-->

Latest Post

PADANG PARIAMAN - MEDIAPORTALANDA - Ada kabar gembira untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya di Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, dimana Bupati Suhatri Bur melalui SK Nomor 52/BPP/Tahun 2022 telah menetapkan 5 orang Tenaga Ahli (TA) yang akan membantu Bupati dan OPD dalam menjalankan roda pemerintahan untuk lima tahun ke depan.


Mereka, adalah TA Bidang Perekonomian Haji Mahyuddin Buyung Kenek, SE, TA Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Rudianton SE, MSi, TA Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Hanibal SE, TA Bidang Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Drs Bahar Kirman, serta TA Bidang Keagamaan Suhaili Tuangku Mudo.


Surat Keputusan (SK) bupati itu telah diserahkan kepada 5 orang TA dalam sebuah acara di ruang kerja bupati, Jumat pekan lalu.


Dalam arahannya Bupati Suhatri Bur, antara lain menekankan agar para TA, dapat memberikan saran, masukan, pertimbangan dan rekomendasi dalam perumusan analisa dan kebijakan secara konseptual sesuai bidang masing-masing.


Haji Mahyuddin, selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses di kota Jakarta, ia pemilik rumah makan Putra Minang Group, sehari-hari juga Ketua Persatuan Aliansi Kampung dan Rantau (Pakar), selain itu ia juga Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Padangpariaman.


Sementara Rudianton, seorang praktisi di bidang pendidikan, dan TA pada Fraksi PAN di DPRD Padangpariaman.

 

Sedangkan Hanibal dan Bahar Kirman, keduanya pensiunan di kantor Bupati Padangpariaman. Hanibal mantan Kepala Dinas Keuangan dan mantan Kepala Dishub, sementara Bahar Kirman mantan Asisten Pemerintahan dan mantan anggota Baznas Padangpariaman.


Sedangkan Suhaili Tuangku Mudo, seorang ulama kawakan di Padangpariaman dan pengelola pesantren. Suhaili adalah putra ulama terkemuka di Padangpariaman almarhum Tuangku Kuniang Zubir.


Para TA, dalam kesehariannya ditempatkan pada dinas instasi sesuai pembidangan.


Seperti TA Bidang Perekonomian akan bertugas pada Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.


TA Bidang Pendidikan dan Kebudayaan berposko di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, TA Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah bertugas di kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), TA Bidang Pemerintahan bertugas pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, serta TA Bidang Keagamaan akan bertugas di Bagian Kesra Sekretariat Kantor Bupati Padang Pariaman.(ril)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Jelang Ramadhan 1443 H, Ustad Abdul Somad (UAS) memberi tausiyah tentang persiapan bagi umat Islam menyambut bulan puasa, di Masjid Raya Sumbar Minggu (27/3/2022) sore. Sejak siang, puluhan ribu jemaah tampak memadati masjid kebanggaan Ranah Minang tersebut.


Dalam tausiyahnya, ulama kondang asal Riau ini menyampaikan beberapa amalan ibadah yang bisa dilakukan oleh umat muslim. Amalan utama adalah berpuasa, yang tidak hanya sekedar menahan makan dan minum, umat muslim juga harus mampu menahan mata, emosi, lisan dan lainnya dari hal-hal negatif yang bisa merusak amalan puasa.


Selain puasa, shalat malam juga termasuk amalan besar yang bisa mendulang pahala berlipat di bulan suci.


Amalan lainnya menurut UAS adalah memanfaatkan waktu shuruq, yakni berdiam diri dimasjid sambil berzikir hingga matahari terbit. 


"Barang siapa yang sholat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, 'Sempurna, sempurna, sempurna." ujar UAS mengutip hadist riwayat Imam At-Tirmidzi.


Selama Ramadhan, UAS juga mengajak jamaah mendekatkan diri dan memperbanyak bacaan Al-Quran, seperti yang dilakukan para sahabat, orang-orang sholeh dan ulama terdahulu.


"Semangat Ramadhan adalah semangat jihad dan semangat perjuangan, tidak loyo dan lunglai atau menjadi alasan untuk tidak produktif. Begitu banyak sejarah besar dalam Islam maupun negara ini yang terjadi di dalam bulan Ramadhan," sambung UAS.


Terakhir, UAS tidak lupa mengajak umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah didalam bulan Ramadhan  yang telah bisa ditunaikan sejak awal Ramadhan.


Dalam tausiyahnya, UAS juga mengapresiasi program lapor subuh ASN Pemprov Sumbar yang diinstruksikan oleh Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi.


Gubernur Mahyeldi, sebelumnya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran UAS ke Sumbar dalam rangka melaksanakan serangkaian kegiatan di Sumbar. Kehadiran UAS, menurut Buya Mahyeldi menjadi obat kerinduan jemaah yang telah lama tidak hadir ke Sumbar.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan terimakasih atas kehadiran Ustad Abdul Somad di Sumbar. Apalagi kajian UAS tentang Ramadhan, dan kita juga sebentar lagi memasuki bulan puasa, maka mudah-mudahan dengan kajian ini akan menjadikan Ramadhan kita tahun ini menjadi Ramadhan terbaik daripada Ramadhan sebelumnya," harap Buya Mahyeldi.(doa/MMC)



JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Anggota DPD RI, Alirman Sori, menilai pemecatan mantan Menteri Kesehatan dokter Terawan Agus Putranto dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah tindakan yang berlebihan.


Menurut, Alirman Sori, Terawan adalah dokter yang berprestasi dan dokter terbaik dimiliki Indonesia, banyak prestasi yang sudah ditorehkannya sebagai seorang dokter dan TNI.


" Kalau kita menilai secara jujur, sebagai seorang dokter dan anggota TNI, banyak prestasi, RSPAD menjadi salah satu rumah sakit besar yang berkualitas baik berkat kepemimpinan dokter Terawan," ujar Alirman Sori, Senin (27/3).


Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang telah memutuskan memberhentikan mantan Menteri Kesehatan Prof. dr. Terawan Agus Putranto sebagai anggota IDI, sungguh keputusan yang sangat disayangkan saat   Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, pada Jumat 25 Maret 2022.


Dikatan senator Alirman Sori,  sesama anak bangsa tidak pantas memberikan tindakan yang berlebihan. Mestinya forum Muktamar menjadi jembatan konsolidasi untuk merajut persatuan, solidaritas dan soliditas sesama anak bangsa, bukan untuk menjatuhkan seseorang, sesal Alirman Sori.


Pemecatan secara parmanen, sungguh tidak adil dan menjauhi nilai-nilai peradaban, bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramah tamahan dan humanis, kok malah melakukan pemecatan, imbuh senator Alirman Sori.


Terkait hal tersebut Alirman Sori, mendesak Kementerian kesehatan memfasilitasi untuk melakukan konsolidasi antara IDI dengan dokter Terawan. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan melalui dialog  dan musyawarah, Terawan adalah seorang abdi negara yang  bekerja secara profesional, sambung Senator Alirman Sori.


Tindakan pemecatan yang dilakukan oleh IDI terhadap dokter Terawan, dapat menjadi preseden buruk dikemudian hari. Terawan saja seorang dokter professional dan sudah banyak menorehkan prestasi, seorang Letnan Jenderal dan pernah Menteri Kesehatan RI, dengan mudah dipecat, sungguh suatu keniscayaan, ungkap Alirman Sori. (**)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.