-->

Latest Post

MPA,(PADANG) - Saat ini potensi gempa kembali aktif, agar sewaktu tsunami terjadi setelah gempa masyarakat mengetahui nanti jika sirine berbunyi. Untuk itu rusaknya 10 sirine tsunami yang ada saat ini dari total semuanya 20 buah, perlu dilakukan perbaikan oleh pemerintah kota padang serta pihak terkait sesegara mungkin. Jangan ditunda-tunda perbaikinya

Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan perlu dilakukan perbaikan sesegara mungkin. "Jangan ditunda-tunda perbaikinya, karena saat ini potensi gempa kembali aktif, ini agar sewaktu tsunami terjadi setelah gempa masyarakat mengetahui nanti jika sirine berbunyi, " katanya, Selasa (5/8)

Selain itu juga, setelah dilakukan perbaikan dan aktif semua kembali lakukan perawatan secara berkala, kemudian sekali-kali adakan simulasi kebencanaan dengan melibatkan masyarakat, agar alat yang tidak pernah aktif bisa dipakai lagi, ini demi menciptakan keselamatan masyarakat jika bencana terjadi serta mengurangi jumlah korban jiwa, sebut kader PKS ini.

Iswandi Muchtar, Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang lainnya meminta kepada pemko padang untuk terus meningkatkan kegiatan sosialisasi terkait menghadapi gempa bumi, tsunami dan bencana lainnya, agar patokan warga ada nantinya selain alat yang ada. Jika perlu libatkan hingga pengurus Masjid/Mushalla, karena mereka mampu memberikan arahan melalui alat yang ada di Masjid.

Selain itu juga, pemko padang serta pihak terkait diminta membangun shalter dikawasan zona merah, ini dilakukan dalam rangka mengurangi korban nanti jika bencana tsunami datang serta mewujudkan keselamatan masyarakat kota padang, sebut kader PKB ini.

Amrizal Hadi, Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang lainnya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi bencana. Warga harus bisa membaca situasi dengan ril dan jangan ceroboh dalam mengambil tindakan jika musibah datang, ini demi terciptanya keselamatan pada masyarakat serta mengurangi kerugian yang cukup besar.


Selain itu juga, hubungan komunikasi harus dijalin oleh masyarakat dengan semua pihak jika bencana terjadi, agar semua tahu nanti perkembangan dilapangan serta langkah yang akan kita lakukan bisa terarah ke depannya, sebut kader NasDem ini.(*)


MPA,(BUKITTINGGI) - Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias yang didampingi Wakil Walikota Irwandi, unsur Forkopimda dan Kepala OPD  beserta ribuan masyarakat Bukittinggi bertempat di halaman Badan Keuangan melepas keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bukittinggi menuju embarkasi Padang, Jumat (4/8).
Sebagaiman yang disampaikan Kepala Kemenag. Kota Bukittinggi Abrar Munanda, bahwa jumlah CJH yang berangkat hari ini adalah 267 CJH dari semula yang berjumlah 296 orang. Hal ini disebabkan karena adanya 29 jamaah yang tertunda keberangkatannya. Disebabkan belum keluarnya visa sejumlah 23 orang dan 6 orang lainnya merupakan keluarga pendamping, ujarnya.
Dari 267 CJH terdiri dari laki – laki berjumlah 113 orang dan jamaah perempuan sebanyak 154 orang. Jemaah termuda atas nama Siti Syarah Neldi berumur 21 tahun dan tertua atas nama Muchtar Koto Nurdin dengan usia 81 tahun.
Selanjutnya Abrar Munanda mengatakan, ”CJH Bukittinggi tergabung dalam kloter 7  embarkasi Padang gelombang 1 bersama dengan jamaah Padang dan Bengkulu. Berangkat dengan menggunakan 8 bus pariwisata, sesampai di Padang nanti akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terakhir, penyerahan passport serta identitas diri dan pada tanggal 5 Agustus 2017 pukul 03.00 akan dilepas oleh pemerintah provinsi secara resmi menuju Madinah,” ungkapnya.
Sementara itu bagi CJH yang tertunda kebarangkatannya nanti akan dimasukkan dalam kloter selanjutya dan diperkirakan akan bergabung dengan kloter 17, jelasnya.
Walikota Ramlan Nurmatias dalam sambutannya berpesan agar para CJH senantiasa menjaga kesehatnnya, kekompakan dan memaksimalkan ibadah selama di tanah suci.
“Mari ikhlaskan niat untuk menunaikan ibadah haji , kita mendoakan agar amal ibadah para jamaah diterima Allah SWT dan mendapatkan Haji yang mabrur, jaga nama Indonesia, Sumatera Barat dan khususnya Bukittinggi, kami titipkan doa untuk seluruh warga dan masyarakat Bukittinggi,” ujar Walikota Ramlan.
Di Madinah Jamaah Bukittinggi akan menginap di daerah Markaziyah, sedangkan di Mekkah akan menginap di Azziziyah sector 4, teatnya di hotel Al Hasymiyah Al Aziziyah dengan nomor hotel 402.





