-->

Latest Post


MPA, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Barat H.Hendri kembali menorehkan sejarah dengan tinta emas diundang ke Jakarta oleh Panitia Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional yang diraih MTS N6 Kabupaten Solok, Kamis (14/11/19) di Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan.

Sebelum menuju Tingkat Nasional MTS N6 Solok melewati penilaian dan pembinaan dari juara I tingkat Kecamatan Hiliran Gumanti, juara I di tingkat Kabupaten Solok. Selanjutnya diberikan kepercayaan dan amanah untuk mewakili Kab. Solok untuk lomba tingkat Propinsi Sumatera Barat. Pembinaan yang kontiniu ditambah dengan kerjasama seluruh warga  madrasah, akhirnya MTsN 6 Solok yang dipimpin oleh Rusmaida, memperoleh anugerah menjadi salah satu nominator sekolah sehat tingkat nasional.

Penganuggerahan dihadiri lansung oleh Kakanwil Kemenag Sumbar H.Hendri didamingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Alizar Can, Mofri Antoni Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Sumbar, Kepala Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Eri Gusnedi, Kasi Penmad Kemenag Kab.Solok Syamsul Bahri, Kepala MTsN 6 Solok Rusmaida, Waka Kesiswaan Ramdanus dan Beberapa orang guru MTsN Kab. Solok.

Wujud Kebahagiaan dari prestasi ini turut hadir Bupati Solok, Kabag Kesra Provinsi Sumatera Barat, Kepala Bapeda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Hiliran Gumanti, dan Kepala Puskesmas Hiliran Gumanti. 

“Sumatera Barat mendapat 2 penghargaan lomba sekolah sehat, tingkat SLTP diraih oleh MTsN 6 Kabupaten Solok dan SLTA SMAN 1 Ampek Angkek Kab.Agam, kita sangat bersyukur berkat kerjasama dan kerja keras, Alhamdulillah untuk kedua tingkat ini Sumatera Barat dapat meraih juara 2 tingkat Nasional, ini prestasi yang telah mengharumkan nama Sumatera Barat di Nasional” ujar Kabiro Bintal dan Kesra Pemprov. Sumbar H. Syaifullah usai penganugerahan LSS di Semanggi Jakarta Selatan.

“kami berharap prestasi ini ditingkatkan, Sekolah dan Madrasah lain agar menjadikan ini contoh untuk meningkatkan kinerja dan mengukir prestasi diberbagai bidang sehingga Sumatera Barat menjadi Provinsi segudang prestasi ditingkat Nasional” tambahnya.

H.Hendri Kanwil Kemenag Sumbar mengapresiasi, bersyukur dan berterimakasih atas kerjasama dan kerja keras seluruh unsur, sehingga Kanwil Kemenag Sumatera Barat Kembali menoreh sejarah tingkat Nasional mengharumkan Provinsi Sumatera Barat,  “penganungerahan Lomba Sekolah Sehat, juara 2 yang diraih oleh MTsN 6 Kab.Solok menambah deretan prestasi kita di tingkat Nasional, dan tentunya ini semua tidak terlepas dari kerja keras dan kerjasama seluruh unsur yang ada” tuturnya.

Lebih lanjut H.Hendri berharap kepada seluruh satker di jajaran Kanwil Kemenag Sumbar, agar selalu berinovasi dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing, saling bahu membahu, “mari selalu berinovasi, saling bahu-membahu, karena kesuksesan tidak bisa diperoleh tanpa adanya peran yang lain” tambahnya.

H. Hendri menyampaikan beberapa deretan prestasi Kanwil Kemenag Sumbar yang telah mengharumkan Nama Sumatera Barat di Kancah Nasional untuk tahun 2019, “ada beberapa ukiran tinta emas yang telah berhasil diraih, berkat kerjasama dan kerja keras kita semua, Juara I Nasional Tilawah Dewasa Putri pada STQN, Juara II Nasional Festival Lagu Islam  Putri, Juara III Nasional Hifzil 1 Juz Tilawah Putra pada STQn, Juara Harapan III Nasional Tafsir Bahasa Arab Putra pada STQN, Juara Harapan III Nasional Hifzil 20 Juz Putri pada STQN, Juara Umum II PENTAS PAI IX Tk. Nasional di Makasar, Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional, Juara Umum IV Porsadin TK. Nasional di Bangka Belitung, Peringkat VI Nasional KSM, 3 Orang Guru Sebagai Finalis 6 Besar Anugerah Konstitusi Guru Madrasah, MTsN 6 Solok sebagai Peringkat II Madrasah Adiwiyata Nasional dan MTsN 6 dan MTsN 7 Padang sebagai Juara I dan II Liga Pelajar TK. Provinsi” ungkap H.Hendri dengan mata berkaca-kaca, wujud kebahagiaan atas anugerah, kerjasama dan kerja keras seluruh unsur di jajaran Kanwil Kemenag Sumbar. (*)


MPA, BANDA ACEH - Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Kota Lhokseumawe melakukan audensi dengan Waka Polda Aceh Brigadir Jendral Polisi Drs Supriyanto Tarah, M.M, di ruang kerjanya, di Mapolda Aceh, kawasan Jeulingke, Banda Aceh Kamis (14/11). 

Kehadiran Pengurus PPWI ke Mapolda Aceh turut didampingi Dewan Penasehat PPWI Kota Lhokseumawe, Muslim Syamsuddin ST, MAP, Wakil Ketua DPRK Kabupaten Aceh Selatan, Ridwan dan staf anggota DPR RI, Razikin. Kedatangan rombongan PPWI ke Mapolda disambut langsung oleh Waka Polda Aceh Brigadir Jendral Polisi Drs Supriyanto Tarah, M.M.

