-->

Latest Post

MPA,(PADANG) - Pariwisata Kota Padang telah berbenah. Perlahan tapi pasti, wisatawan berjubel datang ke Padang. Wisatawan sejumlah negara pun dibidik untuk bisa singgah ke Padang.
Hal ini menjadi keinginan dari Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Keinginan itu disampaikannya di depan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran kerjanya saat rapat staf di Balaikota Padang, Sabtu (15/7).
"Wisatawan dari Timur Tengah merupakan potensi yang harus kita manfaatkan," ungkap Mahyeldi.
Diceritakan Mahyeldi, saat ini wisatawan Timur Tengah banyak berdatangan ke Malaysia. Hampir setiap bulan berkunjung ke Malaysia bagian barat.
"Memanfaatkan potensi itu, kita akan ambil paket wisata dari Arab Saudi ke Indonesia, terus ke Malaysia," tukas Walikota Padang.
Warga Timur Tengah kerap berkunjung ke negara lain. Terutama pada saat musim haji tiba. Sebab, cukup banyak rumah warga Timur Tengah yang dikontrakkan pada saat musim haji. Sehingga dalam sebulan itu mereka lebih memilih pergi ke luar negeri.
"Kita harus segera melakukan kerjasama dengan Malaysia," sebut Mahyeldi.
Selain merancang rencana tersebut, Mahyeldi menekankan perlunya kesiapan Padang dalam menyambut tamu dari Timur Tengah itu. OPD Pemko Padang yang terkait, mesti fokus membenahi pariwisata sehingga layak untuk dikunjungi oleh wisatawan dari negara tersebut.
"Harus fokus dengan pariwisata kita supaya ada yang dijual nantinya," beber Walikota Padang.
Salah satu upaya itu, Walikota Padang mengimbau kepada pemilik restoran maupun rumah makan yang ada di Padang untuk menyediakan juga masakan khas Timur Tengah. Untuk memasak masakan itu tidak rumit. Apalagi, saat ini cukup banyak restoran yang menyediakan menu masakan Timur Tengah, seperti di restoran 'Kampung Malabar' yang baru saja diresmikan.(Charlie)


MPA,(PADANG) – Cukup banyak yang hadir pada pembukaan Multaqa Da’i ke-3 di Padang, Senin (17/7). Salah satunya yakni Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan. Tidak itu saja, sejumlah gubernur pun akan ikut hadir dalam acara tersebut.
“Ya, Gubernur DKI terpilih bakal hadir di Padang,” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Sabtu (15/7).
Anies Baswedan memang telah berniat untuk hadir dalam acara Multaqa Da’i ini. Keinginannya itu disampaikan pada saat bertemu Walikota Padang di kediaman Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, Jamilus saat dikonfirmasi menyebut, Anies Baswedan mendarat di Padang pada Minggu (16/7) malam. Direncanakan kedatangannya akan disambut di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
“Kita sudah mendapat kabar dari ajudan beliau. Bapak Anies Baswedan akan mendarat di Padang sekitar pukul 21.45 Wib,” ungkap Jamilus yang akrab disapa Ji-em itu.
Lebih jauh dikatakannya, tidak saja Anies Baswedan yang hadir pada acara Multaqa Da’i ke-3. Akan tetapi juga akan hadir sejumlah gubernur lainnya. Seperti Gubernur Banten, Gubernur Maluku Utara, dan Gubernur Riau.Mereka akan hadir pada penutupan Multaqa Da’i nantinya.
“Sedangkan kedatangan Gubernur Jawa Barat belum ada kepastian,” cecarnya.
Multaqa Da’i dibuka di Masjid Raya Sumbar, Senin (17/7) pagi. Pembukaan dilakukan pukul 07.00 Wib.

“Kepada seluruh masyarakat mari sama-sama kita ramaikan pembukaan Multaqa Da’i ini,” ajak Jamilus.(Charlie)

MPA,(PADANG) – Kebersihan sebagian dari iman. Jika Kota Padang bersih, warga akan sehat. Karena itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengimbau kepada warganya untuk tetap menjaga kebersihan.
“Kita selalu ingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Mahyeldi kemarin,(15/7)
Walikota melihat, masih ada segelintir warga yang kurang begitu peduli dengan kebersihan. Dalam pantauan Walikota, masih terlihat sampah. Melihat kondisi itu, Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus mengingatkan warga dan mengawasi.
“Kebersihan sangat berkaitan dengan pariwisata. Jika kota kotor, tentu tak ada yang ingin datang,” sebut Mahyeldi.
Sisi lain, Walikota melihat masih terlihat titik macet di Kota Padang. Menurut Mahyeldi, macet tidak saja terjadi pada hari biasa. Akan tetapi juga pada waktu akhir pekan.
“Setiap Sabtu dan Minggu sering juga macet,” ungkap Walikota.
Mahyeldi mengatakan, salah satu penyumbang macet karena semakin banyaknya kendaraan dan belum bertambahnya jalur alternatif. Apalagi, usai lebaran lalu banyak perantau yang meninggalkan kendaraannya di Padang.
“Kebiasaan perantau kalau pulang kampung biasanya membawa mobil. Setelah itu mobil dijual di Padang. Setelah mobil terjual, perantau balik ke Jakarta menggunakan pesawat,” hematnya.
Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Padang untuk menyiasati kondisi ini dengan merancang pelebaran jalan agar macet terurai. Seperti jalur di depan 

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.