-->

Latest Post


PADANG – Kegiatan bersepeda, yang akrab disebut dengan istilah gowes selain sehat juga bermanfaat membantu sesama, seperti yang dilakukan oleh Korem 032/Wirabraja kepada Panti Asuhan Anak asal Mentawai Al Falah Kelurahan Parupuk Kec Koto Tangah Padang, Sumbar, Jum’at malam (13/03).

Kegiatan yang dilakukan oleh Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Ketua Persit Koorcabrem 032 Ibu Mia Kunto Arief Wibowo didampingi Para Kasi Korem, Dandim 0312/Padang serta BNI Padang dan para komunitas gowes  tersebut  selain bertujuan membina fisik dengan berolahraga sepeda juga sebagai ajang silaturahim untuk  berbagi sesama dengan pemberian santunan kepada anak yatim Panti Asuhan Al Falah.

Kegiatan sepeda amal malam hari yang menempuh jarak lebih kurang 7 Kilometer ini diawali dengan  start dari Makorem 032/Wbr Jln. Sudirman No.29  Kota Padang menuju ke panti asuhan Al Falah Parupuk Tabing Padang.

Sesampainya di panti asuhan kegiatan bakti sosial digelar dengan pemberian santunan, sembako dan barang barang kebutuhan sehari hari ini diserahkan secara simbolis oleh Ketua Persit Ibu Mia Kunto Arief Wibowo kepada pimpinan Panti Asuhan Bapak Ustazul.

Pada kegiatan tersebut Ustazul Selaku Ketua Panti  menyampaikan ucapan rasa terima kasihnya atas kunjungan Danrem beserta rombongan yang sudah menyempatkan waktunya bersilaturrahmi dan memberikan bantuan kepada Panti asuhan Al Falah.

“Kami mengucapkan selamat datang di Panti Asuhan ini kepada Bapak Danrem dan rombongan dalam rangka menjalin silaturrahmi sebagai wujud kepedulian antara sesama kita umat manusia, dimana bapak telah berkenan hadir melihat kami dalam keadaan yang bisa dikatakan sedih tetapi berkat kepedulian antar sesama akhirnya kami terobati dengan kunjungan-kunjungan terutama dari bapak Komandan Korem dan rombongan yang telah hadir di malam hari ini”, tegasnya.

Seperti diketahui bahwa Panti Asuhan Al Falah yang berdiri sejak tahun 2001 ini adalah Panti Asuhan yang membina anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga mualaf, dimana beberapa waktu yang lalu mengalami musibah kebakaran.

Sementara itu, Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo pada kesempatan itu menyampaikan bahwa disamping sebagai ajang silaturahmi, kehadiran kita disini juga bisa lebih mengajak kepada yang lain untuk menyalurkan yang lebih kepada adek adek di Panti Asuhan Al Falah ini, Ucap Danrem.

Selanjutnya  Danrem juga menyampaikan agar semua adek adek anak anak Panti asuhan agar tetap tabah dan  tetap semangat dalam menatap dan menjalani  masa depan yang lebih baik dengan terus  belajar dan belajar.

Usai memberikan santunan ke panti asuhan Danrem beserta rombongan melanjutkan gowes menuju Demplot Tambak Udang dengan menggunakan BIOS 44 di Pantai Parupuk Tabing, dimana tambak udang ini sebelumnya juga  sudah beberapa kali melaksanakan panen dengan hasil panen yang sangat  memuaskan dibandingkan dengan sebelum penggunaan dekomposer BIOS 44.

Usai pelaksanaan kegiatan ketika ditanya awak media tentang kegiatan ini, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo  Alumni Akmil tahun 1992 ini menjelaskan.

Bahwa kegiatan ini juga merupakan tindaklanjut dari program digalakkannya bersepeda di jajaran TNI AD seperti yang sudah di deklarasikan  pada beberapa waktu lalu oleh bapak Wakasad dan juga merupakan tindak lanjut dari Bukit Barisan Gowes 2020 serta dalam rangka menyambut HUT Persit.

“ kita memulai kembali program yang sudah pernah dilakukan, dengan  melakukan kegiatan sepeda amal, belajar dari Bukit Barisan Gowes 2020 kan banyak peminatnya, tidak hanya fun dan happynya saja tetapi sosial kemasyarakatannya juga terwadahi,  selain itu kegiatan ini juga dalam rangka menyambut HUT Persit”, jelas Danrem mengakhiri.**



MPA  - Setelah satu pelaku kasus “kutu kupret” Ir Faaz Ismail divonis 3 bulan penjara dan putusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Yogyakarta,  kini giliran terdakwa Ir. Michael Santosa Sungiardi mulai diadili di Pengadilan Negeri Yogyakarta atas perbuatannya menghina korban Ir Soegiharto Santoso alias Hoky, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau APKOMINDO. Hoky yang juga wartawan senior sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi Info Breaking News sebelumnya menyeret tiga orang pelaku ke Kepolisian Daerah DI Yogyakarta atas tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

Ketiga pelaku masing-masing Ir Faaz Ismail, Ir Michael Santosa Sungiardi, dan Rudy Dermawan Muliadi dipolisikan karena membuat komentar di halaman facebook Grup APKOMINDO dengan menyebutkan kata-kata “kutu kupret” yang ditujukan terhadap pribadi korban Soegiharto Santoso.