Dalam pertemuan itu, Pengurus PPWI Lhokseumawe membahas seputaran  terbentuknya pengurus, sekaligus pelantikan PPWI Lhokseumawe yang akan digelar pada Sabtu, 23 November 2019. Selain pelantikan, pengurus PPWI juga rencananya akan menggelar diskusi publik dengan tema "Produk Jurnalistik: Tangkal Penyebaran Hoax dan Radikalisme". Pengurus PPWI sekaligus meminta kesedian Waka Polda Aceh untuk menjadi pemateri dalam diskusi publik tersebut. 

Waka Polda Aceh Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah, M.M, menyambut baik sikap pengurus PPWI Kota Lhokseumawe, yang telah melakukan audiensi dan bersilaturrahim dengan jajaran Polda Aceh. Mantan Kapolres Bireuen ini berharap semoga kedepan dapat terjalin kerja sama yang lebih baik lagi antara kepolisian dan para wartawan, khusus di wilayah Hukum Polda Aceh. 

"Terkait permintaan untuk menjadi pemateri di diskusi publik, itu tergantung perintah dari pimpinan. Tergantung siapa yang diperintahkan oleh pak Kapolda. Apabila saya diperintahkan. Insya Allah saya siap" demikian ujar Waka Polda. 

Sekretaris PPWI Lhokseumawe, Hasanuddin yang ikut dalam pertemuan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran Polda Aceh, yang mana permintaan audensi melalui pendekatan secara personal untuk audensi Waka Polda Aceh di mendapatkan  sambutan baik. 

"Kami pengurus PPWI Kota Lhokseumawe mengapresiasi jajaran Kepolisian Polda Aceh dalam mengayomi berbagai lapisan masyarakat, salah satunya masyarakat pewarta" kata Hasanuddin. 

Hasanuddin berharap dengan mementum pertemuan hari ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturrahmi ataupun mitra yang baik antara para pewarta dan jajaran kepolisian Republik Indonesia, khususnya di Aceh. 

"Momen ini menjadi langkah awal yang baik didalam kemitraan antara pewarta dengan jajaran Kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polda Aceh" demikian Hasanuddin Sekretaris PPWI Lhokseumawe.


Oleh: Zahra Azzahi
Member AMK

Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada hijrah. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan ada Perang Badar. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan ada penaklukan Kota Makkah, Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada umat Islam. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada dunia ini.” (Al-‘Allamah Sayyid Muhammad Alwy al-Maliki).

Kelahiran Nabi Muhammad Saw memiliki makna yang sangat agung, tanggal 12 Rabiul Awal adalah hari yang istimewa, penuh kegembiraan, pada tanggal ini telah lahir Nabi Saw yang mulia membawapetunjuk dari Allah Swt. Beliau diutus dangan membawa risalah Islam bagi seluruh manusia dan alam semesta. Rasulullah Saw mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membebaskan manusia dari berbagai kezaliman menuju keadilan, juga memerdekakan manusia dari penghambaan kepada manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

Tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1H juga menjadi hari pertama Nabi Saw memasuki Madinah, dan menjadi awal pendirian Daulah Islamiyah secara sempurna dan penerapan syariah Islam. Selain sebagai Nabi dan Rasul dengan tugas menyampaikan wahyu, beliau juga menjadi penguasa yang diangkat oleh masyarakat Madinah melaluai Baiat ‘Aqabah II . Dalam hal ini Allah Swt memerintahkan Nabi Saw untuk menghukumi  dan menerapkan syariah-Nya di tengah-tengah masyarakat.

Nabi Saw pun menjelaskan dan mencontohkan bagaimana penerapan syariah dalam Daulah Islamiyah, Beliau memutuskan perkara di tengah masyarakat, menerapkan hukum-hukum Islam atas mereka serta memimpin segala urusan negara dan masyarakat. Hal ini terus berlangsung selama sepuluh tahun hingga datang kesedihan yang mendalam ketika Allah Swt mewafatkan Beliau pada hari Senin pagi 12 Rabiul Awal Tahun 11H. (Ibnu Katsir, As-Sirah an-Nabawiyyah, IV/507).

Sekitar tiga bulan sebelum wafat, Rasulullah Saw pada saat Haji Wada berpesan dalam khutbah beliau kala itu:
Wahai manusia, sungguh aku tinggalkan di tengah kalian perkara yang jika kalian berpegang teguh, kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik, al-Hakim, al-Baihaqi, al-Marwaziy dan al-Ajuri).
Sepeninggal Rasulullah penerapan syariah Islam terus dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin kemudian dilanjutkan oleh Khilafah Bani Umayyah, lalu oleh Khilafah Bani Abassiyah, kemudian oleh Khilafah Bani Utsmaniyah hingga berakhir pada 1924M.
Sejak keruntuhan Kekhilafahan Utsmaniyah hingga saat ini umat muslim seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tercerai-berai dan tidak memiliki tempat berlindung. Maka sebagai wujud  kecintaan kita pada Nabi Saw, sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk terus berpegang teguh pada Kitabullah dan Sunnah-sunnah yang beliau tinggalkan, serta melanjutkan dan mendakwahkan risalah yang telah Rasulullah Saw bawa yaitu penerapan syariah Islam.
Wallahu 'Alam Bishawab.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.