-->

Latest Post



 MILAN - AC Milan belum berhenti belanja pemain baru. Meski sudah mendatangkan tujuh nama, Milan masih terlihat sibuk di bursa transfer musim panas 2017.

Menurut laporan sejumlah media massa, I Rossoneri tengah dikaitkan dengan Nikola Kalinic (Fiorentina), Lucas Biglia (Lazio) dan Simon Kjaer (Fenerbahce). Namun di balik itu, Milan rupanya mempersiapkan rencana besar untuk membawa pulang Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund.

Striker kebangsaan Gabon tersebut tampil memukau dalam beberapa musim terakhir. Berkat aksinya, Aubameyang kini diincar klub raksasa Eropa seperti Real Madrid dan Paris Saint Germain. Tapi Milan tidak tinggal diam saat melihat mantan anak didiknya digoda oleh klub lain. Karena itu mereka siap mengeluarkan dana besar untuk membawanya ke Stadion San Siro.

Menurut laporan Sky Sport Italia, Mediaset Premium, Sportitalia dan Corriere dello Sport, Milan rela mengeluarkan uang hingga 80 juta euro atau setara Rp1,2 triliun untuk merekrut sang pemain dari Dortmund. Tim yang dimiliki Yonghong Li tersebut bahkan bersedia menjadikan Aubameyang sebagai pemain dengan gaji termahal di pentas sepak bola Italia.

Untuk menggaji striker 28 tahun ini, Milan siap mengeluarkan 8 juta euro per musim atau setara Rp122 miliar. Namun Aubameyang kabarnya meminta nilai yang lebih tinggi yakni 12 juta euro per musim atau berkisar Rp183 miliar.

Terlepas dari masalah tersebut, Milan sangat serius pada misinya ini. Meski sudah memiliki Andre Silva, Suso, Carlos Bacca, Fabio Borini dan Gianluca Lapadula di lini serangnya, Milan masih menginginkan Aubameyang untuk melengkapi skuat yang diidamkan oleh sang pelatih, Vincenzo Montella.

Sebelumnya klub yang memiliki 18 gelar Scudetto tersebut sudah mengeluarkan 154 juta euro untuk memboyong tujuh pemain baru. Mereka adalah Mateo Musacchio (Villarreal), Franck Kessie (Atalanta), Andrea Conti (Atalanta), Ricardo Rodriguez (VfL Wolfsburg), Andre Silva (FC Porto), Fabio Borini (Sunderland) dan Hakan Calhanoglu (Bayer Leverkusen). 


MPA,(PADANG)  - Pencapaian realisasi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang 2016 hanya sebesar Rp391 miliar. Sementara target pendapatan adalah sebesar Rp476 miliar. Hal ini mengecewakan Pansus Pendapatan DPRD Padang. Apalagi diketahui untuk pencapaian target pendapatan 2017 yang saat ini pada  Juli, baru hanya sekitar 40 persen saja dari target PAD 2017 yang tentunya lebih besar dari target 2016 lalu.

Ketua Pansus Pendapatan DPRD Padang, Faisal Nasir menilai di lapangan banyak terjadi kasus pungli di beberapa OPD, sehingga proses target yang ditetapkan tersendat masuknya untuk pencapaian PAD.Saya dengan data yang ada bisa mengatakan apa yang telah dilaporkan OPD terkait adalah tidak benar sesuai fakta di lapangan. Masa iya dalam satu bulan untuk kawasan parkir di GOR Agus Salim hanya setor sebesar Rp10ribu seharinya untuk lahan parkir yang ada di depan kolam renang saja. Sementara retribusi parkir yang lainnya untuk kawasan GOR H.Agus Salim ini tidak ada laporannya. Kemana perginya laporan lainnya untuk perpakiran di sana, ” kata Faisal, Sabtu (8/7).

Selain itu yang lebih anehnya lagi pendapatan di sektor parkir pada Dishub Padang dari tahun ke tahun malah terus menurun. “Padahal secara logika, setiap hari atau bulannya kendaraan terus bertambah, tapi kenapa pendapatan parkir malah turun, ini sangat aneh sekali, bagaimana kajiannya itu,” ujarnya.Kemudian masalah titik titik parkir yang ada di Kota Padang, sampau saat ini tidak ada laporannya, serta mengenai parkir meter seakan seperti ada upaya untuk menggagalkannya. Dalam hal ini Walikota dinilai seakan membiarkan teejadinya pungli di sektor perpakiran ini.