Setelah Faaz divonis bersalah, kini giliran Michael diseret ke meja hijau, dimana perkara yang displit ini adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kasus yang menyeret Faaz sebelumnya. Dalam sidang di PN Yogyakarta dengan nomor perkara : 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk, terdakwa Michael, melalui pengacaranya, menyampaikan nota eksepsi dan menyebutkan bahwa PN Yogyakarta tidak berwenang mengadili perkara pidana tersebut. Pembelaan ini hampir sama dengan yang dilakukan oleh terdakwa sebelumnya yaitu Ir Faaz, namun majelis hakim menolak pendapat btersebut dan sidang tetap berlajut, bahkan terdakwa Faaz telah dinyatakan terbukti bersalah sehingga divonis 3 bulan penjara.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lilik Suryani ini memberi kesempatan selama satu minggu kepada Jaksa Penuntut Umum Noenoehitoe untuk menanggapi eksepsi dari terdakwa.   

Terdakwa Ir. Michael S. Sunggiardi sendiri dikenal publik sebagai pelaku bisnis di bidang komputer, dan juga sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sering diundang sebagai pembicara di berbagai seminar di bidang IT.

Sementara untuk tersangka Rudy Dermawan Muliadi berkasnya sedang dalam proses penyelesaian P21 untuk dikirim ke pengadilan. (*)


BATAM  -  Mantan Wali Kota Padang Dua Periode, Fauzi Bahar menyatakan komitmennya untuk maju  di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri 2020 mendatang sebagai Wakil Gubernur.

Mantan Walikota Padang dua periode ini telah mendaftar di beberapa partai politik (Parpol) yang ada di Batam. Di antaranya Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan Partai Golkar.

Setelah mendaftar di tiga partai tersebut, Fauzi Bahar juga menyatakan keinginannya melakukan komunikasi politik dan pendaftaran di Partai Demokrat.

Selama berada di Batam, Fauzi  melakukan silaturahmi dengan masyarakat Batam. Fauzi juga safari ke beberapa tempat yang ada di Batam dan bertemu langsung dengan warga.

“Selama di Batam kami rutin melakukan silaturahmi ke masyarakat dan paguyuban yang ada di Batam,” ujar Fauzi.

 Kunjungan dan silaturahmi ini dimaksudkan agar warga Batam lebih banyak lagi mengenal sosok figur Fauzi Bahar sebagai bakal calon Wakil Gubernur Kepri.

Saat ini belum banyak calon maupun figur yang menyatakan niat maju sebagai calon Wakil Gubernur Kepri. Ada beberapa nama lain yang disebut juga berpeluang maju sebagai wakil gubernur, seperti Sahrul, Walikota Tanjungpinang dan Aunur Rafiq, Bupati Karimun.

“Kami fokus pada pencalonan sebagai Wakil Gubernur Kepri. Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik dan juga tokoh-tokoh di partai politik maupun tokoh masyarakat, eperti paguyuban serta komunitas masyarakat lainnya yang ada di  Batam,” ungkap Fauzi Bahar, sosok pria yang ramah dan tegas ini.

Sekadar diketahui, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau  (Kepri) akan digelar tahun depan. Sejumlan nama kandidat calon sudah mulai mencuat. Satu di antaranya, Mantan Wali Kota Padang Dua PeriodeFauzi Bahar.

Mantan perwira TNI AL ini menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilgub Kepri 2020. Bukan kursi Gubernur yang dilirik, melainkan kursi Wakil Gubernur atau orang nomor dua.

“Secara pribadi, kami maju sebagai calon wakil gubernur, dan dari segi usia masih memungkinkan bisa maju di Pilgub Kepri,” ujar Fauzi seperti di lansir oleh Kabarbatam, dan impiannew.belum lama ini.

Meski demikian, pengalaman dan latar belakang yang dimiliki Fauzi bisa membantu tugas-tugas calon gubernur. Pengalamannnya bukan saja di pemerintahan, tetapi juga pemahaman dan pengetahuannya soal maritim.

“Wilayah Kepri ini, bukan hanya majemuk, dan menjadi kawasan tujuan investasi, tetapi juga punya sumber daya alam dan maritim yang sangat luas. Tentu dibutuhkan pemahaman dalam mengelola sumber daya yang ada,” ujarnya.

Mantan Walikota Padang dua periode ini mengatakan sangat mengenal  sekali wilayah Kepulauan Riau. Bukan hanya karena memiliki latar belakang perwira TNI, tetapi beliau juga lama menetap di Kepri. “Istri saya asli orang Kepri. Lama di Tanjungpinang, asalnya dari Kabupaten Natuna,” ungkapnya.

Kepri bagi Fauzi Bahar sangatlah menarik. Wilayah ini memiliki luas lautan 96%, sisanya adalah daratan. Kepri juga berbatasan dengan 6 hingga 7 negara, sehingga potensi yang dimiliki provinsi ini sayang jika tak dikelola dengan baik.

“Sebagai wilayah maritim, ada banyak sektor yang dapat kita kelola, selain pelabuhan atau tol laut, juga sektor pariwisata dan sektor lainnya,” ungkapnya.

Dari sisi strategi, Kepri menjadi wilayah nomor tiga dengan kekuatan militer TNI AL yang kuat setelah Surabaya dan Jakarta. Kepri memiliki enam Lanal, satu Lantamal, juga ada Guskamla, dan Dansatgaspur TNI AL. Fauzi sangat paham akan hal itu, karena beliau pernah bertugas sebagai Komandan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL.

“Sebagai mantan navy (pasukan Angkatan Laut) , saya sangat paham akan hal ini. Latar belakang inilah yang mengantarkan saya untuk maju di Pilgub Kepri,” ujarnya.

Bukan hanya untuk lebih menguatkan pertahanan wilayah, tetapi juga memudahkan koordinasi dengan pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak kejahatan di laut.


 (Ar).

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.