-->

Latest Post

LIMAPULUH KOTA - Penjabat (Pj) Walikota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten (HjK) Limapuluh Kota ke-183 yang digelar di Aula Gedung DPRD setempat, Sabtu (13/4).

Peringatan HJK ini digelar dalam Sidang  Paripurna Istimewa DPRD Limapuluh Kota yang ke-empat dalam masa jabatan bupati dan wakil bupati periode sekarang.


"Selamat HJK Limapuluh Kota semoga ke depan semakin maju, jaya dan lebih banyak lagi gebrakan-gebrakannya, baik itu dari segi pembangunan maupun yang lainnya," ucap Sonny.


Sementara Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, yang juga menghadiri turut menyampaikan ucapan selamat.


"Saya mengapresiasi dan sangat positif atas berbagai kemajuan dan prestasi dari Limapuluh Kota ini. Hendaknya semua itu bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan ke depannya. Ayo perkuat tali persaudaraan, saling bahu membahu membangun, mewujudkan Limapuluh Kota yang maju." sampainya.


Selain itu, Mahyeldi menginformasikan jalan Setangkai yang menghubungkan Limapuluh Kota dengan Kabupaten Tanah Datar yang saat ini dalam kondisi rusak parah, beberapa bulan ke depan bakal mulus.


Perbaikan ruas jalan dari Kecamatan Luhak, Kecamatan Lareh Sago Halaban di Kabupaten Limapuluh Kota terhubung dengan Lintau di Kabupaten Tanah Datar itu, segera diperbaiki Pemprov Sumbar melalui dana pusat. Anggarannya mencapai Rp98 miliar.


“Ruas jalan sedang persiapan untuk ditender. Segera dilakukan perbaikannya tahun ini. Dananya sebesar Rp98 miliar,” ujar Mahyeldi.


Diakui Mahyeldi, ruas Jalan Setangkai tersebut sudah jadi prioritas Pemprov Sumbar untuk diperbaiki sesegera mungkin. Dengan perbaikan tersebut, ujarnya, bisa memberikan efek positif terutama dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat dari infrastruktur jalan yang baik.


Jauh-jauh hari, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo terus menyosialisasikan ke masyarakat di Kecamatan Lareh Sago Halaban mengenai perbaikan ruas jalan yang membentang di bagian selatan tersebut.


“Berkat dukungan semua pihak serta perjuangan Pemkab Limapuluh Kota dan Pemprov Sumbar, Alhamdulillah ruas jalan yang dikeluhkan warga segera diperbaiki. Tahun ini dikerjakan,” jelasnya.


Sementara Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk sama-sama perkuat persaudaraan, wujudkan Limapuluh Kota maju. 


“Meskipun pelaksanaan HJK Limapuluh Kota tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tidak bisa berlangsung secara meriah dengan menyelenggarakan pekan budaya anak nagari, karena berbagai alasan seperti bertepatan dalam suasana bulan suci Ramadan,” ujarnya. **

SUMBAR - Calon Bupati ideal mestilah tipe pemimpin yang bertanggung jawab dalam artian, berani untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang telah dilaksanakan. Selain cerdas dan berinisatif, kita juga mesti mengenal karakter calon pemimpin kita tersebut.


Bukan itu saja, jika pemimpin ideal dan inspiratif sudah pasti memiliki visi-misi yang jelas tentang kemajuan daerah yang bakal dipimpinnya. Bahkan, bisa menggambarkan visi-misi secara menginspirasi ke publik yang bisa memotivasi masyarakat dan mampu menggapai kemajuan untuk kemaslahatan umat.


Kalau di Kabupaten Solok, yang punya kriteria sosok pemimpin hanya Hendra Saputra, SH, M.Si atau yang akrab disapa “Buya Hend”, ujar beberapa tokoh masyarakat juga warga setempat pada saat bincang-bincang dengan awak media di salah satu kedai kopi, (13/4/2024).