Lebihlanjut Faisal mengatakan, dia menilai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang tidak melakukan apa – apa, tidak mampu mengkoordinir peningkatan PAD pada OPD berkaitan, serta banyaknya kebocoran potensi pajak yang ada di  Padang.Padahal sebenarnya banyak sekali potensi pajak yang dapat digali selain PT. Semen Padang. “Banyak cafe, tempat hiburan malam, arena biliar, tempat kuliner dan lainnya  yang makin menjamur, ” ujar Faisal.

Faisal menilai Bapenda atau dinas pendapan tidak melakukan apa -apa, sehingga tidak ada peningkatan. Malahan menghabiskan anggaran pada belanja langsung  Rp13 Miliar setahun.

“Sebulan menghabiskan Rp1 miliar, namun hasil kerjanya apa, tidak ada, ” tegasnya
Jika memang walikota ingin mencapai target pendapatan yang tinggi, kenapa kepala dinas yang tidak bisa mencapai pendapatan dibiarkan saja, tidak diberikan sangsi.

“Kapan perlu dipecat saja, digantikan saja dengan orang yang mampu bekerja untuk PAD ini, ” tegasnya.


Faisal Nasir, meminta Walikota Padang untuk melakukan evaluasi kepada pimpinan OPD .Ia berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terkait hal ini, agar ini tidak berlarut-larut terjadi serta apa yang diinginkan pemko melalui visi dan misi dapat terealisasikan.Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PDI-P, Wismar Pandjaitan meminta pimpinan daerah untuk menelusuri kenapa target yang diberikan tidak tercapai, apa alasannya dan kendalanya. Jika sudah diketahui pokok persoalannya, harus segera dicarikan solusinya bersama.Selain itu, jika ada OPD yang melebihi target yang diberikan, Pemko Padang diminta memberikan award kepada SKPD terkait. “Agar mereka senang dengan pekerjaan yang dilakukan selama ini dan termotivasi OPD lainnya hendaknya dalam bekerja,” ungkapnya.(02)

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, cukup banyak pujian yang datang dari para perantau Minang dan wisatawan pada saat liburan kemarin. mereka merasakan perubahan yang mencolok terhadap Kota Padang.
"Banyak yang menyampaikan bahwa Padang telah berubah, Padang sudah bersih, tempat wisata sudah begus'," ujar Mahyeldi saat halal bi halal dengan jajaran kerjanya di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (7/7).
Wako sempat menyinggung tentang kondisi Kota Padang pada saat Ramadan hingga lebaran kemarin, menurutnya, terjadi perubahan yang mencolok di bandingkan tahun tahun sebelumnya.
Tidak ada lagi sampah yang berserakkan. menurut Mahyeldi ini menunjukan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan sudah semakin tinggi, Termasuk kinerja optimal yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup.
"Terimakasih kepada warga dan Dinas Lingkungan Hidup," ujar walikota.
Angka kecelakaan pun tidak begitu banyak terjadi. Berkat kerja keras pihak  kepolisian yang mampu menjaga keamanan dan kenyamanan arus lalulintas.
Walikota menyebut bahwa situasi kondisi Padang begitu kondusif.
"Semua tak terlepas dari wejangan yang diberikan ulama, terimakasih kepada Forkopimda," ucap Mahyeldi.
Ini merupakan hal positif yang didapatkan dan perlu terus dijaga dengan baik. Semua itu menurut Mahyeldi tak terlepas dari kerjasama yang baik antara seluruh komponen Kota Padang.
"Atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terimakasih untuk kontribusi yang lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkas Mahyeldi.
Pada halal bi halal itu nampak hadir di antaranya, Wakil Walikota Padang H. Emzalmi, Sekdako Asnel, kepala OPD, dan ribuan ASN di lingkup Pemko Padang. Di akhir acara, seluruh ASN saling bermaaf-maafan dan menikmati hidangan yang disediakan.(Ch/ Yz / Du / Ef/ Taf)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.