-->

Latest Post

QoriAsal Riau, Aziz PesertaTerbaik di Indonesia Mengaji (Photo Istimewa)

JAKARTA - Di episode Jumat, 8 Mei 2020 dini hari tadi,Ber AKSI Di Rumah Saja Top 20 menampilkan grup terakhir yakni kloter As Salaam yang terdiri dari empat ustadz/ustadzah yakni Afivah (Banyumas), Suwandi (Riau), Doni Dion (Bekasi), dan Mumuy (Lampung).Menujubabak Top 15, para ustadz/ustadzah pun semakin berusaha maksimal untuk memberikan penampilan terbaik mereka pada kompetisi ini.

Aksidari Duo Ustad Doni Dion yang sangat kompak dan interaktif berhasil mengundang decak kagum dari para Dewan Juri pada malam itu melalui tema “Bagaimana Menjadi Insan Best of The Best”. Menurut Ustad Solmed, duo asal Bekasi tersebut sudah menjadi paket lengkap untuk menjadi contoh yang baik bagi kaum milenial.

Nasib baik yang diterima Doni Dion sayangnya belum berpihak pada Ustad zah asal Banyumas yaitu Afivah yang harus tersingkir dari kompetisi Ber AKSI Di Rumah Saja. Membawakan tema dakwah berjudul “Apa Sih Ukuran Hidup Bahagia?”, menurut Dewan Juri penampilan Afivah malam tadi masih dirasa kurang maksimal.

“Menurut saya penampilan kamu malam ini sudah cukup baik, materi cukup padat namun masih kurang lengkap untuk bagian awal akan lebih baik jika disebutkan referensinya”, terang Ustad Taufiq qurahman. Dengan tersingkirnya Afivah (Banyumas)di babak Top 20, membawa Doni Dion (Bekasi), Suwandi (Riau), dan Mumuy (Lampung) melaju ke babak selanjutnya.

Suguhan program ramadan Indosiar lainnya yaitu Ramadan Di Rumah Saja masih setia menemani waktu malam pemirsa setiap pukul 10.30 WIB.Di episode semalam (Kamis, 7/5), penampilan3 Qoridan Qoriah terbaik telah ditampilkan melalui video streaming dari rumah masing-masing di segmen Indonesia Mengaji.Qoriasal Riau yaitu Aziz berhasil membacakan surat Al-Baqarah ayat 43-48 dengan sangat syahdu dan terpilih menjadi peserta terbaik 1 sehingga dirinya berhak untuk kembali berkompetisi melawan Qori/Qoriah terbaik lainnya.(**)

Photo Istimewa
                              
PADANG—Rabu siang 06 Mei 2020, warga Panti Jompo Wisma Cinta Kasih jalan Jendral Sudirman, kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terlihat bahagia bercampur haru ketika didatangi rombongan dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar.

Kedatangan Karo Rena Polda Sumbar Drs Dharu Siswanto, Karo Log Kombes. Pol Suranta Pinem S. IK, Dirpamobvit Kombes Pol Agus Krisdiyanto, SH, MBA, Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu, S.IK, Kabidkum Kombes Pol Nina Febri Linda SH, MH, dan Ka Setum Polda Sumbar AKBP Nina Martini SH untuk menyerahkan sembako.


Selain ke Panti Jompo Wisma Cinta Kasih jalan Jendral Sudirman rombongan dari Polda Sumbar ini juga mengunjungi Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai (PAKAM) di Jalan Purus IV Nomor 8 Purus, kecamatan Padang Barat, kota Padang, yang merawat puluhan anak-anak panti dan dhuafa.

Kedatangan rombongan dari Polda Sumbar ke Panti Jompo Wisma Cinta Kasih disambut oleh puluhan opa dan oma yang tinggal di panti tersebut.

“Sesampainya kami di panti itu, oma dan opa gembira sekali. Pembagian paket makanan dilakukan dengan mengunjungi satu per satu para opa oma ke ruangan mereka masing-masing. Terlihat jelas senyum dan kegembiraan mereka melihat kehadiran kami.

Layaknya seperti keluarga sendiri mereka bahkan tidak sungkan menceritakan keluh kesahnya kepada kami,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu, S.IK dikutip dari Pionir, Rabu malam 6 Mai 2020.

Di bulan Ramadhan dan dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kata Satake, Kepolisian Republik Indonesia terus berusaha menyebarkan kebaikan melalui kegiatan sosial, seperti bantuan untuk lansia, bantuan untuk anak yatim dan kaum dhuafa serta lainnya.

