-->

Latest Post

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Universitas IPWIJA –UNIP akhirnya bisa menggelar Wisuda perdana setelah 29 tahun lamanya berstatus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - STIE. Setelah sukses beralih status menjadi Universitas, Rektor UNIP Besar Agung Martono akhirnya mewisuda 400 lebih mahasiswa Program Studi Manajemen Strata Satu (S1) dan Program Studi Strata Dua (S2) tahun akademik 2021/2022 pada (17/10/2022) di Gedung The Krakatau Grand Ballroom, Green Terrace -Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. 


Perjuangan Besar Agung Martono sejak ditunjuk sebagai Ketua STIE periode 2021-2026 berhasil meningkatkan status STIE IPWIJA menjadi universitas setelah LLDIKTI Wilayah III menyerahkan SK Nomor 627/E/O/2022 tanggal 29 Agustus 2022 menjadi Universitas IPWIJA. ”. Seperti yang dikutip dalam pembicaraan Rektor Agung Martono dengan Penulis sebelum acara wisuda dimulai.

Rektor UNIP Besar Agung Martono, dalam sambutannya pada Rapat Terbuka Senat, mengatakan, keberhasilan dan perjuangan yang telah diraih saat ini bukanlah akhir dari proses belajar dan bukan pula akhir dari perjuangan masa depan. 


“Masih banyak tantangan dan rintangan yang saudara hadapi kedepan. Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah saudara miliki, kami yakin Saudara akan dapat memanfaatkan ilmu untuk mengabdikan diri dalam Keluarga, Masyarakat, Nusa Bangsa, dan Agama,” kata Rektor Agung.


“Dengan berbekal status Universitas, Rektor Agung menambahkan, dirinya dan civitas akademik akan mewujudkan visi dan misi Universitas IPWIJA yaitu menyiapkan mahasiswa memiliki kemampuan Manajerial dan Kewirausahaan secara mandiri, beretika, profesional dan berkualitas unggul. 


Selanjutnya Anggota Pembina Yayasan IPWIJA Juniarto Rojo Prasetyo yang membacakan sambutan Ketua pembina, menyampaikan harapannya agar para lulusan UNIP dapat menjadi pengusaha. Selama mengikuti kuliah wisudawan/ wisudawati telah dididik dan diberi bekal untuk menjadi wirausaha yang memahami aspek-aspek kewirausahaan. 


Oleh karena itu, Yayasan IPWIJA ingin mengajak para wisudawan/ wisudawati untuk menjadi pengusaha.  “Jadilah pengusaha yang menggunakan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari hasil belajar di Universitas IPWIJA,” imbuhnya.


Puncak sambutan yang ditunggu-tunggu oleh Senat dan para undangan adalah dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilyah III, Dr.Ir. Paristiyanti Nurwardani. “Untuk membentuk SDM yang unggul Indonesia bangkit, kepada mahasiswa yang diwisuda hari ini untuk terus mengembangkan soft skill dan hard skill serta memperbanyak literasi teknologi di era digital sekarang ini,” ungkapnya. 


Pesan yang sangat mendalam dari Kepala LLDIKTI  Wilayah III adalah sebuah quote dari Macolm X yaitu Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today. “Pendidikan adalah paspor untuk masa depan, karena hari esok adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini,” tuturnya.


Selain itu Kepala LLDIKTI Wilayah III berharap kepada seluruh civitas akademik UNIP agar lebih cepat bergerak cepat dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama mendorong dosen untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan dan jenjang akademiknya yang nantinya akan berkontribusi besar bagi peningkatan UNIP.” Yang paling utama dan harus terus menerus diperhatikan dan dijaga adalah Mutu, Mutu dan Mutu,” ujar  Paristiyanti. 


Pada kesempatan ini, Dirjen Dikti Ristek Kemdikbud Ristek Prof. Ir. Nizam, MSc., Ph.D., DIC., IPU., ASEAN Eng. Didaulat memaparkan orasi ilmiah di depan sidang. Point penting yang disampaikannya adalah mengenai Covid 19 yang dapat dijadikan pelajaran sebagai pegangan kedepan yakni : kemampuan beradaptasi dalam menghadapi segala masalah dan kemampuan berinovasi dan berkreasi dalam mencari solusi.


Menyampaikan apresiasi kepada wisudawan dan wisudawati berhasil menyelesaikan studi. “Anda tidak boleh berpuas diri dan harus siap menjadi pembelajar sepanjang hayat dan belajar ilmu baru dan kompoetensi baru, dan terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi untuk mengarungi tantangan masa depan anda sekalian,” saran Nizam kepada mahasiswa yang diwisuda. 


Dia juga mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran berharga. “Kemampuan beradaptasi dan berinovasi serta berkreasi dengan memanfaatkan teknologi yang kita pelajari selama pandemi adalah kunci keberhasilan dan kemenangan,” pungkasnya.


Pada acara wisuda ke 42 ini, dinobatkan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari 7 mahasiswa Program Magister Manajemen (S2) dan 2 mahasiswa Program Manajemen (S1). Adapun para mahasiswa lulusan Program Magister Manajemen tersebut adalah:   Moch, Chairul Anwar; Meta Lianasari; Hartanto Gautama Utama; Yufifi; Mulyati; Rakhmat Fitrayudha Sandinanto dan Irwan Sitorus. Sedangkan mahasiswa lulusan Program Manajemen adalah: Lina Maretasar dan Tri Rahmini Siswi Utami. 


