-->

Latest Post



MPA, KAB SOLOK – Sebagai seorang Birokrat Muda, sosok Hendra Saputra SH, M.Si memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat luas khususnya sumbar, namanya viral dan menjadi buah bibir banyak kalangan terutama di Kabupaten Solok.

Berbagai dukungan dari masyarakat terus mengalir memintanya untuk maju di Pilkada 2020,  bahkan Ribuan banyaknya, masyarakat menaruh harapanbesar pada buya Hendra Saputra agar beliau dapat memimpin Kab. Solok di 2021-2026 nanti.

Terlepas dari banyaknya dukungan tersebut, Hendra Saputra saat wawancara eksklusifnya, Senin (28/10/19) menyoal perhatiannya sebagai seorang Birokrat terhadap kemandirian kaum milineal dalam memajukan daerah, memang luar biasa. Pasalnya, selain kecerdasannya dalam mencarikan solusi, Hendra Saputra telah banyak berkontribusi dalam memotivasi untuk memajukan kaum milenial menjadi “Milenial Mandiri”buya Hendra memang dahsyat dalam hal tersebut.

Hendra Saputra SH, M.Si mengatakan, kaum milenial harus mendapatkan perhatian khusus. Sebab Negeri kita saat ini telah memasuki era bonus demografi yang tidak terlepas dari generasi milineal. Demikian juga halnya dengan Kabupaten Solok, bisa disimpulkan bahwa generasi inilah yang akan memegang kendali roda pembangunan bangsa kedepan, seperti di bidang pembangunan dan perekonomian.

“Kita ketahui, generasi milenial berada pada rentang usia 20 tahun hingga 40 tahun. Tentunya usia produktif ini menjadi tulang punggung perekonomian. Generasi milenial bisa dikatakan sudah menyebar merata di seluruh Nagari Kab. Solok ini. Untuk itu, generasi milenial musti dapatkan perhatian khusus dari pemerintah”, kata Hendra Saputra.

Berkaitan dengan strategi pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat. Tentunya tidak sekedar mendorong saja, tetapi juga dapat melindungi generasi milenial di pasar global.

“Pemerintah tentu telah paham dalam membaca peluang dan kebutuhan generasi milenial. Adanya berbagai kebijakan daerah, diharapkan dapat berpihak pada tumbuh kembang dan kesiapan generasi milenial untuk bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Hendra menambahkan, demi untuk kemajuan Negeri ini, generasi milenial musti berpartisipasi di dunia politik. Sebab dengan jumlahnya yang cukup besar, tentulah dalam demokrasi bisa menjadi penentu hasilnya.

“Di daerah kita ini, kemandirian milineal bakal mampu membangun Kab. Solok. Tentunya hal itu tak terlepas dari peran dan dukungan pemerintah didalamnya”, papar Hendra.

Diharapkan kedepannya, sumber daya manusia pada generasi milineal dapat lebih profesional. Bukan hanya tentang gerakan, tetapi integritas, kepemimpinan serta bagaimana cara berpolitik santun dalam membangun negeri ini, ujar Hendra Saputra SH, M.Si.

Sistem kebebasan berpolitik santun menjadi menarik bagi generasi muda dan remaja. Pergerakan politik sudah menjadi sangat cepat karena pengaruh media sosial yang cukup luas.

“Seiring dengan berkembangnya teknologi, generasi milineal khususnya di perkotaan, mobilitasnya menggunakan media sosial. Walaupun masyarakat pedesaan juga telah melakukannya, itu karena jaringan akses internet yang sudah sangat luas,” ujarnya.

Hendra Saputra berpesan, generasi milineal sebagai kaum terbanyak harus tetap semangat dalam membangun bangsa ini kedepan terutama Kab. Solok, khususnya. (RED).



MPA, PADANG – Ditresnarkoba Polda Sumatera barat kembali membuat kejutan dengan meringkus tersangka pengedar Narkoba jenis sabu golongan satu pada, Minggu 27 Oktober 2019 pada pukul 01.45 Wib.

