-->

Latest Post

MPA,(PADANG) - Masih dalam merayakan hari jadinya yang ke-55 di tahun 2017, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Padang menggelar "Sosialisasi Bahaya Narkoba" yang diikuti para pensiunan PNS di Kota Padang itu. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Walikota Padang H. Emzalmi yang juga Ketua Umum PWRI Kota Padang sekaligus Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Padang tersebut.
Wakil Walikota mengatakan, narkoba saat ini sudah menjadi tantangan yang begitu membahayakan. Sehingga tidak ada jalan lain selain "dipasamokan" atau diperangi oleh semua pihak. Salah satunya melibatkan seluruh unsur seperti anggota PWRI yang dominan menjadi tokoh masyarakat ataupun aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Melalui sosialiasi ini kita berharap, semua anggota PWRI Kota Padang akan bisa berkontribusi. Semoga akan meminimalisir terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya di Kota Padang,” harap Emzalmi sewaktu membuka sosialisasi yang dilangsungkan di Lantai II Masjid Agung Nurul Iman, Rabu (30/8).
Wawako juga menyebutkan, dalam memerangi narkoba sangat diharapkan keterlibatan seluruh unsur warga negara Indonesia. Salah satunya bagi para anggota PWRI, selaku purnatugas yang bekerja sekian lama di instansi pemerintah juga sangat diharapkan dapat berkontribusi menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang cenderung menyentuh generasi muda itu.
“Untuk itu kepada kita semua mari kita bicarakan narkoba dengan berbagai jenisnya dimana saja kita berada. Khususnya bagi para orang tua, agar senantiasa mengontrol anak-anaknya. Dan apabila ada salah satu bagian keluarga kita yang sudah terlanjur terkena, diharapkan bisa melaporkan diri ke pihak terkait untuk mengikuti rehabilitasi. Sehingga bisa mendapatkan rehabilitasi baik di puskesmas, rumah sakit bahkan balai rehabilitasi narkoba yang ada,” papar Ketua BNK Padang itu mengakhiri.
Dalam sosialisasi yang menghadirkan ratusan purna tugas itu, turut menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Diantaranya Wakasat Narkoba Polresta Padang, AKP Rosita Imelda Ifadi, Unsur BNK Kota Padang dan MUI Kota Padang.(David / Nanda)


MPA,(PADANG) - Sejarah memang tak akan terulang lagi. Namun sejarah memiliki arti penting dan mesti dihargai. Mungkin karena itu pula agaknya, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang mencintai sejarah yang terjadi di Kota Padang.
Kemarin ini, Tugu Permindo yang terletak di depan kantor itu dipercantik. Dikelir lagi. Dibersihkan sehingga nampak bersih dan terawat.
Tugu Permindo tersebut letaknya bukan di jalan Permindo. Akan tetapi di jalan Jenderal Sudirman. Persisnya di halaman bekas SMAN 1 Padang, yang kini dijadikan kantor bagi tiga intansi (DPMPTSP, Disdukcapil, serta Dinas Perpustakaan dan Arsip).
Tugu ini sebelumnya memang terbilang kurang familiar bagi warga Padang. Letaknya yang berada di dalam lingkungan perkantoran, juga sedikit tersuruk, membuat tugu ini seperti terlupakan. Beruntung DPMPTSP "menyelamatkan" tugu ini. Sehingga kini nampak gagah dan bersih.
"Semula tugu ini kondisinya kumuh, kotor, kusam, dan tak ada yang mau mampir," ujar Kepala DPMPTSP Rudy Rinaldy, Rabu (30/8).
Rudy menjelaskan, hal ini cukup kontras dengan kondisi sekitar. Tak jauh dari Tugu Permindo, jalur trotoar menuju pasar sudah bagus. Jalan masuk Pasar Raya sudah rapi.
"Karena itulah kami berinisiatif melakukan gotongroyong bersama membersihkan tugu tersebut," ungkap Rudy.
Selain ingin mempercantik sekitar, Rudy menyebut bahwa upaya pembersihan Tugu Permindo juga sebagai bentuk sumbangan moral untuk Kota Padang. Apalagi belum lama ini Kota Padang berulangtahun. Kemudian juga merayakan HUTRI ke-72.

