-->

Latest Post


MPA,(JERMAN),-- Hasil dari kunjungan kerja pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam kerangka kerjasama sister city antara Padang – Hildesheim, Jerman dari 17 – 18 Juni 2017 lalu, menuai hasil yang menyenangkan, peningkatan intensitas kerjasama sister city antara kedua kota kembar, Kota Padang dan Kota Hildesheim.
Buktinya Walikota Hildesheim, Dr. Ingo Meyer mengundang Walikota Padang ke " Theater of Lower Saxony" Hildeshem yang diterima 4 Juli 2017, ucap Sekda Kota Padang Ir.H. Asnel, MS.i, Selasa (25/7).
"Kata Sekda Asnel, dalam surat Walikota Hildesheim Dr. Ingo Meyer menyampaikan sangat senang, bahwa delegasi Kota Padang datang ke Hildesheim pada Juni 2017 lalu, akan memperkuat kerja sama kita dan kami merencanakan perjalanan yang menarik." Dengan surat ini, saya dengan senang memberikan kepada semua warga kota kembar kami, Padang, sebuah alasan untuk datang ke Hildesheim.
Sampai sekarang mereka bebas masuk ke pertunjukan dari theather terbesar kami " Theater of Lower Saxony" di Hildesheim."
Sehubungan dengan itu, pinta Walikota Hildesheim Dr. Ingo Meyer, warga Kota Padang hanya butuh menunjukkan kartu pengenal mereka di pusat layanan Theater untuk membuktikan lokasi tempat tinggal mereka. Dan menghubungi lewat telpon juga bisa dilakukan di pusat layanan dan kemudian menjemput tiket langsung karena tidak mungkin mengirim tiket. Pemesanan online tidak bisa dilaksanakan.
Dengan inisiatif ini, Kota Hildesheim ingin mempromosikan kerja sama dengan Kota Padang serta pertukaran budaya dan pariwisata. Maka berharap warga Kota Padang akan menggunakan kesempatan ini dan mengunjungi kota kembar mereka Kota Hildesheim.
Menurut Sekda Asnel, menyebarluasan informasi kerja sama sister city antara kedua kota kembar, Kota Padang dan Kota Hildesheim memang perlu disebarkan. APalagi bebas masuknya warga Kota Padang ke "Theater Of Lower Saxony di Hildesheim.

Kota Hildesheim telah menjalin sister city dengan Kota Padang sejak 1988 silam. Pemerintah Kota Padang telah pernah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan sangat mendukung dan menganggap penting hubungan antara Kota Padang dan Kota Hildesheim. Pada 2012 lalu, Pemko Padang dan Pemko Hildesheim sudah menyepakati materi kerja sama, yaitu pertukaran siswa level sekolah menengah, kesempatan magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada industri-industri terkemuka di Hildesheim, dan bantuan tenaga ahli untuk revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah (heritage buildings) di Kota Padang agar bisa masuk kedalam UNESCO Heritage List.# Rel IR


