-->

Latest Post


MPA,(PADANG) – Program Kota Tanpa Kumuh atau biasa disebut ‘kotaku’ menjadi upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh setiap perkotaan. Program ini merupakan transformasi dari program sebelumnya yakni P2KKP (Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan) sesuai RPJMN 2016-2019 Ditjen Cipta Karya.
Pemerintah daerah sebagai ‘nahkoda’ pun dituntut mendukung Program Prakarsa Permukiman Gerakan 100-0-100 yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut. Diantaranya pencapaian target 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen dan 100 persen akses sanitasi layak bagi masyarakat.
Sebagai salah satu dari upaya perwujudannya, maka di Kota Padang kali ini digelar Pelatihan Aplikasi Unit Pengelola Keuangan (UPK) Sistem Konvensional dan Syariah yang diikuti utusan dari UPK Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM ) di 104 Kelurahan se-Kota Padang. Kegiatan ini dilangsungkan di salah satu hotel berbintang di Padang, Senin (24/7) dengan dibuka Wakil Wali Kota Padang Emzalmi.
Wakil Wali Kota menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang menyambut positif pelaksanaan peningkatan kapasitas UPK BKM melalui pelatihan aplikasi pembukuan tersebut. Menurutnya, diera kemajuan teknologi saat ini setiap manfaat positifnya harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin demi mempermudah setiap pekerjaan bahkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari
“Program KOTAKU sejauh ini di Kota Padang cukup dirasakan masyarakat. Yaitunya dengan semakin terciptanya lingkungan yang semakin sehat, tumbuhnya usaha-usaha ekonomi baru sekaligus perobahan perilaku masyarakat yang semakin bersinergi dalam setiap pembangunan. Alhamdulillah semoga melalui upaya tersebut, semakin mempercepat peningkatan taraf hidup masyarakat secara komprehensif di kota ini,” ujarnya.
Sementara Ketua Pelaksana Pelatihan UPK tersebut, Puguh Setiawan menyebutkan, adapun tujuan pelatihan tersebut diantaranya, membangun pemahaman UPK BKM di setiap kelurahan se-Kota Padang terhadap konsep dan mekanisme penggunaan aplikasi UPK sistem Konvensional dan Syariah. Kemudian itu juga membangun keterampilan dalam menerapkan aplikasi tersebut, sebagai jaminan transparansi, akuntabilitas serta validitas data di kegiatan Ekonomi Bergulir dalam Program KOTAKU.
“Keberhasilan pengelolaan dana bergulir dalam Program KOTAKU akan ditentukan oleh kapasitas sumber daya manusia para UPK di setiap BKM. Karena melalui penggunaan aplikasi ini, selain pembukuan lebih mudah, cepat dan tepat, juga sebagai wujud tata kelola keuangan yang baik berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Di samping itu tambah Puguh, manfaat lainnya yang didapat dari aplikasi tersebut yaitu untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat terhadap aspek pembangunan non infrastruktur.
“Dengan semakin baiknya UPK BKM di kota ini, diharapkan turut merangsang tumbuhnya usaha ekonomi produktif perorangan maupun badan usaha secara mandiri di setiap kelurahan,” tukasnya mengakhiri. (Vid/Nda/Fsl/Bst)


MPA,(PADANG) - Sebanyak 1.206 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Padang dilepas, Senin (24/7). Seluruh CJH dilepas Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo di Masjid Agung Nurul Iman Padang.
Walikota Padang saat melepas menyebut, seluruh CJH diharapkan berangkat dengan hati ikhlas.
"Karena itu merupakan syarat untuk naik haji," ungkapnya.
Mahyeldi menerangkan bahwa ibadah haji diawali dan diakhiri dengan kata 'lillah'. Artinya, setiap CJH mesti berserah diri kepada Allah saat menjalani ibadah haji.
"Tidak usah pikirkan yang tinggal," sebutnya.
Mahyeldi sempat bercerita tentang perjalanan hajinya sekitar tahun 2000-an silam. Saat akan berangkat, dirinya sempat meninggalkan surat kepada yang ditinggal.
"Surat itu hanya bisa dibuka ketika saya tidak pulang," katanya.
Perjalanan haji merupakan perjalanan yang sakral dengan niat tulus dan ikhlas. Karena itu perjalanan haji tersebut tidak akan ada yang menghalangi bilamana ada yang menghambat.
Sementara Kepala Kementerian Agama Kota Padang Japeri, mengatakan seluruh CJH Kota Padang diberangkatkan ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) embarkasi Padang mengisi 13 kloter dari 17 kloter yang ada. Kloter pertama akan berangkat menuju Madinah pada 28 Juli 2017 dan masuk Asrama Haji sehari sebelumnya.
"Jemaah diberangkatkan dengan pesawat boeing berkapasitas 393 orang penumpang," tukas Japeri.
Termuda 22 Tahun, Tertua 87 Tahun.
Sementara itu, CJH termuda pada embarkasi Padang ini yakni Anisya Aftariza Binti Abtar Latif dengan usia 22 tahun. Anisya berdomisili di Lubuk Begalung.
Sedangkan jemaah tertua yakni Agus Bin Duya Tan Baro dengan usia 87 tahun. Agus Bin Duya Tan Baro merupakan warga jalan Dr Sutomo.

Rombongan CJH Padang tahun ini memang lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Jemaah perempuan mendominasi dengan jumlah 704 orang. Sedangkan jemaah laki-laki sebanyak 502 orang.
"Jemaah yang berangkat dengan latar belakang yang berbeda-beda," ungkap Japeri.(Charlie / Yurizal / DU / Tf)


MPA,(PADANG) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang percayakan KNPI Kota Padang untuk menjadi  panitia pada rangkaian  kegiatan Napak Tilas ke 13 tahun 2017 kemaren,
Untuk pelaksanaan iven tersebut kita percayakan pada KNPI, terang Azwin Kepala Dinas Pemuda dan Olahrago (Dispora) kota Padang ini saat di temui di ruang kerjanya,’’Jumat (21/7).
Keika di komfirmasi berapa anggaran yang dikeluarkan, Azwin mengatakan tidak tau berapa jumlah dana yang tersedot untuk rangkaian kegiatan Napak Tilas tersebut.
Azwin,’’mengenai berapa jumlah dana yang tersedot untuk kegiatan Napak Tilas tersebut kita kurang tau.
Aneh,’’Dispora sebagai pengguna anggaran tidak bisa menyebutkan berapa jumlah dana yang di habiskan  untuk kegiatan dimaksud,”ujar Ayu dari Media Suara Kota,yang hadir saat komfirmasi di ruangan Kadispora Padang.



(Anda)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.