Sementara itu saat berkunjung ke Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai yang sudah berdiri sejak tanggal 15 November 1968 itu, rombongan dari Polda Sumbar ini melihat dari dekat kehidupan anak-anak yatim piatu dan dhuafa dari Mentawai, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YAPI).

Saat ini sedikitnya terdapat sebanyak 43 anak panti yang dibina dengan 22 orang lelaki dan 11 perempuan. Diantara 1 orang di TK, sebanyak 9 orang dari SD, 19 sedang bersekolah di SLTP, dan ada 18 SMA, serta 5 orang dikuliahkan di Perguruan Tinggi Padang, pungkasnya. (Fs/Ar)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar

Photo Istimewa

MPA, PADANG – Kepala Staf Korem 032/Wbr Kolonel Inf Edi Nurhabad bersama Forkopimda dampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat evaluasi dengan para Bupati/Walikota se Sumatera Barat melalui Video Conference (Vicon), yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Jln. Sudirman No. 51 Padang, Sumatera Barat, Selasa (5/5/2020).

Agenda dalam rapat evaluasi tersebut diantaranya membahas penanganan covid-19 di Sumbar, evaluasi pelaksanaan PSBB dan rencana perpanjangan PSBB.

Hal ini dilakukan demi mempercepat penanganan virus Corona (Covid-19) diwilayah provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah Sumbar resmi memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) hingga 29 Mei 2020.

Pada Kesempatan tersebut, Danrem 032/Wbr yang diwakili Kolonel Inf Edi Nurhabad selaku Kasrem 032/Wbr menyampaikan bahwa Korem 032/Wbr akan terus berbuat dan tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pemberian bantuan sembako dan imun kepada masyarakat yang kurang mampu, baik yang berada didaerah pelosok, pinggiran kota maupun ditengah kota.

Selanjutnya, ada beberapa bantuan sembako dan APD yang diterima oleh Korem 032/Wbr dari para relawan diwilayah Sumbar, baik itu komunitas maupun pengusaha, guna disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, ujar Kasrem 032/Wbr.

Namun pada saat melaksanakan penyaluran bantuan tersebut, masih ada warga yang menolak diberikan bantuan dengan alasan masih bisa bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19 serta menyarankan agar diberikan kepada yang benar benar membutuhkan. Tindakan ini tentunya membuat senang dan patut dijadikan contoh bagi yang lain.

Disisi lain masih ada masyarakat yang menunggu untuk didatangi serta sangat membutuhkan bantuan tersebut, dengan kemampuan logistik yang ada, Korem 032/Wbr akan terus mendatangi dan berikan bantuan guna bertahan hidup selama penanganan wabah virus Covid-19 kepada masyarakat kurang mampu atau terdampak pandemi ini, jelas Kolonel Inf Edi Nurhabad.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selaku Ketua Tim Gugus Covid-19 menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar membahas tentang penanganan covid-19 di Sumbar, evaluasi pelaksanaan PSBB dan rencana perpanjangan PSBB.

“Inti dari perpanjangan PSBB ke depan adalah, yaitu mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.25 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 9 Tahun 2020, agar dilaksanakan dengan tegas dan sebaik-baiknya sesuai protap di semua kabupaten/kota se-Sumbar,” jelas Irwan.

“Jadi salah satu alasan kita memperpanjang masa PSBB ini juga untuk antisipasi dan melewati terjadinya lonjakan besar orang yang datang ke wilayah Sumbar pada menjelang dan pasca lebaran 1441 H. Saya rasa batas PSBB pada 29 Mei merupakan waktu yang tepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur Irwan berharap, PSBB yang diberlakukan sampai 29 Mei nanti akan berjalan lebih efektif dan optimal lagi dibanding PSBB sebelumnya. Maka itu kita sampaikan kepada seluruh elemen dan masyarakat di Sumbar, mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan PSBB ini. Karena tujuannya untuk kita juga agar mata rantai penularan covid-19 ini dapat terputus dan wabah ini segera berakhir,” imbau Gubernur berharap.

Turut hadir dalam Vicon tersebut, Gubernur Sumbar Prof.Dr.H.Irwan Prayitno, Psi, Msc., Wagub Sumbar Drs. Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH., Kabinda Sumbar Nur Djatmiko, Kajati Sumbar Amran, SH, Mh., Perwakilan dar BNPB Pusat Manouel, MPK Unand Dr. Amdani, Kadishub Sumbar Herinofriadi.(Pen 032)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.