-->

Latest Post

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Nama Indonesia kembali harum di kancah olahraga setelah petenis Aldila Sutjiadi yang berhasil menjadi juara ganda putri turnamen ITF World Tennis Tour W60 yang digelar di Charleston, Amerika Serikat, Sabtu (26/6/) waktu setempat. 


Aldila yang berpasangan dengan petenis asal Hungaria, Fani Stollar, berhasil menundukkan ganda putri tuan rumah. Keduanya menang mudah atas Rasheeda McAdoo/Peyton Stearns dengan skor 6-0 dan 6-4. 

Aldila yang menjadi unggulan teratas dalam turnamen ini merasa senang. Apalagi, dirinya dan Fani tampil sempurna dengan tidak pernah kalah satu set pun selama turnamen. 


“Tentu saja senang karena ini adalah gelar pertama di level ITF W60," ucap Aldila dalam keterangan yang diterima redaksi. 


Atas kemenangan ini, Aldila/Fani berhak mendapat hadiah total 60.000 dolar AS atau sekitar Rp 870 juta. Selain itu, peringkat Aldila juga naik ke peringkat 146 WTA Doubles setelah mendapat tambahan 80 poin. 


Aldila yang pada SEA Games 2019 meraih 2 emas berencana mengikuti sejumlah turnamen baik UTR, ITF maupun WTA. Dia berharap bisa terus menjaga konsistensi dan lolos ke turnamen yang lebih tinggi. 


"Semoga dengan peringkat baru bisa lolos turnamen yang lebih tinggi levelnya," tutupnya. 


Sementara Ketua Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti), Rildo Ananda Anwar, mengatakan, prestasi yang kembali dicatat Aldila ini sungguh membanggakan dan membuat harum nama Indonesia. 


"Aldila merupakan salah satu petenis andalan yang kita miliki. Prestasinya ini mengharumkan nama Indonesia," ujarnya. 


Rildo menambahkan, Aldila sudah berada di Amerika selama tiga bulan sebelum bertanding di ajang World Tennis Tour W60. Dia berharap Aldila akan tetap bertahan di Amerika Serikat untuk beberapa waktu lagi dan mengikuti berbagai turnamen di sana. 


"Penting bagi Aldila untuk memperbaiki catatan dan point yang dimilikinya dengan mengikuti turnamen-turnamen di Amerika Serikat," ujar Rildo. []

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Pemerintah menargetkan penyuntikan dua juta dosis vaksin pada bulan Agustus untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden meminta kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk turut menyukseskan program vaksinasi yang dibarengi dengan menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. 


"Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, utamanya menjaga jarak. Tindakan lapangan, langkah-langkah lapangan dalam rangka kedisiplinan ini sangat penting," ujar Presiden dalam keterangan pers usai peninjauan vaksinasi massal di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Vaksinasi massal yang dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno sendiri menyasar sedikitnya 8 ribu masyarakat umum. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, vaksinasi juga diselenggarakan secara serentak di 14 Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia.


"Hari ini bersyukur kita bisa melaksanakan vaksinasi massal di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Memang target hari ini adalah satu juta vaksin untuk rakyat yang kita harapkan nanti akan terus menuju di bulan Juli dan di bulan Agustus target kita nanti dua juta vaksin," ungkapnya.


"Hari ini saya di GBK, saya nggak tahu berapa ribu yang ada di belakang saya, tetapi ini menunjukkan antusias masyarakat untuk sehat, untuk berbondong-bondong divaksin, mau divaksin," imbuhnya.


Dalam kesempatan itu, Presiden berbincang dengan perwakilan dari Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana yang ditinjau melalui konferensi video di lokasi tersebut. Saat berdialog, Presiden Jokowi menanyakan kesanggupan Pangdam Brawijaya untuk menggandakan alokasi vaksin menjadi dua kali lipat sehingga target jumlah vaksinasi pada bulan Juli dan Agustus dapat tercapai. 


"Pak Pangdam, ini kan 209 ribu. Kalau saya siapkan vaksin 400 ribu sanggup nggak menghabiskan?" tanya Presiden.

 

"Sanggup, Bapak. Siap, kami menunggu tambahan vaksin untuk Jawa Timur. Kami akan laksanakan secepat mungkin sehingga target dari pemerintah satu juta dan dua juta vaksin bisa segera terealisasi," tegas Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.


Sementara itu, Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dalam laporannya meminta tambahan vaksin untuk masyarakat di wilayahnya yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden pun berupaya untuk segera menambah suplai vaksin ke daerah tersebut.


"Nanti untuk urusan tambahan vaksin akan saya sampaikan ke Panglima, ke Kapolri, dan juga utamanya yang punya vaksin Menteri Kesehatan, agar segera sebanyak-banyaknya vaksin bisa disuplai ke daerah," jelas Presiden.


Di penghujung dialog, Presiden Jokowi kembali mengimbau pemerintah daerah yang didukung oleh jajaran TNI dan Polri agar dapat selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat dalam segala kegiatan yang dilakukan di lapangan. 


"Sekali lagi saya ingin menekankan agar tindakan-tindakan lapangan, langkah-langkah di lapangan, mengontrol, mengecek semua yang berkaitan dengan Covid ini dilakukan oleh gubernur, bupati, dan wali kota, dan didukung oleh jajaran TNI dan Polri dalam rangka mendisiplinkan masyarakat utamanya terhadap protokol kesehatan," tandas Presiden.


Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi di Stadion Gelora Bung Karno antara lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. **



Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

 PADANG - MEDIAPORTALANDA - Sejak pagi, Sabtu (26/6) lapangan Imam Bonjol dikunjungi sekitar seribuan warga Kota Padang. Kedatangan warga tersebut untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, Danrem 032/WBR, Danlantamal II Padang, Danlanud Sutan Syahrir, Wakapolda Sumbar dan Pejabat Utama Polda Sumbar juga terlihat hadir menyaksikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lapangan Imam Bonjol Padang. 

Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, pihaknya bersama jajaran Forkopimda menargetkan 25 ribu vaksinasi Covid-19 pada 19 Kabupaten Kota yang ada di wilayah Provinsi Sumbar. "Satu hari ini saja, ada 124 titik di wilayah provinsi Sumatera Barat," katanya. 


Dirinya menambahkan, untuk percepatan vaksinasi Covid-19 ini, para Bhabinkamtibmas, Babinsa dan unsur pemerintahan Nagari digerakkan untuk bisa menyadarkan masyarakat agar di vaksin. 


"Kita lihat saja saat ini, begitu banyak animo (masyarakat) yang memang datang untuk di vaksin," bebernya. 


Selain di Padang, kegiatan vaksinasi Covid-19 massal ini diketahui juga dilakukan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Kota di Indonesia.(*)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.