-->

Latest Post

NKRI merupakan Negara yang mempunyai kerukunan dalam Adat istiadat, Budaya dan Agama, disamping itu, juga mempunyai kekayaan sumber daya alam yang tak terhingga, terbentang  mulai dari ujung Barat Sabang sampai ke ujung Timur Merauke.

NKRI mempunyai Lk. 500 etnis dan 760 bahasa daerah. Mengenai Agama, hampir semua menganut agama besar ada di negri ini, seperti Islam, Hindu, Kristen. Katholik dan Budha. Namun keaneka ragaman bangsa kita ini, jika tidak hati- hati juga berpotensi memiliki perpecahan, karena adanya perbedaan horizontal maupun vertical. Sebagai bangsa yang besar, kita juga menghadapi berbagai tantangan- tantangan dalam percaturan politik baik dalam negeri maupun politik luar negeri.  

Dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang tersebut, maka kita harus memiliki wawasan kebangsaan yang tidak bersifat sempit (Sara),tapi harus mempunyai dasar empat pilar kebangsaan yang kuat, sebagai tiang penyangga yang kuat dan kokoh, Yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dan tak kalah pentingnya, juga memahami Garis Besar Haluan Negara (GBHN).Apabila pilar ini tidak kuat dan kokoh, maka bangsa ini akan mudah roboh, karena klau bangs ini kuat dan kokoh, maka tak dipungkiri lagi, kalau masyarakat merasa terlindungi, dan akan menjamin terciptanya rasa kebersamaan, yang aman, nyaman dan bahagia dalam merasakan hidup dinamis dalam ber bangsa dan ber Negara.  

Kita sebagai bangsa yang besar wijib mengutamakan semboyan Bhineka Tunggal Ika, karena semboyan ini mengatakan,walaupun Berbeda- beda, tetapi tetap satu. Walaupun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda- beda, seperti Suku, Ras dan Agama, tetap bangsa Indonesia. Bhineka Tunggal Ika merupakan perekat kebangsaan yang kuat bagi rakyat yang ada diseluruh kepulauan NKRI.

Bhineka Tunggal Ika dikukuhkan oleh generasi muda anak bangsa sejak Tahun 1928, yang dikenal sampai sekarang sebagai hari Sumpah Pemuda. Yang menjadi pertanyaan kita sekarang,….apakah Bhineka Tunggal Ika sudah luntur dari keasliannya,…dan apakah generasi muda kita sekarang sudah tidak mengenalnya lagi,…atau para birokrat sudah kena penyakit lupa atau berpura- pura, sehingga ikrar kebangsaan  yang telah tertanam jauh sebelum Indonesia merdeka akan memudar

Kalaupun ada kelupaan atau keberpura- puraan yang disengaja atau tidak yang dilakukan para birokrat kita sekarang tentang Bhineka Tunggal Ika, sangat diragukan, karena jika tidak hati- hati, maka semuanya bisa menjadi petaka. Karena setiap suku, masing- masing akan menonjolkan diri “Karena kami juga orang yang hebat, maka diantara kami juga harus menjadi pemimpin yang hebat pula” inilah yang menjadi petakanya.  

NKRI Adalah harga mati, Bhineka Tunggal Ika adalah perekat kebangsaan, Pancasila adalah ideologi Negara dan UUD 45 adalah aturan yang harus ditaati disamping itu juga memahami dan melaksanakan Garis Besar Haluan Negara demi terlaksananya atau terwujutnya cita-cita pembangunan bangsa dan Negara seutuhnya.  

Kehidupan berbangsa dan bernegara yang berazaskan Pancasila ini, tidak bisa diabaikan. Dan Bhineka Tunggal Ika, bagian dari Pancasila yang tidak bisa dipisahkan dalam kesatuan dan persatuan yang melekat dilambang burung garuda sebagai lambang NKRI, apapun alas an yang dilakukan dengan cara- cara yang konyol. Garuda Pancasila adalah lambang Negara NKRI dan merupakan jati diri bangsa dan sebagai perekat persatuan dan persatuan bangsa yang menggenggam Bhineka Tunggal Ika. “walaupun Berbeda- beda, tetapi tetap satu”.  Semoga NKRI tetap utuh,….amin *** 


Nasabah Bank BRI Kecewa, pasalnya baru hari pertama masuk kerja pasca lebaran, ternyata hampir semua Anjungan Tunai Mandiri (BRI) yang berada di Kota Padang nyaris tidak berfungsi. Sehingga banyak nasabah yang kecewa.

