-->

Latest Post


Foto dokumentasi Soegiharto Santoso selaku Ketua Dewan Pengarah LSP SDM TIK bersama Kunjung Masehat selaku Ketua BNSP serta Ardian Elkana selaku Direktur Castle Production usai dilakukan penyaksian uji kompetensi terhadap LSP SDM TIK berlokasi di CMC.

 

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Kementrian Ketenagakerjaan RI dan Castle Production melakukan kerjasama menyiapkan Sumber Daya Manusia - SDM untuk para developer proyek Metaverse. Pelatihan future skills bagi developer proyek metaverse ini seiring dengan makin maraknya bisnis metaverse di Indonesia maupun di luar negeri.


Dukungan penuh dalam penyiapan SDM juga diberikan oleh Lembaga Pelatihan Kerja Cyber Media Centre (LPK CMC) yang beralamat di Ruko Gading Park View ZC-01 No. 31-32, Jl. Boulevard Timur, Jakarta Utara dan Lembaga Sertifikasi Profesi Sumber Daya Mandiri Teknologi Informasi dan Kreatif (LSP SDM TIK) yang beralamat di Komplek Ruko Ketapang Indah Blok B2 No. 33 & 34, Jl. KH. Zainul Arifin, Jakarta Barat.

 

Kepala BBPVP Bekasi, Kemnaker RI Herman Bija menekankan pentingnya sikap kerja dan professionalisme, selain penguasaan kompetensi dan future skills bagi para animator, game programmer, dan 3D modeller. “Pelaku di bidang inilah yang akan terjun meramaikan industri Metaverse,” kata Herman dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan pelatihan di CMC, pada (30/03/22).


Pada kesempatan yang sama, Direktur Castle Production Ardian Elkana mengatakan, Cyber Media Center (CMC) adalah lembaga diklat vokasi yang didirikan oleh Castle Production, Avigra Group dan MTDC telah terakreditasi sebagai LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) dari Kemnaker RI dan telah memiliki izin LKP (Lembaga Kursus Pelatihan), serta NPSN dari Kemendikbud RI.


Sementara, pelaksana Direktur CMC Endang Handayani yang hadir pada kegiatan ini mengatakan, sejak CMC berdiri perusahaannya fokus pada SDM industri kreatif, seperti: multimedia, animasi, visual effect, game, dan programming. CMC telah bermitra dengan berbagai Lembaga Pemerintah seperti: Kemenperin, Kemnaker, Kominfo, Dinas PPKUKM DKI, Dinas Pendidikan DKI, Bekraf, BPIP, dan berbagai BUMN serta perusahaan swasta lainnya.


 "Setiap tahunnya CMC mendidik sekitar 800 SDM untuk terjun dalam industri kreatif digital. Dan Tahun ini kami mentargetkan untuk melatih 2000 tenaga kreatif digital," ujar Endang.


Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi Sumber Daya Mandiri Teknologi Informasi dan Kreatif (LSP SDM TIK) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) Soegiharto Santoso alias Hoky mengatakan, pohaknya sangat senang dan bangga dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan positif ini. 


“Hal ini sejalan dengan kegiatan LSP SDM TIK. Karena kami ingin mengembangkan potensi KREATIF karya-karya anak bangsa di dunia digital, “ tutur Hoky. Dia juga menghimbau para pengurus di berbagai DPD di seluruh Indonesia untuk turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta KREATIF.


Menurut Hoky, APTIKNAS adalah sebuah organisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berskala nasional yang telah memiliki 29 DPD dari Aceh hingga Papua. “Oleh karena itu APTIKNAS mempunyai potensi yang sangat besar dan sangat luas untuk disinergikan serta dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk kemajuan serta kesuksesan bersama. Sebab sukses bersama tentu lebih mulia dan lebih bermakna,” pungkas Hoky. (**)

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Pemain utama pengelolaan parkir di seluruh Indonesia sudah seharusnya dilakukan perusahaan lokal. Karena masuknya perusahaan asing di Indonesia dengan sistem Penanaman Modal Asing diharapkan tidak menguasai jasa pengelolaan parkir di Indonesia. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi dan Himpunan Kamar Dagang dan Industri - KADIN Wisnu Pettalolo saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia ASPEPARINDO di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (1/4/2022). 


