-->

Latest Post


KALSEL - MEDIAPORTALANDA - Sebuah terobosan baru bagi peningkatan kompetensi buruh pelabuhan melalui program Pendidikan dan Pelatihan Port Basic Safety and Security Training atau PBSST mulai dilaksanakan Kementrian Perhubungan Repubik Indonesia bagi ratusan buruh pelabuhan di kalimantan Selatan. 


Kegiatan Diklat PBSST yang diprakarsai oleh kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Satui, Provinsi Kalimantan Selatan ini melibatkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) se Kalimantan Selatan. Ini untuk pertama kalinya di Indonesia peningkatan kualitas profesi buruh pelabuhan atau TKBM diberi perhatian khusus oleh pemerintah melalui Kementrian Perhubungan RI.

Sekitar 200 buruh pelabuhan ini akan mengikuti Diklat PBSST selama 4 hari di Hotel Ebony Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dari tanggal 24 s/d 27 Mei 2021. Peserta TKBM akan dilatih secara khusus oleh para pelatih profesional dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Kementrian Peruhubungan RI di Jakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 


Terkait kegiatan ini, Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Laut kemetrian Perhubungan RI Andi Hartono menyampaikan apresiasinya terhadappelaskanaan program diklat Basic Safety and Security Training bagi Pegawai TKBM yang notabene baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi para pelaku TKBM serta menjadi  Pilot Project untuk daerah lainnya. Semoga ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Andi Hartono saat menyampaikan sambutannya secara virtual sebelum membuka secara resmi Diklat PBSST bagi peserta TKBM, Senin (24/05/2021).


Sebelumnya Kepala BP2TL Jakarta, Capt Heru Susanto menyampaikan laporan kegiatan ini secara Virtual dari Jakarta Acara.  Susanto mengatakan, Diklat PBSST ini sangat penting bagi para TKBM dalam rangka peningkatan kualitas dan keselamatan kerja dalam kegiatan bongkar muat di pelabuhan.  


Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III KBBL Agus Sularto turut memberikan semangat kepada para peserta saat menyampaikan sambutannya mewakili seluruh Kepala UPT di Kalimantan Selatan pada acara pembukaan. 


Turut hadir langsung dan memberikan sambutan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Ambo Sakka.  Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, dikatakan Ambo Sakka, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Menjadi kebanggaan bagi kami karena ini merupakan kegiatan Diklat pertama di Indonesia yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya bagi para pekerja TKBM di pelabuhan,” ujarnya. 


Sementara itu, untuk memastikan acara berjalan lancar Direktur Utama PT. Khalfani  Energi Riset sebagai Sudibyo turun langsung memantau persiapan dan  penerapan protokol kesehatan bagi seluruh peserta. PT Khalfani Energi Riset yang digandeng oleh BP2TL sebagai penyelenggara kegiatan Diklat PBSST, memilih Batulicin sebagai lokasi penyelenggaraan agar memudahkan akses bagi para peserta untuk mencapai lokasi Diklat.  “Pada acara pembukaan sengaja hanya dihadirkan sekitar 100 orang peserta perwakilan dari TKBM Koperasi Bersama Tanah Bumbu untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujar Sudibyo. 


Sementara itu, Firmansyah, salah satu peserta TKBM mengaku bangga sebagai buruh pelabuhan diikutsertakan dalam Diklat PBSST. Hal yang sama disampaikan Agus, yang mengaku sudah cukup lama menekuni profesi ini dan baru pertama kali ini ada pelatihan khusus seperti ini. "Semoga pelatihan ini berguna bagi kami," ujarnya. 


Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Satui Eidy Sutrisno Hadji Djafar mengatakan, pihaknya berharap pasca Diklat PBSST ini, buruh pelabuhan atau TKBM akan diarahkan dan dipersiapkan dalam rangka mengikuti Uji Kompetensi mengenai keahliannya sebagai pekerja bongkar muat di pelabuhan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. ***


JATIM - MEDIAPORTALANDA - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan empat pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI AL, Pratu Marinir Jehezkial Tusuf Sakan (JYS) di pintu keluar Terminal Bungurasih atau Purabaya merupakan otak aksi brutal.


"Mereka ada yang meneriaki maling dan mengeroyok. Sisanya yang masih dikejar itu yang 55 (Pasal 55 ayat 1 KUHP turut serta melalukan pengeroyokan)," kata Gatot di Mapolda Jatim, Senin (24/5/2021).


Dari hasil penyidikan sementara, polisi menduga pelaku pengeroyokan tak hanya empat itu saja melainkan lebih dari sepuluh orang dan kini sedang diburu. Gatot pun meminta terhadap para pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan itu untuk segera menyerahkan diri.

"Saya meminta agar para pelaku yang terlibat, yang kini masih kabur, segera menyerahkan diri," tegas alumni Akpol 1991 tersebut.


Sebelumnya, akibat pengeroyokan itu korban yang berumur 28 tahun itu mengalami luka di bagian kepala, pelipis mata, dan badan.


Setelah ditemukan terkapar oleh warga, Pratu Marinir J langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Pada Minggu (23/5) siang, korban sudah diperbolehkan pulang ke rumah.


Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap empat orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Mereka masing-masing di antaranya berinisial UNH (20) asal Trenggalek, Moch RTR (19), FCP (19), dan YMK (20) yang semuanya asal Waru, Sidoarjo.


(Redho)


INHU - MEDIAPORTALANDA - Pihak keluarga korban pengeroyokan oleh ratusan anggota Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) di lokasi pabrik PT Karisma Agro Sejahtera (KAS) murka. Keluarga besar korban meminta pemerintah menghentikan operasional pabrik PT KAS dan mencabut seluruh izin yang dikantongi pihak pabrik PT KAS, sebab keberadaan pabrik dinilai sebagai pemicu perang saudara di Desa Batu Papan Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau.

