-->

Latest Post

MPA,(PADANG) – Cukup banyak yang hadir pada pembukaan Multaqa Da’i ke-3 di Padang, Senin (17/7). Salah satunya yakni Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan. Tidak itu saja, sejumlah gubernur pun akan ikut hadir dalam acara tersebut.
“Ya, Gubernur DKI terpilih bakal hadir di Padang,” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Sabtu (15/7).
Anies Baswedan memang telah berniat untuk hadir dalam acara Multaqa Da’i ini. Keinginannya itu disampaikan pada saat bertemu Walikota Padang di kediaman Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, Jamilus saat dikonfirmasi menyebut, Anies Baswedan mendarat di Padang pada Minggu (16/7) malam. Direncanakan kedatangannya akan disambut di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
“Kita sudah mendapat kabar dari ajudan beliau. Bapak Anies Baswedan akan mendarat di Padang sekitar pukul 21.45 Wib,” ungkap Jamilus yang akrab disapa Ji-em itu.
Lebih jauh dikatakannya, tidak saja Anies Baswedan yang hadir pada acara Multaqa Da’i ke-3. Akan tetapi juga akan hadir sejumlah gubernur lainnya. Seperti Gubernur Banten, Gubernur Maluku Utara, dan Gubernur Riau.Mereka akan hadir pada penutupan Multaqa Da’i nantinya.
“Sedangkan kedatangan Gubernur Jawa Barat belum ada kepastian,” cecarnya.
Multaqa Da’i dibuka di Masjid Raya Sumbar, Senin (17/7) pagi. Pembukaan dilakukan pukul 07.00 Wib.

“Kepada seluruh masyarakat mari sama-sama kita ramaikan pembukaan Multaqa Da’i ini,” ajak Jamilus.(Charlie)

MPA,(PADANG) – Kebersihan sebagian dari iman. Jika Kota Padang bersih, warga akan sehat. Karena itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengimbau kepada warganya untuk tetap menjaga kebersihan.
“Kita selalu ingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Mahyeldi kemarin,(15/7)
Walikota melihat, masih ada segelintir warga yang kurang begitu peduli dengan kebersihan. Dalam pantauan Walikota, masih terlihat sampah. Melihat kondisi itu, Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus mengingatkan warga dan mengawasi.
“Kebersihan sangat berkaitan dengan pariwisata. Jika kota kotor, tentu tak ada yang ingin datang,” sebut Mahyeldi.
Sisi lain, Walikota melihat masih terlihat titik macet di Kota Padang. Menurut Mahyeldi, macet tidak saja terjadi pada hari biasa. Akan tetapi juga pada waktu akhir pekan.
“Setiap Sabtu dan Minggu sering juga macet,” ungkap Walikota.
Mahyeldi mengatakan, salah satu penyumbang macet karena semakin banyaknya kendaraan dan belum bertambahnya jalur alternatif. Apalagi, usai lebaran lalu banyak perantau yang meninggalkan kendaraannya di Padang.
“Kebiasaan perantau kalau pulang kampung biasanya membawa mobil. Setelah itu mobil dijual di Padang. Setelah mobil terjual, perantau balik ke Jakarta menggunakan pesawat,” hematnya.
Mahyeldi mengimbau kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Padang untuk menyiasati kondisi ini dengan merancang pelebaran jalan agar macet terurai. Seperti jalur di depan 

MPA,(PADANG) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Sumatera Barat dulunya merupakan gudangnya ulama. Masjid-masjid di Jakarta pada umumnya diisi oleh ulama asal Sumatera Barat.
Seiring perkembangan zaman, kondisi itu telah berubah. Menurut Wapres JK saat berkunjung ke Padang, Sabtu (15/7) kemarin, Sumatera Barat telah mulai kekurangan ulama. Menurutnya, dulu dari sepuluh ulama yang ada, delapan di antara nya berasal dari Sumatera Barat. Tetapi kini tidak lagi, justru banyak berasal dari daerah lain.
Apa yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla mendapat tanggapan dari warga Sumatera Barat. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo yang juga seorang buya ini menyebut bahwa apa yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla mesti disadari oleh seluruh masyarakat Sumatera Barat.
“Ini harus kita sadari,” kata Walikota Padang, Sabtu itu.
Hemat Mahyeldi, agar pamor Sumatera Barat sebagai gudang ulama tetap terjaga, perlu adanya perhatian sejumlah pihak. Terutama dengan mendorong generasi muda untuk terus memperdalam ilmu agama.
“Termasuk mendorong sekolah-sekolah maupun pesantren,” ucapnya.
Mahyeldi menilai Sumatera Barat mesti serius dalam menyelamatkan generasi muda saat ini. Seluruh guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus peduli dengan generasi muda.
“Seperti memproteksi generasi muda dari hal yang merusak,” papar Walikota Padang.
Upaya ini telah dilakukan Pemerintah Kota Padang sejak jauh-jauh hari. Pelaksanaan Pesantren Ramadan terus digalakkan. Sehingga kenakalan remaja dapat terus menurun.
“Berdasarkan data kepolisian, dengan adanya Pesantren Ramadan, tawuran hilang,” sebut Mahyeldi.(Ch/Ar)


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.