-->

Latest Post

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Sebanyak 35 saksi telah di periksa oleh penyidik, baik dari internal atau anggota Polri maupun dari eksternal yang diduga terlibat dalam peristiwa di stadion Kanjuruhan. Hal ini disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (5/10/2022), di Mapolres Malang. 


Kadiv Humas Polri mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam rapat tersebut tim Investigasi menyampaikan terkait progress yang sudah dicapai. Antara lain adalah yang pertama tim audit investigasi dari Irwasum maupun propam. 

"Saat ini dari Irwasum maupun Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 anggota Polri tersebut, belum selesai dilanjutkan juga pemeriksaan pada malam hari ini karena sesuai dengan arahan bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami," paparnya


Lanjut Irjen Pol Dedi menjelaskan, dalam penanganan kasus ini diperlukan ketelitian, kehati-hatian, dan kecermatan yang dilakukan oleh tim ini harus betul-betul menjadi standar. 


"Dari tim penyidik, juga sudah melaporkan kepada bapak Kapolri tentang langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam beberapa hari ini. Antara lain pemeriksaan para saksi sudah 35 saksi yang sudah dimintai keterangan, baik saksi internal artinya bahwa anggota Polri yang juga terlibat di dalam kegiatan pengamanan di Stadion Kanjuruhan, maupun saksi dari eksternal," lanjutnya. 


Kadiv Humas menuturkan, terkait pemeriksaan saksi eksternal, pihaknya juga masih ada beberapa hal yang perlu didalami. Pendalaman-pendalaman oleh tim harus dilakukan pada malam hari ini dan juga besok.


"Sehingga rekan-rekan mungkin besok baru akan saya sampaikan tentang progress, baik dari tim audit investigasi yang dilakukan oleh Propam maupun Irwasum, juga tim sidik. Dalam hal ini gabungan dari Bareskrim maupun dari Polda Jawa Timur," pungkasnya. **

PADANG - MEDIAPORTALANDA -  Pemerintah Kota Padang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menyikapi laju inflasi di kota tersebut. 


Rakor yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Andree Algamar itu, dilangsungkan di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (3/10/2022).

Hadir di kesempatan itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Wahyu Purnama A, unsur Forkopimda Kota Padang, Kepala BPS Kota Padang Alfianto serta perwakilan Bulog Divre Sumbar dan Kadin Kota Padang.


Selain itu juga terlihat para Asisten dan sejumlah kepala OPD terkait dan Camat di lingkup Pemko Padang 


Sekda Andree dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas digelarnya Rakor TPID Kota Padang dengan tujuan mengendalikan inflasi di Kota Padang

yang saat ini per September sebesar 1,34 persen.


"Sebelumnya cabe yang menyebabkan inflasi, sekarang terdapat lima komoditas dominan penyumbang inflasi terdiri dari Solar, Bensin, Angkutan Antar Kota, Tarif Kendaraan Roda 4 online dan Beras," ucap Sekda.


Mengingat kondisi itu Sekda meminta OPD terkait untuk melakukan langkah jitu ke depan. Menurutnya perlu terus dilakukan berbagai upaya seperto Operasi Pasar di setiap Kecamatan dengan menyediakan bahan pokok yang harganya lebih murah. 


Selain itu sambungnya, juga melakukan secara masiv Gerakan Menanam Cabe bagi warga Kota Padang, mengimplementasikan gerakan hemat energi serta mengaktifkan Satgas Pangan dan mengupayakan pembentukan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Kota Padang.


"Kita meminta OPD terkait ikut mampu mencari akar permasalahan kenapa harga bahan pokok saat ini menjadi naik. Sehingga dengan itu bisa menghadirkan solusi dan harganya kembali normal," imbuhnya.


"Perlu diwaspadai kenaikan beras yang cukup signifikan. Agar digali apa akar penyebabnya, apakah karena produksi atau karena harga pupuknya yang naik. Maka itu kepada Dinas Pertanian Dinas Kelautan dan Pangan untuk dapat mencari solusinya."


"Selain itu upaya yang harus kita lakukan ke depan yaitu menjalin kerjasama dengan daerah produsen pangan terkait mengisi kebutuhan dan ketersedian pangan di Kota Padang. Semoga dengan upaya yang kita lakukan itu inflasi dapat kita kendalikan. Karena Kota Padang saat ini berada pada urutan ke-20 dari 88 kota inflasi di Indonesia," pungkas Sekda mengakhiri. (Dv/Prokopim Pdg)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Pemerintah Kota Padang menyambut baik Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekononomi Kreatif di Kota Padang.


Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Padang diwakili Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar sewaktu memberikan sambutan Coaching Clinic KUR Syariah Sektor Parekraf di Hotel Santika Premiere Padang, Selasa (4/9/2022).

Sekdako Andree Algamar menjelaskan, sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia, Kota Padang fokus dalam pemberdayaan komunitas kreatif yang berbasis generasi muda yang peka terhadap globalisasi teknologi. Kota Padang mempunyai banyak potensi ekonomi kreatif. Ada 17 sub sektor ekonomi kreatif yang diharapkan menjadi pilar dalam peningkatan ekonomi masyarakat.


"Salah satu produk ekonomi kreatif yang sudah mendunia di Padang saat ini adalah Rendang. Rasa sudah terkenal kemana-mana. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana produk rendang lebih berkembang dari sekarang. Untuk melalui pelatihan ini kami berharap dapat mengembangkan keahlian para pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang," ucap Sekda didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Rina Melati. 


Sekdako Andree Algamar menambahkan, akses permodalan menjadi salah satu permasalahan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang. Banyak para pelaku usaha yang memiliki ide-ide kreatif namun tidak bisa menuangkan idenya dalam bentuk produk usahanya karena tidak ada modal usaha. 


"Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih kepada Kemeparekraf melalui Direktorat Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah memberikan bantuan dana dan mengadakan kegiatan pelatihan ini. Semoga ini dapat menjadi angin segar bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang untuk mendapatkan akses permodalan," pungkas Sekdako Andree Algamar. **

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.