-->

Latest Post

MPA,(PADANG) - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Dan Lantamal) II Teluk Bayur Laksmana Pertama Rudwin Thalib "menitipkan" Tugu Merpati Perdamaian kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Padang. Tugu yang dibangun di Muaro Lasak Pantai Padang tersebut diharapkan untuk dirawat dengan baik.

Rudwin Thalib mengakhiri masa tugasnya sebagai Dan Lantamal II Teluk Bayur, Sumatera Barat untuk menjadi Staf Khusus di Markas Besar Angkatan laut (Mabes AL) di Jakarta. Serahterima jabatan akan dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2017 mendatang.

"Saya berharap, tugu Merpati Perdamaian dapat dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat dan Pemko Padang," ungkapnya saat berpamitan secara resmi kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim, Kamis (3/8).

TNI Angkatan Laut memiliki andil dalam pembangunan tugu Merpati Perdamaian. Dia berharap kebersihan di kawasan itu dapat dijaga sehingga tetap nyaman untuk menjadi lokasi wisata.

Dalam kesempatan itu, Rudwin juga mengungkapkan, perairan Sumatera Barat relatif aman. Sembilan bulan bertugas, perairan Sumatera Barat berada dalam suasana kondusif. Namun dia mengingatkan, yang perlu diwaspadai adalah ancaman peredaran narkoba.

" Ancaman peredaran narkoba perlu diwaspadai, meskipun sejauh ini belum didapati peredaran melalui jalur laut," ingatnya.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim menyampaikan terimakasih atas nama DPRD dan seluruh masyarakat atas pengabdian Rudwin Thalib. Menurutnya, sebagai Dan Lantamal, Rudwin Thalib telah membangun hubungan kemitraan yang sangat baik dengan pemerintah provinsi.

"Sebagai pribadi, beliau juga termasuk orang yang sering berkomunikasi dan berkoordinasi sehingga hubungan kemitraan antar lembaga dan hubungan secara personal terbangun dengan sangat baik," ungkapnya.

Rudwin Thalib akan melanjutkan tugas sebagai Staf Khusus Mabes TNI AL di Jakarta. Posisinya akan digantikan oleh Kolonel Laut Agus Sulaeman yang sebelumnya bertugas di Sekolah Sistim Komando Angkatan Laut (SESKOAL).(*)

MPA,(PADANG) - Selama dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat rencana investor yang akan menanamkan modal sebanyak 190 perusahaan. Calon penanam modal tersebut antara lain 121 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 69 Penanaman Modal Asing (PMA).

Hal itu diungkapkan Waki Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (3/8). Nasrul menyampaikan hal tersebut menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang disampaikan dalam rapat paripurna sebelumnya terkait inventarisasi potensi sumber daya daerah untuk investasi.

"Dua tahun terakhir tercatat 121 PMDN dan 69 PMA yang akan menanamkan modal selama dua tahun terakhir," kata Nasrul.

Dari jumlah tersebut, yang terealisir adalah sebanyak 46 PMDN dan 26 PMA. Ada beberapa perusahaan yang sudah mengurus izin prinsip tetapi tidak jadi melakukan penanaman modal.

Dia menyebutkan, sesuai dengan kewenangan daerah yang diatur di dalam Undang - Undang Nomor 23 tahun 2014, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan peraturan dan keputusan gubernur. Dalam peraturan dan keputusan tentang pelayanan modal, terdapat 18 sektor pelayanan yang terdiri atas 164 perizinan dan 83 non perizinan.

Melihat realisasi dari target penanaman modal di Sumatera Barat, Nasrul menyebutkan perkembangan realisasi investasi lima tahun terakhir cenderung meningkat. Perubahan Perda nomor 2 tahun 2014 tentang Penanaman Modal yang sedang dibahas diharapkan semakin mendorong peningkatan terhadap pencapaian realisasi investasi.

"Tahun 2016, perkembangan investasi PMDN menunjukkan pertumbuhan 19,17 persen sedangkan PMA mencapai 99,39 persen," ujarnya.

Potensi yang masih terbuka peluang untuk digarap menurutnya antara lain pemanfaatan sumber daya air untuk pembangkit listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kemudian, potensi lainnya adalah panas bumi dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).


Kendala yang dihadapi perusahaan penanam modal sejauh ini antara lain faktor ketersediaan lahan. Menurutnya, ada beberapa kasus izin prinsip tidak jadi direalisasikan disebabkan kesulitan dalam membebaskan lahan karena berstatus tanah ulayat. Di samping itu, juga disebabkan faktor internal dari perusahaan-perusahaan tersebut.( Z,A) 


MPA,(PADANG) – Peserta lomba yang akan mengikuti Iven tournamen Dragon Boat Internasional ke - 15, di Kota Padang sudah berdatangan.

Kedatangan tamu dari luar negeri seperti Brunei dan china tersebut langsung di terima oleh Azwin Kadis Pemuda dan Olahraga (Kadispora) kota padang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM),’Rabu (2/8).

Azwin,’’hari ini semua atlit yang akan mengikuti olahraga air (Dragon Boat Internasional) dalam daerah dan luar daerah termasuk 4 Negara dari luar Negeri pun sudah berdatangan.

‘’Semua persiapan untuk perlombaan Dragon Boat Internasional telah dipersiapkan sesuai arahan dari Panitia Pelaksana (Panpel) baik itu jalur lomba, perahu, dayung dan sebagainya,’’terang nya.

Azwin berharap,agar acara berjalan lancar dan sukses hendaknya seluruh Panpel yang telah di tunjuk paham dengan tugas dan tanggung jawab masing – masing.serta bisa menjali komunikasi antar satu dengan yang lain nya.(Ar)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.