.

Gaya premanisme ratusan anggota SPTI pada peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan Rabu, 19 Mei 2021 kemarin, kepada 5 orang korban diantaranya ketua bidang organisasi Federasi Serikat Pekerja Pimpinan Cabang - Niaga Bank Jasa dan Asuransi (FSP-NIBA) Kabupaten Inhu Imawan Susanto dan 4 orang lainya warga Batu Papan yang menjadi korban diantaranya Marhalim, Suwardi, Marwan dan Abu Sanar yang harus dilakukan perawatan serius di rumah sakit usai kejadian.

"Suami saya dipukul sampai babak belur di pabrik PT KAS, kami minta pemerintah menutup pabrik dan mencabut semua izin pabrik itu, selama ini keberadaan pabrik hanya menimbulkan masalah," kata Maimunah Jumat (21/5/2021) seraya menjelaskan kalau dirinya adalah istri korban atas nama Abu Sanar. 


Dijelaskan Maimunah, berbagai masalah selalu diceritakan oleh masyarakat di Desa Batu Papan atas keberadaan pabrik sawit PT KAS yang sering mengadu domba masyarakat, selain itu limbah pabrik juga mencemari sungai tenaku. 


"Kami minta pabrik PT KAS ditutup, pabrik itu juga tidak punya kebun sawit, keberadaan pabrik tersebut hanya menimbulkan sumber penyakit," kata Maimunah terlihat marah.


Rekan Maimunah saat itu atas nama Reni, mengaku suaminya juga menjadi korban atas keberadaan pabrik PT KAS di Desa Batu Papan. "Suami saya juga jadi korban, suami saya dikeroyok di lokasi pabrik PT KAS, kami Idak terima keberadaan pabrik PT KAS di Desa Batu Papan," kata Reni.


Jika pabrik PT KAS terus dibiarkan beroperasi, Reni mengawatirkan akan banyak korban berjatuhan dan akan terjadi bunuh bunuhan sesama keluarga dan tetangga. 


"Abu pembakaran juga berterbangan sampai ke rumah saya, kami ibu ibu di Desa Batu Papan minta pemerintah menutup pabrik PT KAS," harapnya. 


Sebelumnya, aksi penganiayaan dilakukan oleh ratusan anggota Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Batu Papan kepada 5 orang pengurus anggota serikat pekerja Niaga Bank Jasa dan Asuransi (NIBA) di lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Karisma Agro Sejahtera (PT KAS) Rabu (19/5/2021) di Desa Batu Papan Kecamatan Batang Cenaku kemarin kemarin.


Peristiwa tersebut berawal dari datangnya Pengurus Unit Kerja (PUK) NIBA ke PKS PT KAS Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB dengan maksud untuk memfasilitasi anggota NIBA Batu Papan bekerja di pabrik sesuai dengan Surat Kesepakatan Kerja Bersama (SKKB) antara PUK NIBA Batu Papan dengan manajemen PKS PT KAS dan sebelumnya pihak NIBA menyampaikan pemberitahuan kepada polisi di Polres Inhu.


Setibanya pengurus serikat pekerja NIBA di gerbang masuk pabrik PT KAS untuk bertemu dengan manajemen, pintu gerbang masuk ke pabrik langsung ditutup oleh sejumlah polisi dan tampak juga dilokasi Kapolsek Barang Cenaku Iptu Januar E Sitompul SH, kemudian ratusan orang berpakaian preman diduga suruhan dari pengurus SPTI setempat yang di ketuai Jefri langsung masuk kearea pabrik PT KAS dan menyerang pengurus NIBA secara membabi buta seolah sudah mendapat perlindungan dari polisi yang ada saat itu untuk melakukan penganiayaan.


Ketua SP NIBA Batu Papan Suwardi turut menjadi korban dan wakil ketua NIBA Abu Sanar juga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh ratusan anggota SPTI tersebut, saat itu Suwardi dicekik oleh seseorang yang diketahui bernama Joni dan tangan Suwardi sedangkan Abu Sanar saat itu dikeroyok sekitar 5 orang saat suasana sudah kondusif.


Abu Sanar, yang merupakan korban pengeroyokan saat itu mengalami luka memar di bagian muka serta mengeluarkan darah segar di bagian hidung dan sekujur tubuhnya mengalami sakit serta sesak nafas usai di keroyok.


"Saya dipisahkan oleh polisi dari rombongan pengurus NIBA saat itu, pengurus NIBA yang sudah dianiaya disuruh pulang dan saya disuruh tinggal sendirian dan diberikan jaminan keamanan kepada saya oleh polisi saat itu, ketika saya dikeroyok sekitar 5 orang polisi dan Kapolsek saat itu hanya menonton saja," kata Abu Sanar.


Menurut Abu Sanar, dirinya dipikul membabi buta oleh anggota SPTI yang berjumlah sekitar 5 orang dan kedua tangannya saat itu di pegang oleh polisi sehingga dirinya tidak bisa lari atau membela diri.


"Saya tidak akan dikeroyok jika tidak dipisahkan oleh polisi dari rombongan pengurus NIBA saat itu dan jika kedua tangannya tidak dipegang oleh polisi. Saya akan tuntut Kapolsek Batang Cenaku yang saat itu hanya menyaksikan saja saya dipukul, saya minta Kapolda dan Kapolri memberhentikan Kapolsek Batang Cenaku dari Institusi Polri," tegasnya. **

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.