-->

Latest Post



MPA,PADANG - Hingga hari ini masyarakat yang terdampak kekeringan air di dua Kecamatan masih membutuhkan air bersih. Kedua Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Padang Selatan, kota Padang Sumatera Barat.

Menyikapi kondisi itu, PDAM Kota Padang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD, PMI dan Organisasi Kemanusian Aksi Cepat Tanggap-ACT hari ini melakukan pendistribusian air bersih di kedua Kecamatan tersebut. Air bersih yang didistribukan berjumlah 50 ribu liter air dalam satu hari.

Wakil Walikota Padang Hendri Septa usai melepas 4 unit armada air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat di halaman kantor PDAM Kota Padang pagi  tadi mengatakan, Pemerintah Kota Padang akan terus melakukan pendistribusian air bersih kerumah rumah masyarakat yang terdampak kekeringan tersebut.

Hendri Septa mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat menghemat dalam pemakaian air untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari mengingat kondisi musim kemarau saat ini.

“Kegiatan ini sudah kesekian kalinya dilakukan, Pemko akan terus memberikan bantuan air bersi kepada masyarakat. Pemko menghimbau masyarakat untuk menghemat dalam pemakaian air, selain itu masyarakat yang memiliki kelebihan debit airnya untuk saling membantu,”ujar Wakil Wali Kota. Kamis (19/09/2019).

Sementara itu Direktur Teknik PDAM Kota Padang Andri Satria mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan karena kondisi air yang ada di sungai mengalami penurunan  hingga 30 sampai 40 persen sehingga berdampak terhadap debit air yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

“Kita distribusikan mulai dari Indarung, Baringin, Tarartak, Panambiran, Dangau Teduh, Jundul Rawang hingga ke Seberang Palinggam Padang Selatan. Ini disebabkan terjadinya penurunan  air di sungai 30 hingga 40 persen, ini berdampak terdapat debit air yang akan di salurkan,”ujar Andri Satria.

Andri Satria menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke rumah rumah warga yang membutuhkannya. Menurutnya, kapasitas produksi air di PDAM sekitar 1.415 liter per detik terutama di wilayah Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. (rill)

Photo Istimewa

MPA, PADANG  Sidang parade seleksi Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) Reguler Pria TNI AD TA 2019 Sub Panda Padang Korem 032/Wbr berlangsung di Aula Sapta Marga Makorem 032/Wirabraja Jl.Jenderal Sudirman No.29 Kota Padang Sumatera Barat. Kamis (19/9).

Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P selaku Ketua Sub Panda Padang memimpin langsung kegiatan ini dengan diikuti oleh 233 calon yang berhak mengikuti seleksi parade setelah melalui berbagai rangkaian tes yang dilaksanakan.

Sidang parade ini bertujuan untuk menentukan lanjut atau tidaknya peserta dalam mengikuti seleksi hingga ke tingkat pusat.

“Hanya calon-calon yang terbaik, teruji dan memenuhi seluruh persyaratan yang dapat diterima yang tentunya sesuai dengan alokasi yang ditetapkan,” jelas Danrem.

“Sesuai kebijakan Pimpinan bahwa untuk tahun ini penerimaan Bintara Prajurit TNI AD diprioritaskan dan disesuaikan dengan kebutuhan  pada daerah atau satuan. Dimana adanya terjadi kekosongan dan kondisi personelnya  yang masih dibawah 60 persen”, tegas Danrem.

Rangkaian sidang parade yang diikuti 233 calon ini dilaksanakan secara obyektif, jujur, transparan dan adil sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa merubah maupun memanipulasi data hasil pemeriksaan dan pengujian memutuskan 156 orang calon prajurit dinyatakan lulus.

Bagi calon prajurit yang dinyatakan lulus ini nantinya akan diberangkatkan ke Resimen Induk Kodam I Bukit Barisan (Rindam I/BB) untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu seleksi tingkat Pusat ( 23-27 Sep) yang nantinya akan bergabung dengan calon peserta dari pulau terluar yang sudah selesai melaksanakan seleksi pada agustus kemarin.

