-->

Latest Post

PADANG - 18 APRIL 2024 - Mengingat Pemilihan Gubernur sudah diambang pintu, tat kala selesai magrib menjelang masuknya shalat Isya, kedai-kedai kopi baik di kota Padang, maupun kabupaten kota yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), biasanya lengang kini mulai dikunjungi warga.


Kehadiran warga juga beberapa Ketua “tetua” tokoh masyarakat dikedai itu, selain bertujuan mempererat hubungan silaturahmi juga menyentil persoalan tentang siapa yang pantas menjadi calon Gubernur Sumbar 5 tahun ke depan. 


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, warga juga para tetua Sumbar itu menilai, hanya ada satu calon yang pantas untuk diusung ke posisi BA 1 Sumbar yaitu, Prof. Drs. H. Ganefri, Datuak Djunjungan Nan Bagadiang, M.Pd., Ph.D.


Menurut mereka, saat ini Sumbar butuh pemimpin yang kerja nyata, bukan seremonial, lebih dari itu apa yang bisa dikerjakan. Ganefri merupakan rektor terbaik di Indonesia 2023, kiprahnya sudah jelas, apalagi jika jadi Gubernur, ujar warga dan juga tetua itu sembari berucap, mari sama-sama kita apung Ganefri.


Rasanya kita sudah menemukan calon gubernur yang hebat untuk Sumbar ke depan yaitu, Ganefri. “Rakyat jangan dibiarkan menderita, hanya karena pemimpin sibuk,” harap salah seorang warga yang menyela dibalik perbincangan para tetua kampung itu.  An

PADANG PANJANG - 13 orang peserta Pelatihan Bahasa Jepang, hasil seleksi yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja sama dengan OS Selnajaya, dilepas kebarangkatannya secara resmi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Rabu (17/4) di Balai Kota.


Peserta dari Kota Padang Panjang ini bakal difasilitasi Pemko bantuan transportasi gratis pulang-pergi via darat dari Padang Panjang ke Garut, Jawa Barat yang menjadi lokasi pelatihan. Mereka juga mendapatkan bantuan uang saku. Masing-masing Rp500.000/bulan selama maksimal enam bulan pelaksanaan pelatihan. 

Pj Wako Sonny mengucapkan selamat kepada peserta pelatihan lantaran tidak banyak yang bisa mendapatkan kesempatan, ia juga meminta mereka untuk tidak menyia-nyiakan waktu agar bisa bekerja ke Jepang. 


“Di Jepang, banyak peluang dan fasilitas yang memadai. Tekadkan agar bisa bekerja di sana, menjadi orang produktif. Mencapai tujuan yang baik tidak mudah, butuh kerja keras dan disiplin yang tinggi. Kemampuan dalam bahasa adalah modal, ditambah skill. Kenali budaya Jepang.  Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pesannya. 


Sementara itu, Kepala DPMPTSP, Fhandy Ramadhona, S.STP, M.M menyampaikan, jumlah pendaftar pelatihan yang dibuka pada 12 Februari secara online yaitu sebanyak 43 orang. Seleksi daring kemudian dilaksanakan pada 15 maret, diikuti 20 peserta yang telah melengkapi administrasi pendaftaran.


“Dari hasil seleksi dan wawancara yang dilaksanakan OS Selnajaya, 14 orang dinyatakan lulus. Terdiri dari 13 orang peserta dari Kota Padang Panjang dan satu peserta dari Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.


Dikatakannya lagi, pelatihan di Training Camp Selnajaya Garut berjalan selama kurang lebih enam bulan. Lama pelatihan tergantung dari kemampuan peserta menyerap pelajaran bahasa dan bidang minat kerja yang diambil.


“Untuk keberangkatan peserta pelatihan ke Garut dijadwalkan pada 19 April via darat menggunakan bus NPM,” imbuhnya. Hrs

RABAT – Pemerintah Belgia menilai bahwa inisiatif otonomi di Sahara Maroko sebagai “upaya serius dan kredibel dari Pemerintahan Kerajaan Maroko dan merupakan dasar terbaik untuk solusi yang dapat diterima oleh semua pihak”. Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2007, Pemerintah Kerajaan Maroko mengajukan status otonomi khusus bagi wilayah Maroko di bagian selatan yang dikenal dengan nama Sahara Maroko.

Posisi Pemerintah Belgia itu diungkapkan dalam deklarasi bersama yang diputuskan dan disampaikan pada pertemuan ke-3 Komisi Kemitraan Tinggi Maroko-Belgia yang berlangsung di Rabat pada Senin, 15 April 204 kemarin. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin bersama oleh Kepala Pemerintahan Maroko, Aziz Akhannouch, dan Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo.


Dalam konteks ini, De Croo menegaskan kembali “dukungan awal Belgia terhadap proses yang dipimpin oleh PBB untuk solusi politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima bersama oleh para pihak”. Demikian isi Deklarasi Bersama tersebut.


Pada kesempatan yang sama, kedua pihak menyepakati “eksklusivitas PBB dalam proses politik dan menegaskan kembali dukungannya terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2703 (tahun 2023), yang mencatat peran dan tanggung jawab para pihak dalam mencari solusi yang realistis dan langgeng, solusi politik abadi berdasarkan kompromi”, tambah pernyataan itu. Dari pertemuan kedua pemerintahan itu terlihat bahwa kedua negara tetap pada komitmen bersama untuk mendukung program otonomi khusus yang diterapkan oleh Pemerintah Maroko atas wilayah kedaulatannya di Sahara Maroko. (PERSISMA/Red)


_Note: PERSISMA = Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Association of Indonesian Sahara Moroccan Brotherhood)_

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.