-->

Latest Post

Photo Istimewa 

MPA, PADANG - Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi menurunnya sosial ekonomi yang dialami masyarakat akibat pandemi Coronavirus (Covid-19). Hal itu dialami juga oleh sebagian besar pekerja pers/jurnalis, maka dari itu Pokdarkamtibmas Sumbar membagikan sembako di kantor Pokdarkamtibmas Sumbar di Jalan Kamang No. 22.

Jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi-informasi terkini perihal Covid-19, terus menyuguhkan berita-berita aktual dan berimbang. Meski kondisi sosial ekonomi sangat jauh dari harapan, para jurnalis masih setia menghadirkan info terupdate untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Ketua Pokdar Kamtibmas Sumbar Triski menyampaikan bahwa, gelaran hari ini merupakan implementasi rasa simaptik dan kepedulian yang dialami teman-teman jurnalis atau wartawan.

Masih kata Triski, kehidupan dan cara kerja kita sangat berbeda pada tahun ini, kalo tahun-tahun sebelumnya wartawan berdesakan mencari informasi, tapi sekarang harus menjaga jarak aman (physical distancing) dikarenakan adanya wabah Covid-19.

“Insan media adalah garda terdepan dalam memberitakan dan mewartakan, mari kita bersama-sama menebar kebaikan di tengah Pandemi Covid-19, jaga kesehatan dan kebersihan, pakai masker dan rajin mencuci tangan dan tetap mengikuti himbauan dari Pemerintah,” ujar Triski.(Humas Pokdarkamtibmas Sumbar). (rilis)

Agung Suprio Ketua KPI

Webinar IJTI tentang Optimisme Jurnalis di Era Covid 19. Salah satu pembicara di webinar ini adalah Menkominfo yang diikuti oleh 400 an peserta dari seluruh Indonesia. Dan satunya lagi adalah saya.

Saya memulai dari dua hal: (1) Pernyataan WHO yang mengatakan bahwa virus Covid-19 tidak akan pernah hilang penduduk bumi harus hidup dengannya. (2) negara Vietnam yang sukses dalam menangani Covid-19 karena sampai tulisan ini dibuat belum ada satu pun warga Vietnam yang wafat oleh Covid-19.

Pernyataan WHO mengajak Kita untuk hidup sesuai protokol Covid-19: sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, pysichal distancing, dan seterusnya yang sering Kita lakukan pada era Covid-19 menjadi kebiasaan baru untuk seterusnya (dan mungkin selamanya) yang akan disebut dengan the new normal.

Sementara itu, Vietnam yang sukses karena warganya displin menerapkan protokol Covid-19 dalam kehidupan sehari2. Artinya kita memang tidak punya pilihan lain selain berdamai dengan Covid-19 namun tanpa adanya korban jiwa seperti di Vietnam. Mampukah?

Menjawab itu dengan membandingkan Vietnam maka peran Lembaga Penyiaran (LP) dan Jurnalis menjadi maha penting, sebagaimana di Vietnam, propaganda penerapan protokol Covid-19 dilakukan massif lewat LP dan Jurnalis memberitakan peristiwa di lapangan di akhiri narasi optimisme bahwa wabah akan teratasi jika warga disiplin.

Di Indonesia, mau tidak mau propaganda penerapan protokol Covid-19 harus dilakukan oleh LP dan para jurnalis sehingga nantinya warga akan patuh, disiplin, dan menjadi kebiasaan baru. Di sini pemerintah harus memberikan insentif kepada LP dan para jurnalis.

Perlu diketahui bahwa sekalipun rating penonton tinggi disebabkan WFH, tidak serta merta diikuti dengan tingginya pemasangan iklan. Hal itu disebabkan industri pada umumnya mengalami stagnasi yang luar biasa -- untuk tidak mengatakan mundur atau krisis -- sehingga mereka memangkas anggaran belanja iklan. Jika kondisi ini terus berlangsung maka LP akan membuat pilihan yang paling mudah dan rasional yakni mengurangi karyawan yang sebagian di antaranya adalah para jurnalis.

Di negara2 lain pun insentif dari pemerintah dilakukan. Kanada, umpamanya berkomitmen untuk membantu 600 juta USD kepada Industri media. Denmark, Finlandia, Portugal, Jerman, dan India memberikan insentif kepada Jurnalis untuk membuat liputan tentang Covid-19. Kita memang tahu bahwa pemerintah pun saat ini sedang kesulitan anggaran. Oleh karenanya, jika pun tidak Ada insentif, maka beban listrik, pajak kepada LP dapat ditinjau ulang atau pun BPJS tidak perlu dibebankan kepada Jurnalis dalam era Covid-19 ini.

Di saat yang sama, dapat digagas penarikan pajak yang maksimal dari media baru (platform digital) -- seperti Facebook dan YouTube karena selama ini mereka mendapatkan konten dari jurnalis dan LP, dan media baru menikmati keuntungan yang tidak sedikit -- yang diperuntukan untuk jurnalis dan Lembaga penyiaran.

Demikian pendapat Saya dalam webinar ini. (*)


Sumber : sindonews

Photo Istimewa

MPA, PADANG – Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH meninjau dapur umum TNI – Polri untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Polresta Padang, Jumat (15/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bersama Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf. Arif Gajah Mada, melihat langsung perkembangan dapur umum TNI – Polri yang telah dibangun oleh Polresta Padang dan Kodim Padang.

Dalam kesempatan giat tersebut, Kapolda Sumbar dan Dandrem 032 Wirabraja sempat ikut membantu personil yang tengah memasak di dapur umum tersebut. Dengan unjuk kebolehan, Irjen Pol Toni Harmanto memasak nasi goreng untuk masyarakat.

Sebanyak 300 kotak nasi goreng, akhirnya selesai dibuat oleh Kapolda bersama Danrem 032 Wirabraja bersama personel gabungan Polwan Polresta Padang dan personel Kodim Padang.

Rencananya, nasi goreng tersebut akan dibagikan kepada masyarakat untuk berbuka puasa nanti sore.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.