-->

Latest Post


MPA – Dengan  program TMMD Sengkuyung Tahap III  TA . 2019 di Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati, ada hikmah yang patut menjadi suri tauladan bagi kita semua yang hidup di Indonesia khususnya masyarakat Jawa yang masih kental dengan budaya gotong-royong serta semangat kebersamaan.

Tidak terbayangkan sebelumnya karena dulu menempati rumah yang tidak layak dihuni, namun sekarang berubah 180 derajat dengan adanya Program TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2019, ibu Saini mendapatkan bantuan sebesar 10 juta rupiah dari Disperkim Kabupaten Pati.

Seorang janda tua Ibu Saini (65) yang tinggal sendiri dikarenakan suami sudah tiada dan yang hidup serba pas pasan bahkan digolongkan kategori miskin yang tinggal dirumah berukuran 5 X 7 meter dengan dinding gedek dari anyaman bambu, dan kondisi kurang layak ditempati berlokasi di RT. 02/04 Desa Giling kecamatan Gunungwungkal, pekerjaan sehari-hari adalah mencari rumput untuk memberi makan kambing milik tetangga, sangat  beruntung ibu Saini tinggal ditengah-tengah masyarakat yang mempunyai kepedulian cukup tinggi terhadap sesama.

Dengan Uang 10 juta yang diberikan kepadanya dan berkat kebersamaan serta semangat gotong-royong dan masih tertanam kuat didesa Giling sehingga menggugah para tetangga untuk membantunya dengan mengumpulkan iuran untuk biaya mendirikan rumah tersebut, bukan hanya bantuan uang, bantuan tenagapun disumbangkan demi membangun rumah Saini.

Ditemui tim penerangan Kodim Pati  pada selasa pagi 29 oktober 2019, Saini mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI, Pemkab Pati dan para tetangga yang sudah mewujudkan impianya memiliki rumah mungil dan sehat untuk dihuni, dan sebagai bonusnya masih diberikan tiga ekor kambing yang sekarang menjadi miliknya.”ungkapnya.

Menambahkan, Babinsa desa Giling Serka Purnomo saat mendampingi ibu saini turut  membenarkan, "Memang semangat gotong-royong serta kepedulian masyarakat Giling saya akui sangat bagus, bayangkan saja, ditengah kondisi yang Serba sulit mereka mau membantu tetangga yang sedang membutuhkan bantuan,"

"Saya bersama Kades Ibu Sunarsih yang pada awalnya agak ragu dengan kondisi awal bangunan karena hanya ada dana 10 juta, tapi berkat kebersamaan warga semua bisa diatasi,"Tutur Purnomo.

Dalam kunjungannya  Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos yang meninjau secara langsung kerumah ibu saini dan berbincang-bincang sambil memeriksa hasil pekerjaan para Prajurit bersama warga (nartopendimpati)


MPA, KAB SOLOK – Mahyuzil Rahmat, S.Ag, yang akrab disapa Buya Mahyuzil adalah sosok yang cukup dikenal dekat oleh masyarakat luas, khususnya di Kab. Solok. Sebagai Putra asli Nagari Talang, dirinya sudah 22 tahun berjibaku memberikan pencerahan kepada umat (masyarakat). Jadi adalah tepat, bila masyarakat luas kerap menganggap bahwa Buya Mahyuzil adalah sosok yang identik membawa kesejukan bagi banyak orang.

Sekarang ini, Buya Mahyuzil mengabdi sebagai seorang Kepala Sekolah di SMA Taruna Rabbani Islamic School. Sebagai Pimpinan di Ponpes Rabbani, Buya Mahyuzil juga merupakan pimpinan Majelis Zikir Sumbar dan pimpinan Majelis Zikir Kab. Solok.

