-->

Latest Post

MPA,PADANG - Kota Padang sepertinya semakin disukai para wisatawan. Buktinya, selama libur lebaran kemarin, lonjakan pengunjung yang datang ke Padang cukup tinggi. Terutama di sejumlah objek wisata andalan.
Pantai Padang masih menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Padang. ternyataPantai Padang paling favorit. kemudian diikuti oleh Pantai Air Manis, pantai Bungus, serta objek wisata pulau.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Medi Iswandi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, tingginya minat wisatawan ke Padang karena kawasan wisata telah mulai tertata,’(9/7).
"Karena sekarang sudah jauh berubah dari tahun-tahun sebelumnya," ungkap Medi, kemarin.
Dikatakannya, pengunjung ke Padang selama tujuh hari libur lebaran diperkirakan mencapai 164.000 orang. Pengunjung mulai memadati kawasan wisata mulai dari H+1 lebaran atau 26 Juni, hingga H+7 atau 2 Juli 2017 kemarin.
"Ledakan pengunjung terjadi pada beberapa hari menjelang berakhirnya libur lebaran," terang Medi.
Medi merinci, jumlah pengunjung Pantai Padang selama tujuh hari itu sebanyak lebih kurang 84.000 pengunjung. Atau rata-rata 12.000 orang perhari.
"Sementara pengunjung Pantai Air Manis selama tujuh hari libur lebaran sebanyak 50 ribu," tutur Medi.
Sedangkan di Bungus, terdapat tiga pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Serta pulau-pulau yang mempesonakan wisatawan.
"Selama tujuh hari itu, sebanyak lebih kurang 30 ribu pengunjung tumpah ruah di objek wisata tersebut," papar Medi.(Ch/Ar)



PADANG - Mata Uang Indonesia ditolak di sejumlah negara. Pecahan rupiah baru tidak diterima di negara seperti Hongkong, Singapura, dan Arab Saudi. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah  menyebut bahwa hal ini perlu dievaluasi mendalam oleh pemerintah pusat.
"Mereka (negara lain) tidak menghargai yang kita miliki, ini hal yang perlu dievaluasi," sebut Mahyeldi usai menyerahkan beasiswa LPDP di Palanta Rumah Dinas Walikota, Sabtu (8/7).
Disebutkan Mahyeldi, hal itu sebenarnya bukanlah salah dari negara yang menolak pecahan rupiah tersebut. Akan tetapi hal ini memang harus menjadi perhatian. Sudah seharusnya dilakukan evaluasi dan autokritik terhadap permasalahan ini.
"Jadi benar juga jika ada sebahagian masyarakat kita selama ini yang mengkritik dan mengevaluasi mata uang kita itu," ungkap Mahyeldi.
Sementara seperti dilansir oleh sejumlah media nasional, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menyebut bahwa uang rupiah adalah alat pembayaran sah di Indonesia, dan telah tertera dalam hukum.
"Sehingga pembayaran transaksi dengan rupiah di wilayah NKRI tidak boleh ditolak kecuali telah diperjanjikan lain," katanya.
Sedangkan setiap negara menurutnya, memiliki otoritas sendiri untuk menentukan menerima atau tidak mata uang dari negara lain sebagai alat pembayaran. NKRI, kata Tirta, juga berhak menentukan untuk menerima atau menolak mata uang negara lain selain rupiah.
"Kecuali monetary union seperti di wilayah Euro," cecarnya.
Sebelumnya seorang netizen bernama Dee Abdurrahman mengaku mengalami penolakan saat ingin menukarkan uang rupiah baru ke mata uang dolar AS. Melalui akun Facebooknya, dia mengungkapkan keluhannya tentang legalitas uang rupiah baru di luar negeri.
"Uang baru hanya berlaku di Indonesia saja. Saya kemarin di Hong Kong dan Singapura tidak bisa ditukar," kata Dee.
Kejadian yang sama juga dialami netizen lainnya Yanto. Dia mengatakan, istrinya kesulitan menukarkan uang rupiah ke riyal saat melakukan ibadah haji beberapa waktu lalu. "Mereka nggak mau nerima uang rupiah baru, maunya uang rupiah lama," kata Yanto.(Ch/Ar)

 


JAKARTA - Wilayah Jawa Barat, Jonggol, Kabupaten Bogor dan Purwakarta bisa menjadi tempat alternatif untuk pemindahan Ibu Kota, Kalimantan Tengah. Jonggol dan Purwakarta dianilai lebih realistis ketimbang Palangkaraya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengakui wacana pemindahan ibu kota bukan hal baru. Menurutnya wacana pemindahan ibu kota sudah muncul sejak kepemimpinan Presiden Soekarno.

"Jonggol atau Purwakarta lebih realistis," ujar pira yang akrab disapa Cak Imin ini di sela-sela acara Halalbihalal di Kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan,di kutip dari Sindonews Sabtu (8/7/2017).

Bahkan kata dia Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah jauh sebelumnya memperjuangkan pemindahan ibu kota.

Atas dasar itu dia tidak sepakat jika wacana pemindahan ibu kota dikaitkan dengan terpilihnya Anies Baswedan dan Sandiga Uno sebagai Gubernur DKI Jakarta .

"Sudah sejak dulu toh. Sejak Pak SBY juga kan," ucapnya.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.