MPA,(PADANG) – Pemerintah Kota Padang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terkait revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang 2014-2019.
Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengatakan, banyak hal yang mendasari kenapa RPJMD Kota Padang 2014-2019 perlu direvisi. Pertama untuk menyesuaikan RPJMD Kota Padang dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat.
"Hal ini karena memang, Kota Padang lebih dulu dilantik kepala daerahnya dibanding Presiden ataupun Gubernur Sumbar. Maka itu RPJMD perlu kita sesuaikan dan revisi kembali. Sehingga selaras dengan RPJMN dan RPJMD Sumbar,” terang Mahyeldi kepada wartawan seusai membuka kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Pangeran Beach, Selasa (25/7).
Walikota mengulas, kegiatan tersebut juga membahas adanya perobahan di awal 2017 sekaitan pengimplementasian Undang-undang (UU) No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerahdi Pemko Padang. Dimana struktur pemerintahan menjadi berobah, sebelumnya Struktur Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Perobahan struktur pemerintah menyebabkan meleburnya dengan munculya beberapa Dinas. Dan hal itu akan kita bunyikan dan bahas dalam revisi RPJMD Kota Padang 2014-2019 kali ini. Sehingga apa yang kita lakukan di 2017 dapat terakomodasi dalam perobahan RPJMD ke depan,” sebutnya.
Lebih lanjut Mahyeldi menyampaikan, dalam perobahan RPJMD Kota Padang 2014-2019, ada beberapa hal yang perlu disikapi sesuai perkembangan dan dinamika kota. Seperti salah satunya dalam peningkatan di bidang transportasi, direncanakan ke depan bisa mengoptimalkan angkutan Trans Padang selaku angkutan massal / publik bagi masyarakat.
"Maka itu, kita ingin mempercepat rencana penyediaan 6 koridor untuk Trans Padang. Kita pun sudah rapat dengan pengusaha transportasi 'existing' (pengusaha yang telah menetap) di seluruh 6 koridor ini. Alhamdulillah, semuanya menyatakan sepakat dengan apa yang kita rencanakan, karena mereka menjadi bahagian dalam solusi yang tidak boleh tersingkirkan,” ungkapnya.
Wako menambahkan, selanjutnya juga sekaitan percepatan capaian visi dan misi Kota Padang disertai program unggulan. Kemudian itu, juga sekaitan antisipasi rentannya Kota Padang terhadap bencana.
“Kita harus mempersiapkan masyarakat agar lebih siap dan peka terhadap bencana. Demi melindungi aktifitas masyarakat yang lebih 'safety' atau terlindungi.
“Apalagi Padang adalah kota wisata, yang namun pada sisi lain juga rentan terhadap bencana. Jadi sebenarnya ini suatu hal yang bertabrakan dan bagaimana kita menyikapinya. Maka itu, perlu dilengkapi sarana dan prasarana sekaligus membuat jalur evakuasi, menyiapkan masyarakat sebagai langkah mitigasi bencana,” tukasnya.
Selanjutnya kata Walikota lagi, dalam mitigasi bencana di Padang, Pemko sudah mengupayakan kerjasama dengan beberapa negara seperti China, Jepang dan Selandia Baru yang lebih maju dalam mitigasi bencana.
"Jadi kita menginginkan juga, Padang menjadi kota yang terdepan di Indonesia untuk IORA (Indian Ocean Rim Association) di dalam kerjasama penanggulangan bencana.Semoga hal itu bisa didukung dengan bersinergi bersama beberapa negara.
"Sehingga dengan itu, akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat ataupun kepastian bagi setiap pengunjung yang ingin ke kota ini,” ulas Walikota mengakhiri.
Kegiatan Musrenbang Revisi RPJMD Kota Padang 2014-2019 ini diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Asnel beserta para pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang. Juga hadir Wakil Ketua DPRD Padang Budiman, Kapolresta Padang Kombes Pol Kombes Chairul Aziz, Dandim 0312/Padang Letkol Kav Eryzal Satria serta unsur Forkopimda lainnya.




(David/Nda/Fsl/Bst)


MPA, (PADANG) - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengecam tindakan Polisi Israel yang menutup Masjidil Aqsa, kemarin ini. Tidak itu saja, Mahyeldi juga mengecam setiap perilaku dan kezaliman Israel selama ini.
"Tindakan Israel sudah melanggar hak setiap manusia," ujar Walikota Padang, kemarin.
Mahyeldi mengajak seluruh umat muslim untuk tidak diam atas apa yang telah dilakukan Israel kepada Palestina. Sebagai saudara sesama muslim dan salah satu negara Islam terbesar di dunia, Walikota Padang mengimbau kepada Pemerintah Indonesia agar bersuara dan memberikan pernyataan maupun dukungan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kita tak boleh tinggal diam," tukasnya.
Walikota Padang juga menyerukan kepada seluruh umat muslim untuk mendoakan warga Palestina. Semoga dikuatkan oleh Allah SWT.
Sementara itu, sebelumnya Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Hasan Bukhari juga ikut mengecam tindakan penutupan Masjidil Aqsha oleh Kebijakan Israel. Menurutnya, hal itu telah melewati batas. Pelanggaran hak asasi manusia serta melukai prinsip agama warga Palestina dalam menjalankan keyakinannya.
Syekh Hasan Bukhari yang hadir pada Multaqa Da'i di Padang ini pun mendoakan agar Pemerintah Israel diberikan hidayah oleh Allah dan meruntuhkan kekerasan hati mereka. Lalu menyadari bahwa apa yang dilakukan kepada Palestina sungguh tidak manusiawi.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Israel melakukan penutupun Masjidil Aqsa menyusul dua polisi Israel yang ditembak mati oleh tiga pria, dan setelah kejadian itu seluruh pelaku ditembak mati.


(Charlie)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.