-->

Latest Post


SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - 21 Mei 2021 - Sore hari kemarin, Pelatihan Peranan SPI Dalam GCG resmi ditutup oleh Ketua PD. Perpamsi Sumbar, Hendra Pebrizal, di Batusangkar. 


Pelatihan yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini akan memberikan gambaran secara detail mengenai audit internal serta peran dan fungsi dari seorang Satuan Pengawas Intern (SPI).


Seorang auditor internal (Satuan Pengawas Intern) diperusahaan harus dapat mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). 


Peran auditor internal perusahaan harus dapat memberikan early warning kepada manajemen perusahaan untuk mencegah dan meminimalisasi dampak kebijakan-kebijakan yang dapat merugikan perusahaan. Satuan Pengawas Intern  juga termasuk salah satu dari pilar-pilar GCG.


Dalam sambutannya, Ketua PD. Perpamsi Sumbar yang juga sebagai Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, peranan SPI itu sangat penting, harus memiliki skedul kerja dalam setiap agenda, sehingga ketika ada pemeriksaan dari KAP, kita sudah siap dengan segala data yg dibutuhkan oleh pemeriksa. SPI harus selalu mengevaluasi setiap laporan yang diberikan oleh masing-masing divisi setiap bulannya.


Setelah  pelatihan ini nantinya, SPI mampu memberikan saran dan masukan kepada Direksi tentang hal-hal yang harus dan patut untuk dilakukan dan dievaluasi. Jangan takut memberikan masukan, karena hal itu penting. 


SPI sebagai mata dan telinga Direksi diharapkan dapat mendeteksi permasalahan yang timbul. Karena kalau bukan SPI, siapa lagi yang akan mengingatkan langkah dan keputusan yang akan diambil Direksi kedepan. Dengan masukan dan saran yg diputuskan bersama, hasilnya pun akan baik.


Terimakasih kepada PDAM yang telah mengutus karyawan terbaiknya untuk mengikuti pelatihan ini, semoga pelatihan ini bermanfaat bagi semua peserta yang hadir, dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan untuk diaplikasikan dalam segala kegiatan dilingkungan kerja masing-masing, ujar Dirut. (**)


JATIM - MEDIAPORTALANDA - Kepergok mencuri motor dan dihajar warga di daerah Tembok Dukuh Surabaya, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ini masih beruntung.


Nyawa keduanya masih terselamatkan setelah anggota Reskrim Polsek Bubutan Surabaya sigap terjun langsung mengamankan keduanya kelokasi kejadian.

Kepada media ini, salah satu pelaku diberi kesempatan untuk wawancara langsung diruang penyidikan. Inisial mereka adalah A (29) asal Rusun Sumbo Blok G, Surabaya.


Pelaku ini mengaku baru sekali ini ikut dan mau ketika diajak kerja (istilah pelaku ketika akan mencuri motor). A mau saja karena saat itu butuh uang untuk lebaran.


Lebih-lebih, sebulan sebelum puasa, dia dikeluarkan dari pekerjaannya di pasar Kapasan Surabaya. “Saya dipecat, karena sebulan tidak masuk kerja, itupun karena saya sakit,” jelas A, Sabtu (22/5/2021).


Lanjutnya, setelah dihajar warga pada, 12 Mei 2021 lalu sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Kranggan Gg 6 Surabaya, badannya dan temannya, AGi (24) asal Jalan Sido Kapasan Gg 5, Surabaya bonyok babak belur.


Seminggu pasca perawatan kesehatannya mulai membaik. Namun pendengarannya masih kurang bagus. “Kepala sering sakit dan telinga juga keluar darah,” tambah dia.


Dia bercerita, sebelum dipecat bekerja di toko kain, kehidupannya sempat normal dengan gaji 3 juta setiap bulannya. Namun petaka mulai ada ketika dipecat karena sakit, dia kehilangan pekerjaan hingga pikirannya panik dan mau saja diajak maling.


Dikabarkan sebelumnya, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor yang ditangkap oleh Reskrim Polsek Bubutan pada, Rabu 12 Mei 2021 lalu sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Kranggan Gg 6 Surabaya ternyata spesialis.


Keduanya merupakan spesial pencuri motor parkiran Indomart hingga parkiran Mall yang tersebar di Surabaya. Bahkan, mereka juga nekat mencuri motor milik pasien Covid-19.


Saat beraksi, mereka mengambil sepeda motor yang sedang diparkir di depan jalan, pertokoan, atau Mall dengan merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T yang dibawa oleh pelaku dan setelah berhasil membawa sepeda, kedua tersangka melarikan diri.


Aksi tarakhir keduanya, pada Rabu, 12 Mei 2021, melakukan pencurian di halaman depan Rumah Jalan Kranggan Gg 6 Surabaya dengan maksud akan merusak lubang kunci dengan kunci model T.


Aksi keduanya saat itu kepergok pemilik dan sontak berteriak Maling, mendengar teriakan tersebut, warga langsung mengejar pelaku,dan berhasil diamankan. Setelah pelaku diamankan lanjut dibawa ke Mako Polsek bubutan Surabaya guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.


(Rd)


SURABAYA - MEDIAPORTALANDA - Warga Sidoarjo dihebohkan dengan munculnya pocong, pasien Covid-19 di kursi roda yang di dorong perawat lengkap berbaju hazmat. Selain pocong, juga terdapat berbagai tulisan tentang tsunami Covid-19 India yang dibawakan Polwan di beberapa mal dan persimpangan jalan di Sidoarjo, Jumat (21/5/2021) malam.


Peristiwa tersebut merupakan aksi teatrikal pocong yang dilakukan Satlantas Polresta Sidoarjo guna mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.


Lonjakan tinggi Covid-19 yang terjadi di India akibat abai akan protokol kesehatan, merupakan pelajaran berarti bagi masyarakat. “Sebab itu melalui aksi teatrikal pocong ini, kami mengedukasi masyarakat Sidoarjo bahwa Covid-19 masih ada serta supaya menjauhi kerumunan dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” ujar Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Wikha Ardilestanto.


Ia juga menyebut, sosialisasi ini dipelopori oleh Kapolda Jatim Irjen. Pol. Nico Afinta, yang memerintahkan semua polres jajaran melakukan sosialisasi ke masyarakat, bahwa wabah Covid-19 masih ada.


Apalagi selama lebaran lalu ada jutaan warga yang tetap melakukan perjalanan mudik meski sudah dilarang. Dan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, sosialisasi bakal terus digencarkan petugas

(Redho)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.