Salah satu mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih IPK Sempurna 4,0 yakni Moch. Chairul Anwar dengan konsentrasi mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.


Acara wisuda ditutup dengan hiburan oleh wisudawan/ wisudawati berupa puisi dan lagu-lagu yang dipersembahkan kepada orang tua sebagai tanda bakti dan terima kasih atas keikhlasan dan kesabaran memberikan dorongan selama menuntut ilmu di UNIP. Kesusksesan dan kemeriahan acara wisuda ke 42 UNIP tersebut berkat kerjasama tim wisuda yang solid dibawah pimpinan Subadi, SE.


Penullis : Juniarto Rojo Prasetyo

Salah satu Pendiri LSP Pers Indonesia

Ketua LSP Geospasial

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespon masukan dari personel Polri dan masyarakat yang meminta untuk mendalami munculnya coretan 'Sarang Pungli' di Polres Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). 


Sebagai komitmen menyerap aspirasi  terkait hal tersebut, Sigit menyatakan sudah memerintahkan Kadiv Propam Polri untuk melakukan pendalaman terkait munculnya tulisan tersebut. 

"Ada masukan dari personel Polri dan masyarakat akan hal tersebut. Oleh sebab itu, saya sudah instruksikan kepada Kadiv Propam dan jajarannya untuk mendalami munculnya tulisan tersebut," kata Sigit kepada wartawan, Jakarta, Senin, 17 Oktober 2022. 


Tak hanya Divisi Propam, Sigit menyebut, sudah meminta kepada Kapolda Sulsel untuk melakukan hal yang sama terkait dengan pendalaman hal tersebut. 


"Kapolda juga sudah saya minta untuk bergerak langsung mengusut hal tersebut," ujar Sigit. 


Untuk diketahui, tulisan 'Sarang Pungli' muncul di dinding Gedung Polres Luwu, Sulawesi Selatan. Coretan itu ternyata ditulis oleh anggota Kepolisian Aipda HR. 


Terkait coretannya, Aipda HR mengaku siap membuktikan tulisan 'Sarang Pungli' tersebut. 


Disisi lain, pihak Polres Luwu sendiri mengatakan bahwa, sosok yang melakukan coretan dinding tersebut mengalami gangguan mental. **

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Setelah sekian lama menunggu, kini pembangunan Fase VII Pasar Raya Padang telah menemui titik terang. 


Diketahui, salah satu tempat yang sempat menjadi pusat perdagangan yaitu pasar Raya Padang tersebut, bakal direvitalisasi dengan bantuan dari Kementerian PUPR. 


Sementara besar anggaran pembangunan fisik tergantung hasil review Detail Engineering Design (DED)  yang sekarang sedang berlangsung diperkirakan mencapai Rp127 miliar.


Hal itu mengemuka dalam rapat antara Pemerintah Kota Padang bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor BPPW Sumbar, Senin (17/10/2022).

"Alhamdulillah, hari ini kita menggelar rapat bersama pihak BPPW Sumbar guna menyamakan persepsi membahas kesiapan readiness criteria (RC) untuk dapat memulai pelaksanaan pembangunan Fase VII Pasar Raya Padang. Fase VII ini mengalami kerusakan yang cukup berat akibat gempa bumi tahun 2009 silam," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Andree Algamar saat mewakili Wali Kota Padang di dalam rapat tersebut.


Andree menyebut, revitalisasi Fase VII Pasar Raya Padang sudah diupayakan sejak pasca gempa 2009. Karena keterbatasan anggaran dan hal lainnya, pembangunan belum mampu dilakukan. 


"Insya Allah di 2023 mendatang akan dimulai pembangunannya berkat dukungan dana  Kementerian PUPR. Semoga setelah direvitalisasinya bangunan Fase VII ini, pedagang akan berjualan dengan nyaman dan pembeli pun senang berbelanja. Semoga geliat jual beli kembali bangkit," harapnya.


Lebih lanjut Sekda juga menekankan kepada OPD terkait untuk menyiapkan segala item yang mesti dipenuhi agar pembangunan Fase VII bisa segera dimulai.


"Kita harus segera menyiapkan RC pembangunan Fase VII ini. Semoga di awal 2023 pembangunan fisik gedung bisa dimulai," harap Sekda Andree.


Sementara itu Kepala BPPW Sumbar Kusworo Darpito menuturkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan pembangunan Fase VII Pasar Raya Padang tersebut.


Terkait pembangunan Fase VII, ia menyebut akan dibangun gedung dengan tiga lantai  dan dilengkapi ' semi basement'. Lama pembangunan diperkirkan maksimal dua tahun pengerjaan.


"Apabila kelengkapan persyaratannya telah memenuhi atau 'clear' secara administrasi, baru pelaksanaan pembangunannya dilakukan sesuai alokasi anggaran yang ada," tuturnya.


Dalam kesempatan itu hadir mengikuti rapat Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto, Kepala Sat Pol PP Mursalim, Kadishub Yudi Indra Sani serta perwakilan Dinas Perdagangan, BPKAD, DLH dan Bappeda Kota Padang.


Selain itu juga terlibat jajaran Satker Pelaksana Prasarana Permukiman BPPW Sumbar.  **

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.