-->

Latest Post

PADANG – MEDIAPORTALANDA - Pemko Padang belum menyatakan sikap terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri soal aturan atribut keagamaan di sekolah. 


Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan pihaknya masih menantikan detail dari isi SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut di Lingkungan Sekolah.


SKB ini menegaskan, sekolah negeri dilarang memaksa atau melarang penggunaan atribut keagamaan pada seragam guru dan murid. Mahyeldi tak ingin buru-buru menentukan sikap sebelum memahami materi lengkap dari SKB tersebut.


“Kita tunggu dulu secara detail. Harus jelas dulu apa saja isinya SKB ini,” katanya, dikutip dari Langgam.id, Kamis (4/2/2021).


Ia mengaku melihat pro dan kontra sejak SKB ini diumumkan Mendikbud Nadiem Makarim. Pemko Padang, katanya, sebagai pemerintah daerah yang nantinya akan ikut menjalankan tak ingin terjebak dalam perdebatan, terlebih mereka belum menerima surat resmi dari dinas terkait.

 

“Hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar belum ada surat resmi dari Pemerintah Pusat kepada Pemda. Jangan sampai sikap dan komentar kita nanti justru mendapatkan respon negatif. Sebaiknya kita tunggu dulu,” ujarnya.


Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatra Barat (Sumbar) mengatakan akan mengkaji Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri soal larangan peserta didik untuk mengenakan atribut keagamaan.

 

Kepala Disdik Sumbar Adib Alfikri, mengatakan pihaknya sudah mendengar SKB 3 menteri tersebut. Namun belum ada menerima surat secara tertulis. Pada prinsipnya, Disdik Sumbar menerima karena ini merupakan keputusan pemerintah pusat.


SKB ini tentu mesti kita kaji dan telaah terlebih dahulu karena ini berlaku untuk seluruh Indonesia. (**)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembelajaran tatap muka di sekolah di Kota Padang. Kali ini, Senin (05/02/2021) Wawako Padang mengunjungi SMPN 14 Padang, Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh. Sidak ini dilakukan usai mengikuti Subuh Sajadah di Masjid Taqwa Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh dan silaturrahim dengan pengurus Lembaga Sosial Mejah Putih Saiyo.

Dalam sidaknya, Wawako Hendri meninjau langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di sekolah tersebut, seperti protokol kesehatan di gerbang sekolah, pekarangan sekolah, ruang kelas, sekaligus melihat langsung bagaimana siswa meninggalkan sekolah. 


"Hari ini saya kembali sidak ke sekolah secara diam-diam. Sebagaimana janji saya sebelumnya untuk sidak setiap minggunya. Saya ingin melihat langsung proses pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19. Alhamdulillah, setelah saya lihat berjalan lancar," ujar Wawako didampingi Camat Pauh Jasman dan Babinkamtibmas Kelurahan Cupak Tangah, Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Norvrialdi.


Wawako berpesan kepada peserta didik agar belajar dengan rajin, raih prestasi agar bisa menjadi kebanggaan bagi orang tua dan sekolah. Jangan sampai karena Pandemi Covid-19 mengurangi semangat untuk belajar.


"Ingatkan anak-anakku semua bahwa pandemi Covid-19 belum berkahir. Maka untuk melindungi diri agar tidak terinfeksi, yang bisa kita lakukan hanya memakai masker, menjaga jarak dan menjaga daya tahan tubuh. Maka bapak mohon patuhi dengan baik," ajak Wawako ketika berdiskusi dengan siswa saat melihat langsung proses belajar disekolah tersebut.


Orang nomor dua di ibukota provinsi Sumatera Barat itu mengapresiasi kepala sekolah dan tenaga pendidik yang disiplin menerapkan prokes Covid-19 dengan baik dan benar.


"Kita optimis jika prokes Covid-19 diterapkan secara baik dan benar maka sekolah tatap muka akan sukses dan berhasil, sehingga nantinya sekolah-sekolah di Kota Padang dapat menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Kita akan selalu setiap saat menjaga anak anak kita di sekolah dengan melakukan pengawasan yang ketat," tegas Hendri Septa.(Mul/**)

PEKANBARU - MEDIAPORTALANDA - Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah usai menghadiri rapat kordinasi Pencanangan Penguatan Tata Kelola Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit di Kantor BKN Regional XII Pekanbaru, di jamu Gubernur Provinsi Riau Syamsuar di rumah dinasnya, Jumat (5/2/2021).

Pertemuan ke dua kepala daerah tersebut membahas pembangunan infrastruktur di perbatasan ke dua wilayah. Dalam pertemuan itu, Gubernur Riau menyatakan, bahwa pembangunan infrastruktur jalan diperbatasan Riau dan Sumatera Barat perlu menjadi perhatian karena banyak titik yang dapat mempermudah akses kedua wilayah.


"Diperbatasan Riau dan Sumbar akan diupayakan pembangunan jalan tembus untuk mempermudah akses kedua provinsi, " kata Syamsuar. 


Menurut Syamsuar, perbatasan Riau dengan Sumatera Barat di Kabupaten Pasaman bisa dibuat jalan tembus. Begitu juga di perbatasan Kabupaten Dharmasraya dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).


“Kami berusaha menembus jalan perbatasan Rohil dan Dharmasraya. Kami ingin jalan itu terwujud agar memudahkan akses kedua daerah, ” sebut mantan Bupati Siak tersebut.


Pada prinsipnya, Buya, sapaan akrab Mahyeldi, menyambut baik gagasan Gubernur Riau itu. Menurutnya, kemudahan akses akan menunjang percepatan pembangunan, salah satunya sektor pertanian.


“Adanya akses jalan di daerah perbatasan bagus untuk percepatan pembangunan pertanian, ” kata Mahyeldi.


Lebih lanjut, Mahyeldi juga menerima ucapan selamat dari Gubernur Riau atas keberhasilannya memenangkan Pilgub Sumbar 9 Desember 2020 lalu. (Zal)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.