(ylm/Ar)


MPA,(PADANG) - Dari 898 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di Kota Padang, Cahaya Mata Ibu II terpilih sebagai yang terbaik. Posyandu di Kelurahan Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo ini didaulat mewakili Kota Padang pada penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kamis (3/8/2017).
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno memimpin langsung tim penilai mengunjungi posyandu tersebut. Ia menyampaikan, pelayanan posyandu semakin dibutuhkan masyarakat. Tidak saja untuk penimbangan balita dan imunisasi, tetapi saat ini posyandu sudah terintegrasi dengan PAUD dan juga untuk lansia.
"Posyandu Cahaya Mata Ibu II ini adalah salah satu posyandu terintegrasi yang memang keberadaannya di lingkungan yang tepat," sebut istri Gubernur Sumbar itu.
Nevi menambahkan, peran kader posyandu sangat besar dalam mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kesehatan. Sekaligus posyandu memberikan sumbangan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari peran kader posyandu," imbuhnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas terkait, camat dan lurah tidak kurang dalam memberikan dukungan terhadap posyandu dan kader-kadernya. Walikota Padang diwakili Asisten III Setdako Didi Aryadi mengatakan, sebanyak 3.526 kader posyandu yang ada di Kota Padang selalu diberikan pembinaan. Posyandu juga diberikan bantuan makanan tambahan, pelatihan dan peningkatan wawasan serta pemberian bantuan transportasi.
"Dalam jangka pendek secara fisik memang tidak terlihat, namun ada parameter yang dijadikan tolak ukur atas peningkatan layanan posyandu dari pembinaan yang diberikan," kata Didi.
Didi menjelaskan, meningkatnya jumlah sasaran baik bayi O tahun, balita, ibu hamil dan ibu nifas adalah indikator keberhasilan dari posyandu.
"Kita harapkan posyandu-posyandu yang ada terus meningkatkan perannya dan berinobasi untuk pelayanan," tukuknya.
Keberhasilan posyandu Cahaya Mata Ibu II menjadi yang terbaik di Kota Padang tidak lepas dari peran camat. Perhatian untuk menguatkan posyandu ini oleh camat Nanggalo dan Lurah Kurao Pagang dilakukan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan.
Camat Nanggalo Teddy Antonius menjelaskan, Posyandu Cahaya Mata Ibu II yang berdiri sejak 2013. Kondisi sebelumnya masih kurang representatif. Setelah dilakukan perbaikan bersama warga, posyandu terintegrasi dengan PAUD ini akhirnya memiliki tempat representatif.
"Posyandu Cahaya Mata Ibu II terus dibenahi agar menjadi lebih baik. Dan diharapkan menjadi yang terbaikndi tingkat provinsi," tukas Teddy.


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.