-->

Latest Post


MPA,(PADANG) - Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara,Pemerintah kota mesti serius menyikapi kebocoran pendapatan yang terjadi pada sejumlah OPD (organisasi Perangkat Daerah). OPD yang seharus mencapai target pendapatan, malah ada laporannya yang di luar nalar, tidak sesuai dengan kenyataan riil di lapangan.

Salah satunya kebocoran pendapatan di sektor perpakiran. Padahal kondisi di lapangan, terpantau sangat banyak titik parkir yang ada di Kota Padang. Jumlah kendaraanpun makin pesa. Pemko perlu melakukan evaluasi dalam hal itu. Menurutnya, sangat tidak logis realisasi sektor perpakiran jauh sekali dari target yang ditetapkan. Jika memang ada indikasi pungli pada sektor perpakiran, baik retribusi maupun permainan dari oknum (mafia parkir, red), sudah seharusnya tim saber pungli bekerja mengungkap masalah itu. Dimana kendalanya, kok sektor perpakiran ini hanya bisa mencapai sekitar Rp400 juta sebulannya?” ujar Iswanto mempertanyakan

“Intinya, apakah Kota Padang tidak ingin ada perubahan,” tegas politisi PDI – P ini Minggu (16/7).

Sebagai perbandingan, katanya, di Kota Bali, PAD untuk sektor perpakirannya saja bisa mencapai Rp10 miliar setahun. “Kita tidak berbicara mengenai wisata Balinya, namun hanya berbicara soal Kota Bali nya. Kalau untuk tingkat kendaraaan motor maupun mobil, tidak begitu jauh beda dengan Kota Padang. Namun, di sana pengelolaan perpakirannya sangat baik dan para pengelolanya mempunyai komitmen yang jelas,” ujarnya.Iswanto juga memberikan contoh, kenapa saat parkir, para petugas parkir di Kota Padang tidak pernah memberikan bukti retribusinya. “Malahan, kita selaku yang membayar sering kena omelan oleh petugas. Ini kan jelas sudah pungli. Apa dasarnya kita membayar parkir sementara bukti retribusi yang kita bayarkan tidak pernah kita terima. Jelas ketika tidak ada bukti retribusi parkirnya diberikan, ini adalah suatu kebocoran,”’ ujarnya.

Bisa saja pemerintah membuat suatu mekanisme dengan membayarkan retribusi parkir sekali setahunnya langsung dengan pajak kendaraan bermotor. Jadi tidak adalagi kebocoran di lapangan. Berapa jumlah motor dan mobil yang ada, pastilah itu membayar pajak. Tinggal pemerintah saja yang akan membayar gaji juru parkir untuk mengatur di lapangan dan petugas parkir tidak memunggut lagi di lapangan nantinya.

Dikatakan, Pemko Padang telah membetuk tim saber pungli. Terkait keberadaan Tim Saber Pungli yang telah terbentuk, ia meminta keseriusan para tim dalam bekerja. Jangan nantinya Kota Padang dikatakan sudah ada tim saber punglinya, namun dinilai hanya seremonial saja.Selain itu, ia meminta Walikota untuk mengambil tindakan tegas terhadap persoalan tersebut. Jika memang terjadi praktik pungli bagi petugas atau oknum pada OPD –  OPD yang ada, Pemko harus memberikan sanksi tegas sesuai kesalahan yang dibuat agar terjadi efek jera. Hal itu juga agar oknum maupun OPD nya  jera serta praktek pungli tidak terus merajalela.


Selain itu, kepada masyarakat Kota Padang diharapkan tidak sungkan – sungkan melaporkan praktik pungli yang terjadi. “Jika benar terbukti kejadiannya, jangan didiamkan saja agar ini tidak menjadi kebiasaan bagi para pelaku serta tidak berlarut – larut terjadi,” ungkapnya. 







(Ar)

MPA, (PADANG), -  Peletakan batu pertama pembangunan pusat studi Qur'an di Padang besi Lubuk Kilangan oleh Walikota Padang bersama Syehk Al Khalil Mahudi dan Herman Nawas serta Syamsul Bahri.
Bangunan Pusat Studi Qur'an ini nanti terletak diatas tanah seluas 3.300 Meter, wakaf dari Herman Nawas bersama keluarga.
Bangunan di bangun dengan dana awal sebesar Rp. 500 juta, di samping itu Syahk Khalil Al Mahudi juga ikut memberikan bantuan Sebesar Rp. 100 juta, dan Herman Nawas juga ingin membantu tapi belum mau nyebutkan berapa jumlahnyan di sampaikan Epi Santoso Ketua Baznas Kota Padang.
Epi santoso berharap sangat bagi darmawan untuk ikut membantu kelancaran pembangunan pusat studi Qur'an, baik berupa barang dan uang.
Bila pembangunan ini lancar dan sukses jalannya, tahun 2018 sudah dapat terima murid baru yang siap mengapal Al Qur'an dan hadis, ujar Epi Santoso.
Semoga apa yang kita harapkan menjadikan kota padang sebuah kota yang melahirkan anak-anak yang hapal Al-Qur'an dan hadis nantinya, tentu semua kita di tuntut sebuah perjuangan untuk membangun bangunan dan segala fasilitas, demi generasi selanjut selalu dekat dekat dengan Al -Alqur'an dan Masjid.

Niat baik kita ini akan di jabah oleh Allah yang di sertai hidayah dan taufikNya buat kita semuanya. (Tf).

MPA,(PADANG) - Pariwisata Kota Padang telah berbenah. Perlahan tapi pasti, wisatawan berjubel datang ke Padang. Wisatawan sejumlah negara pun dibidik untuk bisa singgah ke Padang.
Hal ini menjadi keinginan dari Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Keinginan itu disampaikannya di depan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran kerjanya saat rapat staf di Balaikota Padang, Sabtu (15/7).
"Wisatawan dari Timur Tengah merupakan potensi yang harus kita manfaatkan," ungkap Mahyeldi.
Diceritakan Mahyeldi, saat ini wisatawan Timur Tengah banyak berdatangan ke Malaysia. Hampir setiap bulan berkunjung ke Malaysia bagian barat.
"Memanfaatkan potensi itu, kita akan ambil paket wisata dari Arab Saudi ke Indonesia, terus ke Malaysia," tukas Walikota Padang.
Warga Timur Tengah kerap berkunjung ke negara lain. Terutama pada saat musim haji tiba. Sebab, cukup banyak rumah warga Timur Tengah yang dikontrakkan pada saat musim haji. Sehingga dalam sebulan itu mereka lebih memilih pergi ke luar negeri.
"Kita harus segera melakukan kerjasama dengan Malaysia," sebut Mahyeldi.
Selain merancang rencana tersebut, Mahyeldi menekankan perlunya kesiapan Padang dalam menyambut tamu dari Timur Tengah itu. OPD Pemko Padang yang terkait, mesti fokus membenahi pariwisata sehingga layak untuk dikunjungi oleh wisatawan dari negara tersebut.
"Harus fokus dengan pariwisata kita supaya ada yang dijual nantinya," beber Walikota Padang.
Salah satu upaya itu, Walikota Padang mengimbau kepada pemilik restoran maupun rumah makan yang ada di Padang untuk menyediakan juga masakan khas Timur Tengah. Untuk memasak masakan itu tidak rumit. Apalagi, saat ini cukup banyak restoran yang menyediakan menu masakan Timur Tengah, seperti di restoran 'Kampung Malabar' yang baru saja diresmikan.(Charlie)


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.