"Kami mencoba mengajak semua untuk bisa menghargai sejarah. Mengenang kembali perjuangan masa lalu dalam bentuk menghargai tugu perjuangan para guru. Mudah-mudahan bisa ditiru yang lain," pungkas Rudy.(Ch/Ar)

MPA,(PADANG) - Hari Raya Idul Adha dikenal juga dengan hari raya kurban. Tepat 10 Dzulhijjah atau 1 September 2017 ini, seluruh umat Islam merayakan Idul. Adha 1438 H Hewan pun dikurbankan.
Di Kota Padang, ribuan hewan kurban disembelih pada Hari Raya Idul Adha, Tercatat, sebanyak 7.949 hewan dikurbankan.
"Jumlah peserta dan hewan kurban tahun ini jauh meningkat," kata Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, dan Wawako kemarin.
Dari data yang dihimpun dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, hewan jenis sapi paling banyak dikorbankan. Jumlahnya mencapai 6.991 ekor.
"Sedangkan kambing sebanyak 958 ekor," ulas Kabag Kesra, Jamilus.
Kecamatan yang paling banyak peserta kurban pada tahun ini yakni Koto Tangah. Di daerah ini, 1.760 ekor hewan disembelih pada Idul Adha kali ini. Sapi yang dikurbankan sebanyak 1.549 ekor. Sedangkan kambing 211 ekor.
"Kecamatan paling sedikit peserta kurban yakni Bungus Teluk Kabung," papar Jamilus.
Di Kecamatan Bungtekab, total hewan yang dikurbankan yakni 78 ekor saja. Sapi sebanyak 58 ekor, dan kambing 20 ekor saja.
"Daerah ini merupakan daerah minus pekurban," jelasnya lagi.
Pada tahun ini, sebanyak 329 ekor hewan juga disembelih di Kecamatan Lubuk Kilangan. Sapi sebanyak 262 ekor. Sedangkan kambing 67 ekor.
Di Kecamatan Pauh, sebanyak 599 ekor hewan kurban akan disembelih. Sebanyak 439 ekor sapi dan 160 ekor kambing dikurbankan.
Di Kecamatan Kuranji, 1.002 hewan kurban sudah disiapkan. Rinciannya yakni sebanyak 872 ekor sapi dan 130 ekor kambing.
Di Kecamatan Nanggalo, 621 ekor hewan juga dikurbankan. Sebanyak 568 ekor di antaranya yakni sapi. Sedangkan 63 ekor lainnya berupa kambing.
Di Kecamatan Padang Utara, 549 ekor hewan siap untuk dikurbankan tahun ini Sebanyak 524 ekor sapi, dan 25 ekor kambing.
Kecamatan Padang Timur menyiapkan 879 ekor hewan. Sebanyak 804 ekor sapi dan 75 ekor kambing disembelih pada Idul Adha ini.
Padang Selatan juga menyiapkan 455 ekor hewan kurban. Sapi sebanyak 402 ekor. Dan kambing sebanyak 53 ekor.
Padang Barat juga menyiapkan 432 ekor hewan. Sebanyak 421 ekor sapi, serta 11 ekor kambing akan disembelih oleh warga.
Termasuk Lubuak Bagaluang yang menyiapkan 1.245 ekor hewan. Dimana 1.092 sapi dan 153 kambing telah siap untuk dikurbankan.
Seperti diketahui, Walikota Padang memang mengimbau warga yang menjadi pekurban untuk berkurban di daerah minus. Seperti di Bungktekab, dan beberapa daerah lainnya.(Charlie)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.