Di wilayah Sub Panda Korem 032/Wirabraja sebelumnya telah terpilih 15 orang calon prajurit CABA PK dengan sumber pulau terluar (Mentawai) yang sudah melalui berbagai rangkaian tes dan dinyatakan lulus dan berhak untuk mengikuti seleksi pada tingkat pusat.

Dalam pelaksanaan Sidang Parade ini  dihadiri Tim Pengawas dari Kodam I/BB Kolonel  Inf Halilintar , Kasrem 032/Wbr Kolonel Inf Edi Nurhabad, Para Kasi Rem 032/Wbr,  Dandenkesyah 01.04.04 Padang Letkol Ckm Yurizal, SKM , Kaajenrem 032/Wbr,Letkol Caj Drs. Sutan Diapari Siregar  , Karumkit Reksodiwiryo Padang Letkol Ckm dr. Syahrial, Sp.B, Kajasrem 032/Wbr, Kapten Inf Joni Effendi, dan staf yang terkait dalam proses seleksi dan parade ini.(Pen)


MPA, PADANG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri UIN IB Padang untuk melengserkan rektor bersama jajarannya selama tiga hari, kini sudah mulai mereda. 

Rektor UIN IB Eka Putra Wirman saat jumpa pers, di Gedung Rektorat UIN IB lantai III, Eka mengungkapkan kekecewaannya atas aksi unjuk rasa tersebut, pada Selasa (17/9/2019). 

saya  menyayangkan, aksi unjuk rasa ini, yang dilakukan mahasiswa terlalu anarkis. Menurut saya, jika ada yang hendak ditanyakan atau digugat alangkah baiknya dilakukan dengan cara yang baik dan terpuji. Ujarnya.

"Kami sama sekali tidak menyangka, ada mahasiswa yang prilakunya seperti itu sampai membakar ban, memblock jalan, bahkan sampai mengancam melakukan penyegelan ruang perkuliahan. kalau memang mereka merasa tidak senang kenapa tidak melakukan aksi secara baik melalui rapat sidang senat,"ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan, sejak awal mahasiswa unjuk rasa, kami mengajak mahasiswa tersebut untuk berdialok, namun mereka menolaknya setelah tiga hari berturut-turut melakukan aksi unjuk rasa tersebut, barulah mahasiswa bisa diajak duduk bersama. Itupun dengan janji akan dipertemukan dengan ahli hukum untuk membuat surat. sebut eka.

"Mulanya karena ingin dipertemukan dengan ahli hukum, untuk dibuatkan surat pada akhirnya, setelah berdiskusi dan menampung sekitar 13 tuntutan mereka itu diperolehlah mufakat dan penyelesaiannya," Ucapnya.

Terkait tidak tranparansinya uang kuliah, mahasiswa menuntut agar rektor memberikan penjelasan secara detail, dan  ada beberapa item seperti kursi, cctv yang masih dalam pengadaan. yang suda dalam penganggaran pada tahun 2019 ini.

"Pengadaan kursi di lokal sebanyak 3.000 dan perbaikan kurai Gedung Serba Guna (GSG) itu sudah ada pengadaannya di tahun 2018. Untuk penganggaran baru bisa dilakukan pada 2019 dengan beberapa proses rangkaiannya. Sementara untuk CCTV sudah masuk dalam pelelangan," terang rektor.

Tidak hanya itu, soal aksi dorong mendorong atau bentrok dengan aparat baik satpam maupun kepolisian, rektor menjamin tidak ada niat melukai. "Aksi bentrok kecil yang terjadi waktu itu, saya berani jamin bahwa aparat kami tidak ada niat melakukannya," imbuhnya.

Maka, pada hari ke lima yang dihadiri 10 orang mahasiswa dalam sidang senat dibukalah pemahaman mahasiswa terkait uang kuliah yang dimaksudkan.

"Soal uang kuliah tersebut sebenarnya pemahaman saja yang diminta. Kami sudah menjelaskan dan akhirnya mahasiswa memahami dalam rapat sidang senat tersebut. Senat mengapresiasi tuntutan mahasiswa," terangnya.(*)



Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.