-->

Latest Post

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Mulai hari ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka kesempatan bagi putra putri terbaik bangsa untuk menjadi anggota Polri tahun anggaran 2022. Kali ini untuk Akademi Kepolisian (Akpol).


Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik, Rabu (30/3) di Polda Sumbar. 


"Iya, Polri buka pendaftaran penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol). Pendaftaran mulai tanggal 30 Maret hingga 18 April 2022," katanya.


Sementara, Karo SDM Polda Sumbar Kombes Pol Defrian Donimando, S.Ik melalui Kabag Dalpers AKBP Andry Kurniawan, S.Ik dan Kasubbagselek Kompol Muhardi, S.Ik menerangkan, peserta melakukan pendaftaran secara online. 


"Peserta dapat mengakses website Polri yaitu www.penerimaan.polri.go.id dan memilih kategori Akpol," ujarnya. 


Kemudian, usai mendaftar selanjutnya melakukan registrasi secara online. Para calon peserta kemudian melakukan verifikasi di Polres-polres setempat.


Untuk itu, dirinya mengimbau agar putra putri khususnya di Sumatera Barat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan terbaik ini untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi anggota Polri. 


"Ayo daftarkan segera. Masuk Polisi gratis dan tidak ada dipungut biaya apapun," pungkasnya. (*)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Wali Kota Padang Hendri Septa menerima kunjungan silaturrahim General Manager (GM) HW Hotel Padang, Dian Eka Putra, di kediaman resminya, Rabu pagi (30/3/2022). 


GM HW Hotel Padang Dian Eka Putra mengatakan, maksud kedatangannya menemui orang nomor satu di Kota Padang itu untuk mempererat hubungan silaturrahim antara Pemerintah Kota Padang dengan jajaran pimpinan HW Hotel Padang. 


"Berhubung mau masuk bulan suci Ramadhan 1443H, kami atas nama pimpinan HW Hotel Padang menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada Pak Wali. Semoga hubungan baik yang terjalin antara Pemerintah Kota Padang dan HW Hotel Padang dapat berlanjut untuk masa-masa yang akan datang," jelasnya. 


Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Padang juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada pimpinan HW Hotel Padang. 


"Semoga tahun ini puasa kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan segala amal yang kita kerjakan nantinya selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah SWT," ucapnya.  


Di kesempatan itu Wako Hendri Septa mengajak pimpinan GM HW Hotel Padang untuk bersama-sama memajukan industri pariwisata di Kota Padang yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. 


"Keberadaan hotel di Kota Padang sangat menunjang pariwisata di Kota Padang. Oleh sebab itu kami harapkan dukungan di pihak hotel agar pariwisata di Kota Padang dapat berkembang. Apalagi pada tahun 2022 ini Kota Padang dipercaya sebagai tuan rumah Rakernas Apeksi ke XIV, yang menghadirkan sekitar empat ribu orang," ucapnya.


Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan pengambilan testimoni HUT HW Hotel Padang yang ke-11. (Mul)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Pemerintah Kota Padang menggelar pertemuan khusus dengan pihak Pertamina Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumbar guna membahas persoalan  kelangkaan dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di Kota Padang dewasa.


Rapat yang dilangsungkan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (29/3/2022) Wako Padang Hendri Septa didampingi Kadis Perdagangan Andree Algamar.


Hadir dikesempatan itu Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen bersama anggota Erizal Syaf, Jepri Abidin dan Robi Andriya. Selain itu juga terlibat Kepala Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta.


"Alhamdulillah, hari ini kita dan pak Wali Kota bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar menggelar pertemuan guna mencarikan solusi terhadap kelangkaan Solar yang terjadi di Kota Padang beberapa hari belakangan ini, tutur Andre.


Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri menyebut hal tersebut harus dicarikan solusinya, mengingat telah menimbulkan fenomena kemacetan disebabkan antrian kendaraan yang cukup panjang di tengah jalan raya sekitar area SPBU," ungkap Wali Kota.


Seperti diketahui, kata Hendri, penyebab kelangkaan Solar disinyalir karena naiknya harga BBM jenis Solar Dexlite (industri) yang telah membuat pelaku usaha industri menjadi menjerit. 


"Kondisi ini pun memberikan temuan dimana banyak mereka sekarang beralih membeli Solar bersubsidi. Untuk hal ini memang perlu kebijakan dari Pemerintah Pusat, namun kita bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar hari ini sepakat membuat sebuah kebijakan. Yaitunya khusus untuk pengisian BBM Solar bersubsidi akan dibuka per harinya mulai pukul 21.00 WIB. Terhitung per 30 Maret ini," cetus Wako Padang tersebut.


Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang itu pun meyakini langkah yang dibuat dapat mengatasi permasalahan kemacetan di sekitar area SPBU selama ini.


"Semoga berjalan sesuai harapan dan kondisi pun kembali normal. Insya Allah, dengan itu peningkatan ekonomi masyarakat kembali efektif lagi di siang hari. Kita juga berharap semua pihak menahan diri mengingat kondisi keterbatasan kuota Solar bersubsidi saat ini sebelum harga Solar Dexlite kembali turun.


"Maka itu, bagi yang merasa mampu diharapkan menggunakan Solar produk Dexlite dulu. Karena Solar bersubsidi itu sejatinya lebih diperuntukkan bagi warga kita yang kurang mampu," imbuh Wali Kota.


Lebih jauh kata Hendri, untuk solusi lainnya ke depan pihaknya juga akan berupaya menakar pembagian BBM jenis Solar sesuai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Jenis Minyak Solar bersubsidi di Sumbar.


"Beberapa poin dari SE tersebut berisikan meminta pengendara mobil pribadi yang menggunakan Solar Bersubsidi menjadi dibatasi pengisiannya dibolehkan maksimum hanya 40 liter. Sedangkan bagi mobil truk empat roda dibatasi menjadi 60 liter dan truk di atas enam roda juga dibatasi hanya boleh 125 liter," pungkas Wako.


Pada saat yang sama Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta mengungkapkan penyebab utama kelangkaan Solar disinyalir karena dipotongnya kuota dari BPH Migas. 


"Hal ini yang menyebabkan ada antrean panjang pada setiap SPBU di Sumbar dalam beberapa hari belakangan," ungkapnya.


Untuk mengantisipasi kelangkaan, pihaknya menyarankan agar Pemprov Sumbar untuk mengusulkan penambahan kuota berdasarkan kebutuhan wilayah ke BPH Migas.


Sementara itu Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen mengaku sangat mendukung kebijakan yang disepakati pada rapat tersebut.


Selanjutnya ia juga berharap ke depan agar harga BBM subsidi dengan BBM non subsidi disparitasnya tidak terlalu jauh. 


"Kalau bisa harga per liter dari BBM subsidi dan yang non subsidi berselisih minimal Rp2000 saja. Saat ini harga Solar subsidi per liternya Rp5.150 sedangkan non subsidi Rp13.250. Jadi perbedaan harga yang jauh inilah saya rasa yang Membuat masyarakat beralih ke BBM subsidi sehingga kuotanya pun menjadi tidak memenuhi," tukuknya.


Hadir dipertemuan Wali Kota Padang diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal, Kepala Bappeda Yenni Yuliza serta Kadiskop dan UKM Ferri Erviyan Rinaldi. Selain itu Kabag Perekonomian Syahendri Barkah, Kabag Prokopom Amrizal Rengganis dan lainnya.(Dv)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.