Dakwah yang selalu dikumandangkan Buya Mahyuzil, membuat dirinya disayangi rakyat, dicintai oleh para sahabatnya. Sebagai seorang tokoh agama, iapun dalam bermasyarakat menjadi tempat bertanya serta rujukan permintaan pendapat yang arif bagi kemaslahatan umat, terhimpun dari semua wilayah Kabupaten Solok.
Moment Buya Mahyuzil, S.Ag dengan Tuanku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani dan para Menteri, Hakim Agung dan Wali Kota Istanbul di Ankara Istanbul

Dakwah bagi Buya Mahyuzil ialah tempat mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhoi oleh Allah SWT. Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Hal itu bisa kita mulai dari istri, keluarga, teman-teman dan selanjutnya kepada banyak orang (umat), sebutnya.

Kita tentu berharap peran aktif dalam memberikan arahan baik pada kehidupan umat dalam berbagai macam bidang kehidupan, sekaligus memberikan panutan dan keteladanan. Jika kita menyampaikan (berdakwah) dengan kredibilitas dan integritasi serta akhlaqul karimah, maka akhlak warga (umat) akan bertambah baik, ujar Buya Mahyuzil.

Pemikiran atau pengembangan masyarakat terhadap suatu gagasan, konsep atau program dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya maupun bidang lainnya. Haruslah kita support dan pemerintah mustilah mendukungnya, tukasnya.

Para kyai tak cuma berperan dalam agama tapi juga dalam dunia politik. Sebab keberadaannya mengukuhkan kekuasaan politik, sosial dan budaya.

Yang harus kita fahami adalah bahwa, “Kemajuan suatu daerah ditupang oleh kekuatan Karakter dan Akhlak Generasi”, tutup Buya Mahyuzil.

Dilain kesempatan, Mardiyus warga Koto Anau mengatakan. Dalam kesehariannya, Buya Mahyuzil tidak pernah membeda-bedakan status seseorang. Baginya, setiap orang kedudukan dan haknya sama di mata Allah SWT. Prinsip itu sudah tertanam kental dalam diri Buya Mahyuzil, sehingga menjadikan dirinya seakan tak berjarak dengan masyarakat.

Perhatian dan contoh tauladan yang ditunjukan kepada umat tidak pernah berhenti disampaikan oleh Buya Mahyuzil. Walau lelah sering menghampirinya namun ia tetap tampil sebagai sosok bugar yang disenangi. Berbuat kebaikan untuk membangun nagari sembari menyampaikan kebenaran merupakan suatu kepuasan berharga bagi dirinya, tukas Mardiyus. (RED).


MPA, PADANG - Silo Gunung yang berada di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, atau biasa disebut area C Coal Storage Facility at Emmahaven Port merupakan tempat penampungan terakhir batu bara yang diangkut dari Sawahlunto dengan luas area 2,5 hektare, kini telah resmi menjadi warisan budaya dunia dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Peresmian status tersebut dilakukan melalui penyerahan sertifikat dari Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamuddin Ramly pada Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Selasa (29/10/2019).

Dulunya Batu bara diangkut dengan kereta api lalu dibongkar di Silo Gunung kemudian dinaikan ke kapal yang ada di pelabuhan Teluk Bayur.

Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan penetapan Silo Gunung sebagai salah satu warisan budaya dunia untuk menyempurnakan konsep wisata Padang Kota Lama.

Ke depan daerah ini akan dilewati oleh kereta api penumpang sehingga lokasinya strategis, selain itu pihaknya juga akan mengembangkan transportasi air karena letaknya juga berada di Pelabuhan Teluk Bayur, ujar beliu.

Untuk pengembangannya nanti pihaknya akan melakukan pemetaan kawasan dan identifikasi bangunan dan berharap ada nota kesepahaman dengan pemangku kepentingan terkait.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamuddin Ramly menyampaikan perlu dibentuk Badan Pengelola Warisan Dunia Sumatera Barat.

"Dalam membangun properti di warisan budaya dunia harus hati-hati karena itu Pemkot Padang juga harus berkoordinasi dengan tim ahli warisan dunia agar nilai-nilainya tidak hilang karena akan dievaluasi tiap tahun oleh UNESCO," Ia menekankan Silo Gunung tidak boleh diubah hanya boleh diperbaiki sesuai dengan aslinya, ujarnya. (*)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.