arah menuju Kampus Unand, Air Pacah serta Bungus. "Solusi hindari macet harus pro angkutan umum, kita harus berpihak ke angkutan umum,” ujar Kadishub tersebut.


Kemudian, parkir sembarangan juga bisa menimbulkan kemacetan karena ada pengurangan kapasitas badan jalan pada saat kendaraan terparkir. Untuk itu Kadishub Yudy berharap kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas.


Terkait rekayasa lalu lintas yang dilakukan juga diungkap oleh Kadishub Yudy, Alhamdulillah sukses, sudah kelihatan hasilnya seperti di Pasar Baru arah menuju Kampus Unand, Simpang Gunung Pangilun, kemudian Simpang Anduring. Dan, rekayasa yang dilakukan tersebut telah mengacu pada aturan. Sebab, traffic light ada teori dan aturannya. 


" Kami Dinas Perhubungan akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelas Yudy sembari menyebut pihaknya juga butuh kerjasama dengan seluruh komponen nan ada. (An)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, menerima audiensi dari sejumlah perwakilan ojek online (ojol) yang tergabung dalam Driver Online Sumbar Bersatu (DOSB) beraudiensi di ruang rapat Istana Gubernuran, Senin (10/10/2022). 


Salah satu perwakilan Driver Online Sumbar Bersatu (DOSB), Adink, menyampaikan secara langsung terkait dampak kenaikan harga BBM, penerapan sanksi kepada izin usaha aplikator yang tidak mematuhi regulasi serta pemerataan tarif sesuai dengan Keputusan Kemenhub Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.

Dirinya mengatakan nasib para ojol sekarang sangat miris karena banyaknya potongan komisi dari pihak aplikasi ditambah naiknya harga pertalite, pihaknya mengaku pendapatan para ojol perharinya hanya berkisar Rp35 ribu. 


Selanjutnya ia mengatakan kepada gubernur untuk mencabut izin aplikator yang tidak patuh terhadap regulasi dari Kementerian Perhubungan. Ia juga menyarankan dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) membuat aplikasi khusus yang beroperasi di Sumbar. 


Dalam hal ini Gubernur Sumatera Barat, menerima sejumlah aspirasi para ojol yang tergabung dalam DOSB tersebut, ia juga menyetujui terkait ide pembentukan aplikasi Ojek Online yang dikelola oleh Pemda tersebut. 


"Hal ini akan menguntungkan para ojol, apalagi sekarang perusahaan aplikator tersebut banyak sekali potongan komisinya. Itu sangat merugikan para pelaku ojek online dan konsumen," ucap gubernur. 


Mendukung suara para driver ojol, Kepala Dinas Penghubung Heri Nofiardi, mengatakan jika Sumbar punya aplikasi yang dikelola oleh UPT dari Kominfo atau BUMD, maka potongan-potongan tarif yang cukup banyak tersebut bisa diminimalisir. 


"Seperti Aplikasi Ojek Online Karya Anak Nagari (AJO), yang sekarang sudah terhenti, sekarang harus kita buat lagi aplikasi semacam itu, agar kawan-kawan driver ojol ini bisa mendapat keuntungan dari tarif biaya layanan dan biaya pemesanan yang selama ini biaya tersebut langsung diterima oleh pihak aplikasi, para driver hanya menerima biaya transportasi saja," ucapnya. 


Mendukung hal tersebut Gubernur menginstruksikan kepada dinas Kominfo untuk berkoordinasi dalam pengembangan aplikasi ojol tersebut. Kepala Dinas Kominfo, yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Indra Sukma, mengatakan terkait inovasi aplikasi tersebut pihak Diskominfotik akan berkoordinasi dengan TIM IT dan mengejar pembuatan aplikasi tersebut. 


Ketua Lembaga  perlindungan dan pemberdayaan konsumen Indonesia (LPPKI, Azwar Siri, mengatakan pihak pelaku usaha (Ojol) dan konsumen membutuhkan 3K yaitu keamanan, kenyamanan dan keekonomisan. Pihak Ojol pun butuh kesejahteraan. Ia berharap adanya kebijakan lebih lanjut terkait tarif ojol, karena ada beberapa aplikator nakal yang menurunkan tarif yang tidak sesuai Permenhub. 


Kepala Dinas Perhubungan Heri Nofiardi, menjelaskan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 terdapat tiga pembagian zonasi tarif ojek online. Wilayah Sumbar termasuk dalam Zona I. 


"Biaya Jasa Zona I yaitu biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850/km, biaya jasa batas atas sebesar Rp2.300/km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp9.250 s.d Rp11.500," terangnya. **

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Disela kunjungan kerja dan sejumlah agenda yang padat di Jakarta, Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi bersama beberapa kepala OPD dan ASN lingkup Pemprov Sumbar, menyempatkan melakukan pertandingan bola persahabatan menghadapi Persatuan Sepakbola Tanah Abang (Persitab) atau Tanah Abang FC, di Lapangan B Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022) malam.

Turut hadir menyaksikan pertandingan Ummi Harneli, dan kepala OPD diantaranya Kadispora Sumbar Dedy Diantolani, dan Kadis BMCKTR Sumbar Era Sukma.

Pada laga yang berlangsung dalam suasana gerimis itu, Sakato FC tampak menguasai permainan babak pertama. Namun berkat pertahanan yang rapi dari para perantau Tanah Abang tersebut berhasil menjaga gawang mereka dari beberapakali percobaan tembakan gawang oleh Sakato FC.

Hingga turun minum skor tetap 0:0. Memasuki babak kedua, permainan berubah, Tanah Abang FC bermain menyerang dan beberapakali melakukan tendangan gawang namun masih bisa diselamatkan oleh kiper Sakato FC, Baim.


Momen kemenangan Sakato FC berawal dari serangan balik Sakato FC dengan operan bola yang cepat dari pemain bertahan kepada playmaker Sakato FC Chandra, lalu umpan silang tajam ke pemain sayap Leo, diteruskan dengan umpan pendek kepada Buya Mahyeldi yang dengan cepat menendang bola ke arah sudut kiri atas gawang yang tak dapat dijangkau oleh kiper Tanah Abang FC. Skor 1:0 untuk Sakato FC.


Permainan kemudian dikuasai kembali oleh Sakato FC yang berhasil menambah dua gol lagi, dari kaki Buya Mahyeldi dan Diki. Satu gol juga berhasil disarangkan Tanah Abang FC hingga akhir pertandingan skor 3:1.


Gubernur menyambut baik pertandingan persahabatan tersebut sebagai wujud memperkuat hubungan antara ranah dengan rantau melalui sepakbola. 


Menurut gubernur, hubungan tersebut perlu terus dibina sebab potensi rantau menjadi bahagian penting dan sangat besar kontribusinya dalam pembangunan di daerah.


"Melalui olahraga sepakbola kita jalin silaturahmi dengan para perantau. Alhamdulillah dalam pertandingan ini kita menang tapi yang terpenting bukan kalah menang tapi kita bisa menjalin komunikasi dan kebersamaan dengan para perantau," ujar buya.**

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.