Wisnu juga mengatakan keberadaan ASPEPARINDO yang adalah bagian dari mitra kerja pemerintah daerah terkait Pendapatan Asli Daerah harus menjadi pelaku utama di sektor jasa perparkiran ini. 


"Urusan perparkiran kan mudah, jadi cukup perusahaan lokal saja yang melaksanakannya. Tidak perlu perusahaan asing yang menguasai sebagai pemain utama," tandas Wisnu. 


Dia juga mengatakan, pihaknya menerima dengan baik kehadiran ASPEPARINDO untuk menjadi anggota KADIN. 


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP ASPEPARINDO Irfan Januar mengatakan, pihaknya memiliki teknologi pengelolaan parkir yang tidak kalah dengan perusahaan asing. 


Menurut Irfan, peralatan parkir yang digunakan oleh perusahaan parkir di ASPEPARINDO sudah menggunakan sistem yang canggih.  


"Data pengguna parkir yang masuk lokasi parkir akan langsung terintergrasi dengan perangkat IT yang ada di Dinas Kominfo dan langsung ketahuan kendaraannya sudah uji emisi atau tidak," kata Irfan. Dengan sistem itu, lanjut dia, pengguna parkir yang kendaraannya belum uji emisi akan terkena biaya parkir tertinggi. 


Sekjen ASPEPARINDO Taufiq Rachman yang ikut menghadiri pertemuan sempat memaparkan tentang progres pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Parkir oleh ASPEPARINDO. 


"Sertifikasi pengelola dan petugas parkir ini penting untuk menjamin agar tenaga kerja perparkiran memilik sertifikat kompetensi di bidangnya," ungkap Taufiq yang didampingi Bendahara Umum Nur Yuliani, Direktur Eksekutif Pence Harahap, Ollies Datau, dan Direktur PT Sprindo H.G.Mandagi. 


Taufiq berharap ASPEPARINDO akan resmi terdaftar sebagai anggota KADIN agar regulasi di bidang perparkiran bisa dibahas bersama KADIN dan pemerintahan terkait. 


Dari KADIN hadir menerima pengurus ASPEPARINDO, Basrizal Basyir, Frans Buce, Tata dan Dwi Astuti. ***

PADANG - MEDIAPORTALANDA - H. Alirman Sori SH. M.Hum. MM Anggota DPD-RI membuka secara resmi Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI bertempat di Gedung Pramuka kota Padang Provinsi Sumatera Barat, (31/3/2022).


Dalam Sosialisasi, Senator Alirman Sori mengajak puluhan peserta yang hadir agar tidak mudah terprovokasi dan selektif menganalisa berkaitan berita hoax.


Karena perkembangan teknologi era digital saat ini kian pesat, tak heran jika informasi menjadi mudah tersebar di tengah masyarakat.


“Ya, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat dilihat melalui media sosial (medsos), namun harus bisa disikapi dengan baik,” ujar sosok yang akrab dipanggil Also.


Reses yang dihadiri oleh sejumlah wartawan ini dikemas cukup sederhana, suguhan konsumsi snack, nasi kotak dan penggantian transportasi membuat acara ini sukses.


Dalam Sosialisasi ini Alirman Sori juga menghimbau untuk menjadikan keberagaman menjadi suatu kekuatan besar.


Indonesia sangat heterogen dan tidak perlu perbedaan tersebut kita banding-bandingkan.


Tidak ada perbedaan antara mata sipit, kulit hitam dan keturunan, NKRI adalah harga mati.


Selain itu Alirman Sori juga mengatakan bahwa seluruh isu yang sedang berkembang adalah suatu hal yang wajar pada negara demokrasi. (Ar)


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.