Ini sangat merugikan masyarakat atau nasabah sendiri, masak lembaga perbankan sebesar BRI membiarkan saja hal ini terjadi. Dan lagipula hari ini bukan lagi hari libur, kan semua karyawan telah masuk kantor, mestinya pihak karyawan BRI segera memperbaikinya.

Ini disampaikan Hendra Utama selaku ketua IKADIN Sumbar salah seorang nasabah BRI, kepada media nusantaranews.net beberapa menit lalu.

Menurutnya, kalau memang jaringan yang menjadi kendala, tentu harus secepatnya diperbaiki, masak harus menunggu sampai sore, keluhnya.

Dari pantauan lapangan seperti ATM seputaran Padang Pasir Kecamatan Padang Barat, yang tepatnya berada di rumah dinas Pimpinan Cabang BRI, dan ATM Bersama baik BNI maupun Bank Nagari,  ternyata sama sekali tidak mempunyai akses atau jaringan ke ATM BRI.

Oleh karena itu Hendra berharap, supaya pihak BRI dapat memperbaiki error system ini. Karena merupakan pelayan kepada masyarakat. Dan kalau dibiarkan tentu berdampak terhadap kerugian bagi BRI sendiri.

Mudah mudahan motto yang digembar gemborkan pihak BRI "melayani setulus hati" tidak terkotori dengan kejadian error system hari ini, ucap Hendra mengakhiri.

Usai lebaran, kompetisi sepakbola di Tanah Air, Liga 1, kembali ditabuh. Pekan ini, sejumlah tim akan saling jegal agar bisa menduduki puncak klasemen.
Di Padang, klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC (SPFC) dijadwalkan menjamu tamunya Persela Lamongan di Stadion H. Agus Salim (HAS) Padang, Senin (3/7) sore. Partai ini akan berlangsung sengit, mengingat SPFC kini berada di urutan bawah klasemen sementara. Anak asuh Nil Maizar akan berusaha mati-matian mendulang poin di kandang sendiri.
Tim tamu Persela Lamongan bahkan sudah menginjakkan kakinya di Padang sejak Sabtu (1/7) kemarin. Tim asuhan Heri Kiswanto ini bahkan sudah mencoba rumput Stadion HAS. Minggu (2/7) pagi, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo datang melihat langsung kesiapan tim asal Lamongan ini.
Begitu tiba di Stadion HAS, Walikota Padang melihat langsung latihan ringan yang dilakukan tim Persela Lamongan. Mengenakan jersey biru tua, para pemain nampak serius mendengarkan instruksi pelatih Heri Kiswanto. Walikota Padang nampak ikut serius melihat latihan ringan pagi itu.
Walikota Padang kemudian menyalami satu persatu pemain Persela Lamongan. Pencetak gol terbanyak tim tersebut Ivan Carlos, serta penyerang lincah Samsul Arif dan pemain lainnya nampak antusias menyalami Mahyeldi.
Setelah menyalami seluruh pemain, pelatih dan official kesebelasan Persela Lamongan, Mahyeldi mendapat kesempatan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh pemain. Walikota mengajak seluruh pemain untuk bermain penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas saat menghadapi SPFC petang nanti.
"Mari kita sama-sama bertanding penuh semangat dan selalu menjunjung nilai sportivitas," kata Mahyeldi.
Selain itu, Walikota mendoakan agar klub sepakbola di Tanah Air dapat berlaga di level internasional. Persela Lamongan menjadi salah satu klub kebanggaan di Indonesia.
"Kita di Padang juga punya klub PSP Padang, mudah-mudahan PSP bisa seperti Persela Lamongan," harap Walikota yang juga Ketua Umum PSP Padang itu.
Kedatangan Walikota Padang di tengah-tengah pemain Persela Lamongan itu sebenarnya di luar agenda kerja Walikota Padang pada pagi itu. Sebelumnya di halaman depan Stadion HAS, Walikota Padang melaksanakan senam pagi bersama Porpi. Mendengar Persela Lamongan sedang berlatih di dalam stadion, Walikota pun datang "mencigap".(Charlie)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.