-->

Latest Post

MPA,(BUKITTINGGI) --Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bukittinggi bersama OPD dan stakeholder terkait bertekad untuk menyukseskan pelaksanaan jambore kader PKK berprestasi tingkat Sumbar yang dihelat 17-20 Juli mendatang. Dukungan seluruh masyarakat dan warga juga sangat diharapkan, termasuk dalam memberikan pelayanan yang baik kepada para peserta yang berdatangan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

Sedikitnya sekitar 600 peserta bakal meramaikan kotawisata pada perhelatan jambore yang diikuti para kader PKK tersebut. Pusat kegiatannya di Lapangan Wirabraja, terutama sekali meliputi enam jenis perlombaan. Demikian pula pameran aneka produk usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) utusan masing-masing daerah.

“Jambore ini intinya merupakan evaluasi  dari sepuluh prpgram pokok PKK, sejauh mana TP PKK masing-masing daderah melaksanakan program itu di masyarakatnya,” ujar Ketua TP-PKK Yesi Endriani Ramlan dalam keterangan, Selasa (11/7). Jika evaluasinya masih perlu peningkatan, maka dilakukan edukasi, sehingga program tersebut lebih menyentuh di masa datang. Salah satu bentuk edukasi melalui jambore itu adalah perlombaan bermain peran yang materinya terkait sepuliuh program pokok PKK.  Khusus tuan rumah, menampilkan pengolahan sampah menjadi barang berguna.

Selain itu, jelas Yesi, jambore sekaligus sebagai ajang promosi produk UP2K  masing-masing daerah melalui pengisian stan pameran. “Tidak kalah pentingnya, jambore ini juga wahana silaturahmi antar semua kader PKK di daerah ini,” tuturnya yang didampingi Kepala Dinas P3A-PPKB, Tati Yasmarni. Terkait, pelaksanaan perlombaan dan pengisian stan pameran, kontingen Bukittinggi selaku tuan rumah sudah siap memberikan yang terbaik. Untuk perlombaan meliputi enam jenis itu, tuan rumah bakal diperkuat 21 kader. “Kita berupaya maksimal agar bisa tampil terbaik dan meraih prestasi gemilang,” ujar Yesi menambahkan.

Guna menyukseskan pelaksanaan jambore yang juga dihadiri menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Yohana Yembise itu, Yesi Endriani mengimbau seluruh warga Bukittinggi untuk memberikan dukungan. “Caranya, tunjukan keberadaan kita sesuai peran masing-masing, sehingga bisa menjadi tuan rumah yang baik,” imbuhnya. Para pelaku ekonomi di pasar, berikan layanan yang baik dengan orientasi harga standar. Demikian pula pelanayan di rumah makan, restoran dan fasilitas publik lainnya. Sebab, kehadiran ratusan peserta secara langsung juga bakal memberi kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Selain aneka perlombaan, para peserta jambore juga akan difasilitasi oleh TP-PKK Kota Bukittinggi untuk menikmati keindahan tempat rekreasi melalui gerak jalan santai yang digelar pada 19 Juli. Sedangkan esok nya 20 Juli seluruh peserta mengikuti senam masal di jalan Sudirman.  Perlombaan meliputi yel-yel sepuluh program PKK, leaflet (dasawisma), asmaul husna, lomba stan UP2K dan lomba pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang berguna serta lomba bermain peran. Pelaksanaan pameran pada jamboree, sekaligus diharapkan sebagai hiburan segar bagi warga Bukittinggi dan sekitar. (*)


MPA,PADANG - Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Ketua DPRD Sisa Masa Bakti 2014-2019. Secara kolektif kolegial, Elly Thrisyanti resmi duduk di kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang. Dia dilantik Senin (10/7),

Terpilihnya Elly Thrisyanti sebagai ketua di lembaga yang mewakili Rakyat, berbagai pihak menyatakan optimisme akan visi dan misi Elly. Harapan akan membaiknya kinerja lembaga wakil rakyat inipun disampaikan oleh berbagai kalangan.

Elly merasa, amanah yang diembannya untuk memimpin 44 wakil rakyat Kota Padang ini harus benar-benar dijalankan dengan penuh tanggung jawab   

‘’Saya pikir setiap orang perasaannya akan sama. Namun, ini adalah amanah, yang harus kita laksanakan,” kata Elly.