Tersangka yang diringkus tersebut berinisial (H),  41 tahun pekerjaan Wiraswata, H ditangkap dengan barang bukti dua paket besar narkotika jenis sabu seberat 2 Kg dan satu unit handphone merk VIVO warna Rose Gold beserta simcardnya.

H ditangkap saat berada didalam mobil bus di jalan Negara KM 13 Sari Lamak Jorong Ketinggian Kenagarian Sari Lamak Kec. Harau Kab. Lima Puluh Kota.

Hal itu disampaikan oleh Wadir Narkoba Polda Sumbar, AKBP Rudi Yulianto yang didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi saat jumpa pers di Mapolda Sumbar pada Selasa Siang, (29/10/2019).

Berdasarkan ulahnya tersangka kini  dikenai pasal 144 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara. (ar)


MPA, PADANG  - Setelah berhasil melewati tahapan seleksi yang cukup ketat, sebanyak 598 Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang II Tahun 2019 Sub Panitia Daerah (Panda) Padang mengikuti Sidang Parade guna menentukan lanjut atau tidaknya mereka dalam mengikuti seleksi ke Tingkat Pusat di Secata B Rindam I/BB Padang Panjang. Sidang Parade ini berlangsung di Gedung Sapta Marga Korem 032/Wirabraja Jalan Jenderal Sudirman No. 29 Kota Padang Sumbar, Selasa (29/10).

Pelaksanaan sidang parade penerimaan Calon Tamtama ini dipimpin langsung Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Kasrem Kolonel Inf Edi Nurhabad, Kasipers Kolonel Inf Jajang Kurniawan, Kasiintel Kolonel Kav Mukmin, Kasiops Kolonel Inf Sugiyono, Kasiren Kolonel Inf AT. Chrishardjoko, Kasiter Kolonel Inf Budi Prasetyo, Kaajenrem Letkol Caj Drs. Sutan Diapari Siregar, Dandenkesyah 01.04.04 Padang Letkol Ckm Yurizal, SKM, Karumkit Reksodiwiryo Padang Letkol Ckm dr. Syahrial, Sp.B Kajasrem Kapten Inf Joni Effendi serta staf yang terkait dalam proses seleksi dan parade ini.

Para peserta yang mengikuti parade merupakan calon-calon terbaik dan terpilih yang mendaftarkan diri melalui Ajenrem 032 Padang, karena telah melewati seluruh tahapan pemeriksaan awal yang sangat ketat dan teliti, meliputi aspek administrasi, kesehatan, jasmani  yang dilaksanakan secara obyektif dan transparan, sesuai ketentuan. Ini merupakan penentuan awal untuk memilih calon prajurit berkualitas.

Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo dalam sambutannya mengatakan, seleksi penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang II Tahun 2019 ini merupakan salah satu program kerja TNI AD dalam rangka penyediaan personel Tamtama guna memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD. Hasil yang dicapai dari kegiatan penerimaan calon tamtama PK ini, secara kuantitas maupun kualitas akan berpengaruh langsung bagi pembangunan kekuatan TNI AD

Danrem menyampaikan, dihadapkan dengan tantangan dan tuntutan tugas TNI AD ke depan yang semakin berat, kompleks dan multi dimensi, maka dituntut secara sungguh-sungguh mempersiapkan calon prajurit yang berkualitas, salah satunya melalui proses werving.

“Bila calon prajurit yang akan dididik, unggul dan berbobot, sesuai kriteria yang dipersyaratkan, tentu output-nya juga akan berkualitas,”tegasnya.

“Kita ingin hanya calon yang berkualitas, memenuhi persyaratan dan terbaiklah yang layak lulus. Kita harus konsisten pada ketentuan dan norma yang berlaku, karena baik buruknya kualitas Tamtama dimasa depan akan ditentukan oleh kita semua yang hadir disini,” Tegas Danrem.

Dari 598 para Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang II TA. 2019 yang mengikuti sidang parade ini, sejumlah 552 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti tahap pemeriksaan dan pengujian tingkat Subpanpus yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 22 November 2019 mendatang di Secata B Rindam I/BB Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat. **

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.