Sosok Buya Hend memang tidak asing lagi bagi kami masyarakat Kabupaten Solok, karena beliau merupakan tokoh muda. Bukan itu saja, dari segi pendidikan beliau juga mumpuni. Sebab, ia lulusan ilmu hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, S2 Ilmu Pemerintahan IIP-Universitas Padjajaran (UNPAD) dan S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Meski mengantongi segudang ilmu bidang hukum dan pemerintahan serta berbagai pengalaman lainnya. Ternyata Buya Hend juga mampu mengerakkan generasi Y dan Z bahkan hingga dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar.


Sembari menuangkan kopi ketadah, Daruslam (54) salah seorang tokoh masyarakat tersebut memaparkan. Majunya Buya Hend di Pilbup 2024 ini seakan jadi pemicu bagi masyarakat kalangan “gen Y dan Z” kategori akar rumput untuk ikut manggairahkan lajunya perekonomian. Karena, mereka berkeyakinan lapangan pekerjaan bakal terbuka buat mereka jika Buya Hend jadi Bupati.


Diera globalisasi, dalam istilah kerennya ada disebut 'zaman now', hidup lima generasi manusia yaitu, generasi Baby Boomers, Generasi X, Y, Z dan Alpha. Mungkin nama-nama itu tidak asing di telinga kita. Bahkan, besar kemungkinan sebagian kita juga sudah mengetahui perbedaan karakteristik dari “lima lintas generasi” tersebut.


Meskipun karakteristik lima lintas generasi itu perbedaannya sangat mencolok. Namun, “gen Y dan Z” sangat mendukung Buya Hend maju di Pilbup 2024 Kabupaten Solok.


Kenapa gen Y dan Z mendukung Buya Hend. Sebab, mulai dari tahun 2022, dunia kerja tidak lagi didominasi oleh kalangan generasi X atau biasa kita sebut baby boomer. Generasi Y (milenial) lah yang mendominasi mengingat kalangan generasi tersebut tengah berada di usia produktif. Oleh karena itulah mereka mendukung Buya Hend, ujarnya. (Moudy)

SUMBAR - Aliran sungai Lubuk Hantu yang ada di Kenagarian Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang meluap akibat adanya penyumbatan dibenahi, dikeruk oleh pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Bina Konstruksi (PSDABK) Sumbar.


Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam paparannya menyebut, pembenahan dikebut karena jika kembali meluap dapat berdampak terhadap banyak hal, seperti pemukiman masyarakat dan arus lalu lintas. Apalagi saat libur Lebaran, jalur itu, termasuk jalur padat.


"Jika saluran ini tidak lancar, maka akan berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar dan arus lalu lintas. Oleh karena itu, kita harus cepat," tegas Mahyeldi pada awak media di Padang, Kamis malam (11/4/2024).


Sebelumnya, akibat luapan aliran sungai Lubuk Hantu, bahu jalan nasional di kawasan Nagari Aia Angek terban. Sehingga lalu lintas di kawasan tersebut macet dan, akses jalan sempat ditutup sementara. Sementara, jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan antara Padang - Bukittinggi.


Kepala Dinas PSDABK Sumbar, Fathol Bari menguraikan bahwa, dalam pembenahan tersebut tidak hanya sungai yang dikeruk tapi badan jalan juga telah dibersihkan jajarannya.


"Alhamdulillah, untuk perbaikan aliran sungai Lubuak Hantu sudah tuntas. Jalan nasional yang sebelumnya sempat terdampak sedimentasi banjir lahar dingin, juga telah dibersihkan," kata Fathol.


Disisilain, Kepala UPTD Balai Sumber Daya Air Bina Konstruksi (BSDABK) Wilayah Utara, Sumatera Barat (Sumbar), Hendri Yuliandra memaparkan ada dua titik penyumbatan di daerah tersebut. Sehingga aliran sungai meluap ke badan jalan hingga mengakibatkan pemukiman masyarakat terdampak.


Pertama di sekitar sarana MCK liar yang berada pada sisi jalan, kedua tepat berada di bawah jembatan persimpangan Aia Angek. Alhamdulillah keduanya telah dibersihkan dengan metode pengerukan.


Kegiatan pembersihan aliran sungai ini lebih kurang 500 Meter, kemudian ditambah dengan badan jalan sepanjang 100 Meter, ujar Hendri Yuliandra.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.