Dian Anggraini Salah seorang anggota Dewan.menyatakan optimisme akan kepemimpinan baru di lembaga yang mewakili Rakyat ini,

Menurutnya, terpilihnya perempuan menjadi pimpinan di DPRD Kota Padang, itu menunjukkan kekuatan dan kebijakan bundo kanduang dalam strukturisasi penting.

Ketika di tanya pada Srikandi yang ada DPRD Kota Padang mereka menyampaikan dukungan penuh atas kepemimpinan Elly.

Dilain pihak, Wali Kota Padang Mahyeldi  menyatakan,sosok Dewan harus mempunyai sikap lemah lembu,tegas dan berwibawa seperti yang ditunjukkan oleh Elly. Thrisyanti,terang Wako.

Ahmad Nur (81) orang tua Elly. Thrisyanti merasa  bersyukur bangga atas dilantikanya sang puteri menjadi Ketua di DPRD Kota Padang.

“Saya senang dan bangga dilantiknya anak saya jadi Ketua DPRD,” ujar Ahmad. Dia menyampaikan harapan pada sang anak agar mampu mengemban amanah dengan baik, sebagai pemimpin para perwakilan rakyat di Kota Padang. (tf/yy/Ar)


MPA,(PADANG) - Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Padang kembali mengajukan usulan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda), serta satu aturan bersifat internal DPRD, setelah sebelumnya pada tanggal 5 Mei 2017 lalu sukses menghasilkan tiga Perda Inisiatif.Keempat usulan itu disajukan dalam paripurna DPRD Padang, Senin (10/7), usai paripurna istimewa, dipimpin Ketua DPRD Elly Thrisyanti serta dihadiri Walikota Padang. 

Tiga Ranperda yang diusulkan itu, yakni Ranperda Inisiatif tentang Cagar Budaya yang diusulkan Komisi I, Ranperda Insiatif tentang Pemanfaatan Jalan Untuk Kepentingan Pribadi diusulkan Komisi II dan Ranperda Insiatif tentang Penanggulangan HIV/AIDS diusulkan Komisi IV. Sementara aturan bersifat internal adalah tentang Kedudukan Protokoler dan Hak Keuangan, Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD 

Dalam pandangan fraksinya, Ketua Fraksi Golkar Jumadi menyampaikan, untuk melindungi cagar budaya yang berfungsi sebagai bukti-bukti sejarah dan budaya, alat atau media yang memberikan inspirasi, aspirasi dan akselerasi sebagai objek ilmu pengetahuan di bidang sejarah dan kepurbakalaan memang diperlukan peraturan sebagai payung hukumnya.

" Memang sebelumnya sudah ada Undang-undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, namun keberadaannya belum cukup efektif sebagai payung hukum untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan cagar budaya yang ada di Kota Padang. "Untuk itu perlu dibuatkan Perda yang lebih mengikat dengan memuat kearifan lokal," katanya.

Sementara terkait Ranperda pemanfaatan jalan umum untuk kepentingan pribadi, dia menilai memang diperlukan pengaturan yang jelas dan tegas mengenai batasan atau definisi tentang pemanfaatan jalan demi menghindari interpretasi masyarakat tentang penggunaan bagian-bagian jalan.Sementara tentang Ranperda penanggulangan HIV/AIDS, dia menilai pembuatan Perda itu di Kota Padang sangat mendesak dengan pertimbangan sebagai berikut, dalam wilayah Provinsi Sumbar, Kota Padang adalah daerah dengan penderita AIDS terbanyak. Disamping itu, penderita HIV/AIDS didominasi pada kelompok usia 20-49 tahun yang merupakan kelompok usia produktif.

Dikatakan Jumadi Kota Padang sebagai salah satu kota pendidikan, kota wisata sekaligus gerbang pintu masuk dari berbagai kota dan negara yang memungkinkan terjadinya interaksi dari berbagai macam suku bangsa dan komunitas masyarakat, baik lokal maupun mancanegara sehingga menjadikan Padang sebagai kawasan yang dapat mempercepat penyebara HIV/AIDS."Dalam hal ini tentu perlu aturan yang tegas untuk penanggulangan penyebaran penyakit yang konon belum ada obatnya itu," pungkasnya.


Terkait peraturan tentang Kedudukan Hak Protokoler dan Keuangan, Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, merupakan amanat peraturan yang lebih tinggi, sehingga masalah yang perlu diperhatikan adalah hitungan persentase tunjangan-tunjangan dan kewajiban keuangan yang akan dibayarkan pemerintah Kota Padang kepada pimpinan dan anggota DPRD Padang dalam rangka peningkatan kinerja kedewanan.(02) 

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.